Mengkonservasikan dan mengembangkan nilai budaya yang dikaitkan dengan strategi perkembangan yang berkesinambungan

19 Maret 2017 - 17:30:00

(VOVorld) – Vietnam adalah negeri yang mempunyai tradisi sejarah, negeri multi etnis dengan 54 etnis sesaudara. Oleh karena itu, kebudayaan Vietnam beranekaragam, variatif dan khas. Masalah mengkonservasikan dan mengembangkan nilai pusaka budaya Vietnam sangat dipentingkan dan dikaitkan dengan strategi perkembangan yang berkesinambungan, terutama pada latar belakang Vietnam sedang melakukan integrasi internasional secara intensif dan ekstensif. 


mengkonservasikan dan mengembangkan nilai budaya yang dikaitkan dengan strategi perkembangan yang berkesinambungan hinh 0
Pesta rakyat di desa Dong Ngac, Kota Hanoi
(Foto: vovworld.vn)

Vietnam punya khazanah pusaka budaya raksasa dengan kira-kira 40.000 pusaka bendawi dan 60.000 pusaka nonbendawi. Banyak pusaka bendawi dan nonbendawi Vietnam yang sudah dicatat oleh UNESCO dalam Daftar Pusaka Dunia. Menurut Doktor Nguyen The Hung, Kepala Direktorat Pusaka (Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam), dalam strategi perkembangan yang berkesinambungan, Vietnam telah melakukan kebijakan-kebijakan yang sesuai, khususnya menciptakan mekanisme kepada warga, masyarakat dan badan usaha untuk memanfaatkan, menikmati dan mengembangkan semua nilai pusaka ini. “Pusaka budaya dan perkembangan yang berkesinambungan punya hubungan yang erat dan saling bergantung. Mengkonservasikan pusaka budaya sama artinya dengan perkembangan yang berkesinambungan dan perkembangan berkesinambungan harus menganggap konservasi pusaka sebagai tugas dan pekerjaan permanen. Negara menyempurnakan sistim perundang-undangan, terus melaksanakan kebijakan prioritas terhadap para artisan, mementingkan pekerjaan pendidikan dan manajemen kebudayaan”.

Mengkoservasikan dan mengembangkan nilai pusaka berarti mengabdi perkembangan yang berkesinambungan dan perkembangan berkesinambungan juga mengabdi konservasi pusaka budaya. Profesor, Doktor Nguyen Trong Chuan, mantan Kepala Institut Filsafat-Akademi Ilmu Pengetahuan Sosial Vietnam memberitahukan: “Satu masyarakat modern kalau  tidak ada faktor budaya, maka jangan bicara tentang perkembangan yang berkesinambungan. Satu bangsa kalau ingin berkembang, terutama berkekembang secara berkesinambungan tidak bisa tidak mewarisi dan mengkristalitasi  semua yang bernilai yang diciptakan dan ditinggalkan oleh generasi pendahulu. Kebudayaan adalah salah satu di antara 4 pilar dari perkembangan yang berkesinambungan di samping pilar-pilar ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Pusaka budaya memainkan peranan sebagai tenaga pendorong terhadap perkembangan Tanah Air di semua segi, memainkan peranan yang teramat penting terhadap pengembangan sosial-ekonomi”.

Untuk mengkonservasikan dan mengembangkan nilai budaya yang dikaitkan dengan strategi perkembangan yang berkesinambungan secara efektif, Profesor, Doktor Vu Minh Giang, Wakil Kepala Dewan Pusaka Nasional menekankan: “Kalau sudah menganggap kebudayaan sebagai sumber daya istimewa, maka harus punya pengetahuan yang sempurna.  Mendidik sumber daya manusia dan memupuk pengetahuan merupakan pekerjaan yang teramat penting. Belakangan ini, soal Vietnam telah memperhebat usaha sosialisasi merupakan kecenderungan wajar di dunia. Kita melihat jelas hasil-guna usaha sosialisasi itu. Selama ini, ada banyak situs peninggalan yang dipugar dan direkonstruksikan berdasarkan pada sumber pemasyarakatan. Pada waktu mendatang, Vietnam harus mengamandir Undang-Undang tentang Pusaka. Untuk mengkonservasikan dan mengembangkan nilai pusaka dan memberikan sumbangan kepada perkembangan yang berkesinambungan, maka harus meninjau kembali sistim perundang-undangan secara sempurna”.

Para pengelola kebudayaan Vietnam sedang memperhebat dan meningkatkan pemahaman tentang arti penting pusaka budaya di kalangan masyarakat. Menganggap pusaka budaya sebagai sumber kekayaan yang tak ternilaikan harganya dan tak ada habis-habisnya. Profesor Muda, Doktor Dang Van Bai, Wakil Kepala Dewan Pusaka Budaya Nasional memberitahukan: “Kita harus mengubah pemahaman tentang pusaka budaya. Membangun dan mengubah pusaka budaya menjadi pusat-pusat pendidikan sejarah dan kebudayaan. Menanam investasi secara kuat untuk mengubah pusaka budaya menjadi destinasi-destinasi dan paket wisata yang atraktif”.

Di samping itu, membawa pusaka budaya kembali ke subyek budaya berarti menciptakan syarat sebaik-baiknya supaya dia tetap  eksis. Ini merupakan prinsip yang direkomendasikan oleh banyak negara di dunia. Profesor, Doktor Luu Tran Tieu, Kepala Dewan Pusaka  Nasional, Kepala Dewan Pusaka Budaya Vietnam memberitahukan: “Bagi konservasi pusaka, hal yang penting ialah mempertahankan daya hidup pusaka. Harus menyebar-luaskankan arti penting pusaka budaya di seluruh masyarakat. Usaha mengkonservasikan dan mengembangkan nilai pusaka budaya mengarah ke masyarakat. Masyarakat ikut mengembangkan dan menjaga pusaka budaya dan menciptakan pusaka budaya”.

Pusaka budaya benar-benar merupakan fundasi spirituil, merupakan tenaga pendorong terhadap perkembangan yang berkesinambungan. Kalau menginginkan agar pusaka budaya mengabdi perkembangan berkesinambungan dan mendorong perkembangan, harus mengkonservasikan dan mengembangkannya secara efektif. Mengkonservasikan dan mengembangkan nilai pusaka yang dikaitkan dengan perkembangan yang berkesinambungan turut memancarkan cinar nilai khazanah budaya bangsa dan juga memberikan sumbangan terhadap perkembangan umum dari Tanah Air.