Membangun dan mengembangkan budaya membaca di kalangan masyarakat

09 April 2017 - 17:30:00

(VOVworld) – Selama ini, banyak “festival buku” dan “jalan buku” yang telah diadakan secara permanen telah menyebarkan budaya membaca di kalangan masyarakat. Tanggal 21 April juga dianggap sebagai hari membaca buku setiap tahun, ada hari pesta bagi para penggemar buku. 



membangun dan mengembangkan budaya membaca di kalangan masyarakat hinh 0
Festival buku selalu menyerap kedatangan banyak pembacara
(Foto: vovworld.vn)


Untuk membangun dan mengembangkan budaya membaca di kalangan masyarakat, mengembangkan budaya membaca di atas dasar memanfaatkan secara efektif dan tidak henti-hentinya mengembangkan sumber pengetahuan dan kebudayaan dari manusia dan bangsa Vietnam, bersamaan itu menerima secara selektif intisari pengetahuan umat manusia, maka Pemerintah Vietnam berhaluan membantu pengembangan budaya membacara di kalangan masyarakat, sekaligus memobilisasi sumber daya masyarakat untuk turut mengembangkan budaya membaca. Tujuan haluan ini ialah membangun dan mengembangkan kebiasaan, kebutuhan, kemampuan dan gerakan membaca di semua lapisan rakyat, terutama di kalangan pemuda, anak-anak, pelajar, mahasiswa dan memperhatikan warga di daerah pedesaan dan daerah yang mengalami kesulitan tentang sosial-ekonomi. Berusaha agar setiap warga negara Vietnam rata-rata membawa 4 buku dalam satu tahun, jumlah orang yang mengakses dan menggunakan informasi di perpustakaan mencapai 300 juta orang per tahun. Untuk melaksanakan dengan baik budaya membaca di kalangan masyarakat, ibu Vu Duong Thuy Nga, Kepala Direktorat Perpustakaan dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam memberitahukan: “Kami telah menetapkan satu sistim solusi yang kongkrit untuk mendorong semangat membaca, jadi tidak berhenti dalam sosialisasi biasa, tapi ada aktivitas yang sangat kongkrit. Kami juga merekomendasikan penghargaan kepada orang-orang yang turut mengembangkan budaya membaca dan memperhebat sosialisasi dengan partisipasi dari para perseorangan dan organisasi dalam mendorong budaya membaca di kalangan masyarakat”.

Saban tahun, Balai Penerbitan “Tre” (remaja), Balai Penerbitan “Phu Nu” (Wanita) dan Balai Penerbitan “Kim Dong” berkoordinasi mengadakan festival buku musim semi pada bulan Maret dan festival buku musim gugur pada bulan Oktober untuk memperkenalkan kepada para pembaca buku-buku baik dan buku baru. Pesta budaya membaca yang diadakan secara luas di banyak daerah telah turut menyebarkan kecintaan terhadap buku kepada semua orang. Menurut Nguyen Kiem, Wakil Ketua Asosiasi Balai Penerbitan Vietnam, ftujuan menyelenggarakan estival buku dan jalan buku yang berlangsung pada setiap tahun ialah komunitas membangun ruang membaca buku yang bermanfaat. Dia mengatakan: “Para pengurus penerbitan menginginkan agar semakin ada banyak festival buku semakin baik, hal itu membantu kita memelihara untuk selama-lamanya kegandrungan membaca buku, kebiasaan membaca buku di banyak tempat. Tiga Balai Penerbitan  tersebut telah berusaha berkoordinasi mengadakan dua festival buku dalam setahun yaitu pada musim semi dan musim gugur di Museum Wanita di kota Hanoi. Ini merupakan pekerjaan yang baik dan bisa dianggap sebagai satu gagasan di samping berbagai festival buku lain yang diadakan oleh Kementerian Informasi dan Komunikasi Vietnam dan Kota Hanoi”.

Di ruang-ruang “festival buku” dan “jalan buku”, banyak aktivitas yang bergelora telah turut menyebarkan perasaan cinta buku seperti temu pergaulan, pembubuhan tanda tangan pada buku dari para pengarang kepada para pembaca, sarasehan, perbahasan tentang tema-tema buku dan lain-lain. Nguyen Quoc Bao, seorang warga Kota Hanoi mengatakan: “Adanya satu ruang buku seperti itu, saya melihat sangat bermanfaat, karena kebutuhan membaca buku dari warga sangat tinggi, tapi tidak banyak orang yang punya syarat untuk memilih buku-buku yang mereka gemari. Dalam ruang buku ini, semua orang berhasil menemukan buku yang mereka gemari”.

Di samping memperhebat aktivitas interaksi antara balai penerbitan dengan para pembaca, berbagai organisasi dan perseorangan juga sedang aktif membangun lemari-lemari buku keluarga dan ruang membaca di daerah-daerah. Semua peralatan teknologi modern sedang menjadi satu kanal yang berguna dan tajam untuk menginformasikan aktivitas-aktivitas tentang  buku kepada masyarakat secara cepat dan efektif. Ibu Khuc Thi Hoa Phuong, Kepala Balai Penertiban Phu Nu memberitahukan: “Selain media tradisional seperti televisi atau pers, kami menggunakan informasi-informasi di media sosial secara sangat efektif. Setiap orang hanya memerlukan satu link dari seorang teman, maka ada 20 teman lain akan tahu dan terus seperti itu, daya sebarnya sangat cepat. Itu merupakan salah satu langkah untuk bisa mengembangkan budaya membaca secara lebih baik di kalangan masyarakat”.

Kalau ingin mengembangkan budaya membaca harus mengembangkan perilaku, nilai dan standar membaca dari para pengelola dan badan pengelola negara, masyarakat dan setiap perseorangan dalam masyarakat. Perilaku, nilai dan standar membaca dari setiap perseorangan dalam masyarakat merupakan kebiasaan membaca, hobi membaca dan kemampuan membaca dari mereka. Itu merupakan fundasi dari satu masyarakat belajar, kecerdasan rakyat yang tinggi, satu permintaan dan juga merupakan satu tantangan dari masyarakat modern. Mengembangkan budaya membaca di Vietnam agar masyarakat berkembang secara berkesinambungan dan melakukan integrasi internasional.