Wayang golek kepala kayu, ciri budaya yang khas di provinsi Nam Dinh, Vietnam Utara

24 Februari 2013 - 16:00:00

(VOVworld)-  Dalam khazanah budaya nonbendawi tradisional Vietnam, provinsi Nam Dinh, Vietnam Utara dianggap sebagai salah satu tempat awalnya seni wayang golek air yang khas dengan desa-desa wayang golek yang terkenal seperti desa Rach, kecamatan Hong Quang, desa Chua, kecamatan Nam Giang, kabupaten Nam Truc atau desa Lieu De, kabupaten Nghia Hung. Tetapi sedikit orang mengetahui bahwa daerah Nam Giang ini juga berhasil menjaga wayang golek yang paling khas di Vietnam, yaitu wayang golek kepala kayu di pagoda Dai Bi. Ini tidak hanya merupakan ragam seni, tapi juga membawa banyak sifat spiritualitas, karena ia hanya dipertunjukkan semalam saja dalam setahun untuk memuja dewa di pagoda Dai Bi. 

 Pagoda Dai Bi
(Foto: panoramio.com)
       
Melakukan pertunjukan wayang golek untuk memuja dewa merupakan permainan folklor dimana asal-usulnya hingga sekarang ini tetap merupakan hal yang masih rahasia dan belum jelas. Menurut Upadhaya Thich Ban Thuc, pengurus pagoda Dai Bi, pagoda ini didirikan oleh Dewa Tu Dao Hanh  pada zaman dinasti Ly tahun 1037 dan permainan wayang golek timbul ketika ada pagoda ini. Legenda menceritakan bahwa setelah datang ke Tay Truc untuk mengambil Kitab Suci Agama Buddha dan ketika pulang kembali ke pagoda, Tu Dao Hanh telah menciduk satu bungkusan di permukaan air, ketika dibuka dia menemukan ada 6 bayi cacad. Dia telah merawatnya dan membesarkannya menjadi orang-orang yang bermanfaat dalam kehidupan dan juga dari situ, kisah tersebut diubah menjadi pertunjukan wayang golek. Upadhaya Thich Ban Thuc memberitahukan: “Saban tahun, ketika hari pesta tiba, rakyat bernyanyi-nyanyi  untuk memuja dewa. Nyanyian pada hari pesta ini pada pokoknya untuk memuja dewa, jadi bukan mengabdi pertunjukan. Saban tahun sampai tanggal 30 Hari Raya Tet, rakyat menyelenggarakan pertunjukan wayang golek untuk memuja dewa dari pukul 19 malam sampai pukul 23.30 malam”.

          

Pertunjukan wayang golek kepala kayu
(Foto: nguoicaotuoi.org.vn)


Kalau dalam pertunjukan wayang golek lainnya, tokonya dinamakan wayang golek, tapi wayang golek kepala kayu di pagoda Dai Bi dinamakan “Patung Dewa”. Patung-patung dewa ini adalah patung kepala manusia. Biasanya, semua patung ini diletakkan dalam kamar utama dalam padoga dan hanya dikeluarkan pada hari pesta. Menurut para artisan desa ini, kumpulan Patung Dewa ini berusia lebih dari 200 tahun. Ketika membawa patung ini ke depan pertunjukan, para kakek dalam grup wayang golek harus melakukan ritual pemujaan dan mengenakan pakaian pada patung ini secara teliti. Instrumen musik dalam upacara pemujaan dewa ini terdiri dari  2 kentungan, 4 gendang dan lain-lain. Walaupun hanya ada satu gugus instrumen musik perkusi saja, tapi ada sampai 26 lagu dengan 32 irama yang sangat beranekaragam, rumit dan semuanya dalam bahasa Vietnam kuno. Semua seniman dan pemain musik dalam malam pesta adalah warga desa. Mereka  berkumpul tanpa membedakan usia, taraf pengetahuan dan juga tidak mendapat uang lelah, mereka menyatakan bahwa kalau dapat memberikan pelayanan dalam grup wayang golek, dapat mengangkat Patung Dewa, hal itu sudah merupakan satu kehormatan. Nguyen Tien Dung, anggota Himpunan wayang golek Oi Loi, pagoda Dai Bi memberitahukan: “Kami melakukan aktivitas kesenian ini secara sukarela. Kami dengan sukarela menyumbangkan biaya untuk melakukan pertunjukkan dengan keinginan mempertahankan ciri budaya kuno ini”.

          

Pertunjukan wayang golek kepala kayu di pagoda Dai Bi
(Foto: daidoanket.vn)

Panggung untuk pertunjukan tersebut tidak megah dan rumit, hanyalah satu tirai yang dipasang pada dua tiang dan para pemain dan penyanyinya berdiri di belakang tirai dan mengarah wajah pada altar Sang Buddha dan Dewa Tu. Patung-patung kepala kayu yang disimpan dalam kamar pemujaan nampaknya seperti benda mati tapi ketika dipertunjukkan oleh para artisan pada malam pesta menjadi tampak sangat hidup-hidup di tengah-tengah nyanyian yang menarik menurut kisah kuno dan isinya memuji raja, hulubalang, memuji perdamaian, kesejahteraan, mendidik moral manusia, moral keluarga, merangsang masalah belajar, perasaan suami-istri dan lai-lain.  Doan Huu Song, anggota himpunan wayang golek memberitahukan: “Nyanyian dalam pertunjukan wayang golek ini sangat sulit dipelajari, karena ia harus sesuai dengan ritme kentungan, gendang dan sesuai dengan semua tarian. Tiga faktor ini harus dimainkan serasi  barulah bisa  menciptakan daya tarik”.

          

Wayang golek kepala kayu
(Foto: vietnamplus.vn)


Pertunjukan-pertunjukan wayang golek itu nampaknya membawa jiwa penonton kedalam dunia spiritualitas dan sarat dengan jiwa Vietnam, mengarah manusia ke nilai kejuruan, kebaikan dan keindahan. Wayang golek kepala kayu di pagoda Dai Bi telah direkam oleh Institut Penelitian Musik sebagai bahan dokumen. Semua peneliti juga membuat naskah dokumen untuk disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam untuk mengakui ragam wayang golek di pagoda Dai Bi ini sebagai warisan budaya nonduniawi nasional. Kalau berkesempatan, marilah anda sekalian mengunjungi pagoda Dai Bi sekali pada hari pesta untuk merasakan ciri-ciri yang khas dari ragam wayang golek kepala kayu ini./. 

          

24/04/2014

16°C

25/04/2014

17°C 24°C

Lambang Beli Jual
USD 21.080 21.120
JPY 203 208
EUR 28.838 29.171
GBP 34.362 34.899
CNY 3.274 3.311