Agar supaya museum mengembangkan sehabis-habisnya nilai budaya dan sejarahnya

26 Maret 2017 - 17:30:00

(VOVworld) – Museum adalah tempat yang menyimpan dan mengembangkan semua intisari pusaka budaya dan sejarah setiap negara. Selama ini, pekerjaan mengkonservasikan dan mengembangkan nilai semua museum sangat diperhatikan oleh Negara dan seluruh masyarakat, turut meningkatkan kehidupan kultural dan spirituil warga serta tempat ini telah menyerap kedatangan banyak wisatawan. 


agar supaya museum mengembangkan sehabis-habisnya nilai budaya dan sejarahnya hinh 0
Kepala Direktorat Pusaka Nguyen The Hung
(Foto: vovworld.vn)

Museum adalah satu institusi budaya yang penting. Sekarang ini, sistim museum Vietnam sedang berkembang secara kuat dengan 134 museum tingkat nasional dan tingkat provinsi serta kota, 31 museum swasta. Untuk meningkatkan kualitas pekerjaan konservasi museum, Profesor, Doktor Luu Tran Tieu, Ketua Dewan Pusaka Budaya Nasional, Ketua Asosiasi Pusaka Budaya Vietnam memberitahukan: “Semua museum memperbarui secara kuat pekerjaan memajang dan menerapkan secara kuat ilmu pengetahuan, teknologi, menginformasikan dan mendigitalisasi dokumen dan benda milik museum. Mengubah museum menjadi pusat pendidikan di ekstra-kulikuler, memperkaya pengetahuan  semua orang yang mengunjungi museum. Membangun dan menggelarkan secara kuat strategi marketing, memperkuat semua bentuk aktivitas interaksi di dalam dan luar museum serta mengkonektivitaskan museum dengan pariwisata”.

Pekerjaan konservasi museum yang semakin baik akan semakin membantu wisatawan mengetahui dan menyukai benda-benda yang dipajang, melalui itu menyosialisasikan secara intensif dan ekstensif kebudayaan, citra tanah air dan manusia. Menurut Doktor Nguyen The Hung, Kepala Direktorat Pusaka dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam, pelajaran yang paling penting dalam pekerjaan mengkonservasikan pusaka budaya, di antaranya ada museum ialah menjamin harmonisasi kepentingan antara Negara dengan kepentingan masyarakat. Dia memberitahukan: “Negara menyempurnakan sistim perundang-undangan, terus memberlakukan dan melaksanakan kebijakan prioritas terhadap para artisan. Memperhatikan pekerjaan mendidik dan mengelola kebudayaan. Melakukan konservasi tidak berarti secara kaku ialah mempertahankan keaslian dan keutuhan, tapi konservasi harus dikaitkan dengan faktor-faktor kontemporer. Kita sepenuhnya bisa memasukkan faktor-faktor kontemporer ke dalam konservasi di atas dasar perbahasan yang teliti”.

Di samping memperluas pola melakukan sosialisasi dan memobilisasi semua sumber daya  lain dari dalam dan luar negeri dalam pekerjaan konservasi museum, faktor yang juga sangat penting ialah teknik konservasi. Mengkombinasikan teknik konservasi tradisional dengan teknologi modern secara harmonis, rasional, menurut prinsip teknik modern tidak menghilangkan teknik tradisional.

Seluruh masyarakat  bertanggung-jawab ikut mengkonservasikan, mengembangkan dan bersama-sama menikmati nilai budaya yang diberikan oleh museum. Warga bisa ikut serta secara mendalam ke dalam semua aktivitas di museum seperti melakukan koleksi, pagelaran adat istiadat daerah, protokol pesta dan lain-lain sehingga membuat aktivitas menjadi lebih hidup-hidup. Profesor Muda, Doktor Vo Quang Trong, Kepala Museum Etnologi Vietnam mengatakan: “Masalah konservasi di museum menimbulkan pengaruh positif terhadap masyarakat. Museum tidak hanya merupakan tempat konservasi, tapi juga merupakan tempat mewariskan kejuruan. Mendidik kejuruan dan mewariskan kejuruan di museum menimbulkan pengaruh balik kepada masyarakat”.

Sekarang ini, dalam sistim museum swasta ada tiga museum yang melakukan aktivitas sangat efektif. Yaitu Museum Pedesaan di provinsi Nam Dinh, Museum Asal-Usul di pulau Phu Quoc dan Museum Artefak Hoang Long di provinsi Thanh Hoa. Akan tetapi, mayoritas museum swasta masih terbatas tentang taraf profesi dan kejuruan para pejabat dan pemandunya. Oleh karena itu perlu ada partisipasi dari seluruh masyarakat, terutama memperhebat usaha sosialisasi. Doktor Pham Quoc Quan, mantan Kepala Museum Sejarah Nasional mengatakan: “Usaha sosialisasi memerlukan bantuan dari badan-badan manajemen budaya, berbagai organisasi dan asosiasi profesi. Paduan tenaga dari seluruh masyarakat, maka museum swasta baru bisa berkembang secara berkesinambungan”.

Jutaan dokumen dan benda sedang berada dalam gudang penyimpanan dari museum-museum. Itu merupakan sumber kekayaan yang tak ternilaikan harganya dari Tanah Air kalau mengetahui cara mengkonservasikan dan mengembangkannya secara efektif. Museum dikonservasikan dan   nilainya dikembangkan secara berkesinambungan  ketika ada paduan tenaga antara Negara dan rakyat. Pekerjaan mengkonservasikan dan mengembangkan  nilai  museum menegaskan potensi yang besar dari pusaka budaya Vietnam dalam perkembangan umum dari Tanah Air, terutama ketika Vietnam sedang melakukan integrasi internasional secara intensif dan ekstensif.