Naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu-Pusaka yang turut menciptakan wajah adab kebudayaan daerah Nghe An

(VOVworld) – Bersama dengan dokumen khazanah  sajak dan sastra huruf Han di atas arsitektur istana Hue, maka naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu akan dikirim kepada Komite Nasional tentang program memori dunia untuk disampaikan kepada UNESCO pada akhir tahun ini kemudian dipelajari untuk mendapat pengakuan sebagai Pusaka Dokumen Asia-Pasifik. Walaupun ini adalah aset yang dimiliki oleh satu marga, tapi naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu punya nilai dalam memanfaatkan dan meneliti banyak bidang yaitu sastra, sejarah, geografi, ekonomi, politik, diplomatik, pendidikan dan teknik percetakan Vietnam pada abad ke-18. 


Naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu-Pusaka yang turut menciptakan wajah adab kebudayaan daerah Nghe An - ảnh 1
Naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu
(Foto: baohatinh.vn)

Naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu terdiri dari 2.000 naskah yang ditulis pada kayu yang mengukir huruf Han terbalik untuk mencetak buku demi kebutuhan pendidikan dan ujian memilih talenta untuk Tanah Air pada akhir zaman dinasti Le Akhir yang diciptakan dan disimpan oleh marga Nguyen Huy di provinsi Ha Tinh. Di papan ukiran itu, waktunya dicatat secara jelas ialah tahun-tahun 1758-1788 yaitu pada lebih dari 250 tahun lalu di desa Truong Luu, kecamatan Lai Thach, kabupaten Can Loc, provinsi Ha Tinh. Yang patut diperhatikan ialah, naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu punya isi yang pokok ialah buku klasik Konfusianisme yang dipilih dan diperbarui dan berdasarkan pada kombinasi dengan pengetahuan yang dimiliki penyusunnya. Setelah mengalami berbagai  gejolak jaman, hingga kini, di Perpustakaan yang dimiliki Tham Hoa (satu gelar doktor zaman feodal Vietnam), Nguyen Huy Oanh masih disimpan 394 naskah, diantaranya ada 379 naskah yang masih lengkap dengan 12 jilid buku Konfusianis.

Kumpulan naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu disusun oleh 5 budayawan marga Nguyen Huy. Yaitu Nguyen Huy Tuu, Nguyen Huy Oanh, Nguyen Huy Cu, Nguyen Huy Quynh dan Nguyen Huy Tu. Kecuali Nguyen Huy Tu, maka semua budayawan sisanya  turut memberikan pengajaran di kuil sastra Quoc Tu Giam. Menurut Doktor Pham Van Anh dari Institut Sastra (Akademi Ilmu Sosial Vietnam), naskah yang ditulis kayu Truong Luu memanifestasikan penerimaan yang cukup khas dari para guru pada waktu itu. “Pada jaman dinasti Ming (Tiongkok), rajanya mengirim kelompok yang diurusi oleh Hu Kuan untuk menyusun buku Untaian Lima Sutra sangat kolosal yang dilaksanakan dalam waktu setahun. Sedangkan bapak Nguyen Huy Oanh telah memakan waktu selama 10 tahun untuk menyusun kumpulan buku ini dan muatannya hanya sama dengan 10% dari buku asli dari dinasti Ming. Muatannya pendek, tapi waktu pelaksanaannya berlipat 10 kali telah menunjukkan jasa sangat besar dari bapak Nguyen Huy Oanh dalam menyusun buku ini”.


Naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu-Pusaka yang turut menciptakan wajah adab kebudayaan daerah Nghe An - ảnh 2
Naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu
(Foto: baohatinh.vn)

Selain nilai tentang teknik cetak, ukir dan huruf, naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu membuka dua arah penelitian pokok. Yaitu penelitian sistim pusaka yang bersangkutan dengan pendidikan dan cata penerimaan sistim buku klasik Konfunianis Tiongkok. Tentang sudut pendidikan, Doktor Pham Van Anh juga menegaskan bahwa naskah dari kayu Truong Luu adalah salah satu pusaka naskah yang ditulis pada kayu yang variatif, memanifestasikan tradisi haus belajar dan wajah kebudayaan yang bersifat lokal di daerah Nghe An-Ha Tinh(Vietnam).

Sekarang ini, naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu telah dicetak dan didigitalisasi menjadi 12 jilid buku, dikirim ke pusat-pusat penyimpanan arsif, perpustakaan dan Institut Penelitian Han-Nom untuk kebutuhan penelitian. Kalau naskah yang ditulis pada kayu dari pagoda Vinh Nghiem, provinsi Bac Giang (Vietnam Utara) adalah usaha arsif yang bersangkutan dengan aktivitas agama Buddha mazhap Truc Lam Yen Tu, naskah yang ditulis pada kayu di kota Da Lat, provinsi Lam Dong adalah usaha arsif dari Kerajaan Hue pada dinasti Nguyen, maka naskah yang ditulis pada kayu Truong Luu di provinsi Nghe An adalah usaha arsif dan percetakan tentang pendidikan dan ujian. Oleh karena itu, ini adalah satu ragam dokumen khusus dan bernilai yang perlu mendapat penilaian dan pengakuan dari organisasi-organisasi budaya yang berprestise dan ada rencana untuk mengkonservasikan dan menyosialisasikannya kepada masyarakat.  


Komentar

Yang lain