Desa pegaraman Sa Huynh, propinsi Quang Ngai

14 April 2017 - 15:30:00

 (VOVworld)- Desa pegaraman Sa Huynh terletak di ujung selatan, kabupaten Duc Pho,  propinsi QuangNgai (Vietnam Tengah). Desa pegaraman Sa Huynh mempunyai lapangan pantai yang indah dan sudah sejak lama telah terkenal dengan sambutan lumbung pegaraman yang penting di Vietnam Tengah. Dari jalan raya No.1A, melalui desa  Sa Huynh, bisa tampak ladang-ladang pegaraman yang sambum-menyambung seperti cermin-cermin yang berefleksi di bawah sinar matahari. 



desa pegaraman sa huynh, propinsi quang ngai hinh 0
Para wanita bekerja di ladang dibawah sinar mata hari 
(Foto : VOV5)



Desa pegaraman Sa Huynh terbentuk sejak abad XIX. Desa ini mempunyai kira-kira 550 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak  2.000 jiwa yang memproduksi garam. Dengan ladang pegaraman yang luasnya kira-kira  116 Ha, desa pegaraman Sa Huynh saban tahun bisa memasok dari  8.000 - 9.000 ton garam kepada pasar. Masa produksi garam di desa Sa Huynh mulai dari bulan Maret sampai September setiap tahun.

Kejuruan memproduksi garam cukup berat, pada pokoknya harus bekerja di ladang dibawah sinar mata hari yang panas di Vietnam Tengah, tapi sebagian besar pekerja di daerah ini yalah para wanita. Pekerjaan pada pokoknya memproduksi garam secara manual. Saudari Pham Thi Vang warga kecamatan Pho Thach, kabupaten Duc Pho, memberitahukan:

  “Proses memproduksi garam di daerah kami yalah mengambil air laut dari saluran air dan memasukinya ke dalam tempat penampung, kemudian menyalurkan-nya ke ladang. Airt laut di ladang yang sudah cukup menunggu sinar matahari untuk mengubah air menjadi kristal  sehingga menjadi garam”.


desa pegaraman sa huynh, propinsi quang ngai hinh 1
Warga desa memproduksi garam. 
(Foto : VOV5)


Saudari Nguyen Thi Be, seorang yang sudah lama memproduksi garam  di desa Sa Huynh tersebut memberitahukan bahwa dulu pasar garam tidak stabil, banyak orang telah berpindah ke kejuruan lain. Kaum laki-laki menggalang kapal, menangkap ikan dan melakukan pembangunan...Sedangkan, kaum wanita desa merajut jaring, melakukan bisnis, membuka toko dan lain- lain... Saudari Be memberitahukan:

“Dulu,  para pendahulu hanya memproduksi garam dari bulan pertama  sampai bulan tujuh menurut kalander Imlek, menyimpan dan menyediakan garam sepanjang tahun. Dulu, keluarga kami hanya mencapai kira-kira 20 juta dong Vietnam dalam setahun . Sekarang, warga di desa kami selain memproduksi garam, juga membudidayakan ikan, udang, kepiting dan juga melakukan jasa wisata. Pada umumnya, kehidupan kami lebih baik lagi”.

Pada beberapa tahun belakangan ini, Negara memberikan bantuan, maka warga di desa produksi Sa Huynh telah memberanikan diri menginvestasikan miliaran  dong Vietnam untuk menerapkan pola produksi garam yang baru. Kira-kira 7 Km tanggul  pencegah keasinan telah digbangun, kira-kira 1/3 areal ladang pegaraman telah dibeton dan digelar dengan kertas timah, oleh karena itu, kualitas garam di desa Sa Huynh sangat baik, putih, kristalnya keras, dan disukai banyak konsumen. Garam  desa Sa Huynh digunakan dalam industri pengolahan hasil perikanan dan untuk melayani kehidupan , oleh karena itu pasar garam garam  Sa Huynh semakin diperluas ke seluruh daerah Vietnam Tengah dan daerah Tay Nguyen. Desa Sa Huynh sekarang merupakan salah satu di antara tiga lumbung pegaraman yang paling besar di seluruh negeri.

Pada tahun-tahun belakangan ini, para wisatawan ingin berwisata le  desa pantai Sa Huynh.  Meskipun basis infrastruktur untuk pariwisata di daerah ini belum banyak, tapi telah muncul berbagai restauran, hotel dan pertokohan untuk pariwisata. Dari satu desa nelayan  miskin, desa Sa Huynh masa kini telah menjadi satu kotamadya yang indah, terletak di bawah barisan pohon cemara yang hijau. Wisatawan ketika berwisata ke daerah ini akan berkesempatan beristirahat di lapangan pantai  yang masih liar seperti dulu. Mereka juga berkesempatan mengunjungi ladang-ladang pegaraman, menjalankan pengalaman dalam kehidupan warga desa pegaraman, desa pantai dan terutama menikmati masakan-masakan khas di daerah pantai ini.