Pac Ngoi, desa berbudaya yang tipikel dengan usaha wisata homstay di propinsi Bac Kan

23 Desember 2016 - 17:26:41

(VOVworld) - Desa Pac Ngoi, kecamatan Nam Mau, kabupaten Ba Be, propinsi Bac Kan (Vietnam Utara) adalah salah satu diantara tempat-tempat yang masih mempertahankan adat istiadat dan adat kebiasaaan yang kental dengan identitas etnis minoritas Tay. Rumah-rumah panggung dari warga etnis Tay bersandarkan pada dinding gunung, bercermin ke permukaan air danau Ba Be, sehingga tercipta menjadi satu panorama yang menawan, hati yang romantis. Pada  kira-kira 10 tahun lalu, bertolak dari rasa hormat terhadap tamu dari warga etnis Tay, bersedia membantu para pejalan yang tersesat, maka warga etnis Tay sekarang ini di desa Pac Ngoi mempunyai satu kejuruan baru yalah  melakukan bisnis wisata yaitu homstay. 


pac ngoi, desa  berbudaya yang tipikel dengan usaha wisata homstay di propinsi bac kan hinh 0
Desa Pac Ngoi
(Foto : langphuot.inffo)


Selama ratusan tahun ini, warga kecamatan Nam Mau mempunyai kesedaran melestarikan pemandangan di danau Ba Be sebagai satu pasukan pemberian alam. Danau Ba Be sekarang ini memberikan sumber pendapatan bagi warga etnis Tay yang hidup di sekitar danau dengan usaha wisata homestay. Terletak di jantungnya Taman Nasional Ba Be, desa Pac Ngoi mempunyai 80 kepala keluarga dengan 400 penduduk, kebanyakannya adalah warga etnis Tay. Setiap rumah panggung di daerah ini mampu menyambut kedatangan kira-kira 50-70 orang. Semua rumah peristirahatan menurut bentuk homestay di desa Pac Ngoi tampak sederhana, tapi mencukupi  pesawat air hangat, tempat tidur lengkap dengan bantal, selimut, drap, bantal, dan AC…Para turis tinggal di rumah-rumah panggung, tapi tetap bisa mengaksek website dan Facebook. Saudara Hoang Duc Thuan, pemandu wisata freelance yang selalu mendampingi turis Eropa memberitahukan: “Bentuk  homestay di sini sangat indah. Rumah panggung bersih, warga membuat hidangan sangat enak. Bentuk homestay ini baru dimanfaatkan pada kira-kira  10 tahun ini. Kalau dibandingkan dengan tempat-tempat lain, warga daerah melakukan usaha wisata belum profesional, tapi kami bisa hidup seperti warga di sini. Itu juga merupakan perbedaan terbanding dengan obyek-obyek wisata yang lain”.

Pada 10 tahun lalu, bapak Ngo Van Toan adalah orang pertama yang membuat rumah panggung untuk melayani turis. Seperti halnya dengan rumah-rumah panggung lain di desa Pac Ngoi, keluarga bapak Toan melakukan usaha tani, menangkap ikan, udang di danau, tapi dia mempunyai rumah  besar dan bersih, oleh karena itu dia memindahkan pengarahan usaha. Jumlah turis semakin banyak, oleh karena itu, banyak keluarga telah berani melakukan investasi untuk membangu lebih banyak rumah panggung yang besar. Hal yang membuat para turis merasa interesan yalah ketika makan dan berinstirahat di desa Pac Ngoi, mereka dapat hidup dalam suasana yang menyenangkan, harmonis dengan pemilik rumah, dapat menikmati makanan-makanan biasa  yang dimasak oleh para Ibu dan gadis-gadis etnis Tay.

Desa Pac Ngoi terletak diam-diam di tengah Hutan Nasional Ba Be. Ketika berkunjung di desa Pac Ngoi, selain menikmati pemandamngan alam di Taman Nasional Ba Be, para turis merasa tertarik ketika mengunjungi rumah-rumah panggung kuno dan mendengarkan lagu-lagu daerah seperti Then, Sli dan Luon. Jen Francois, seorang turis Perancis memberitahukan: “Danau Ba Be terkenal di dunia. Rumah panggung di daerah ini sangat bersih dan masakannya sangat enak. Makan di rumah warga lebih enak dari pada di restauran. Ketika tinggal di rumah warga, orangnya akrab dan terbuka. Yang penting yalah di sini saya bisa merasakan kehidupan sehari-hari di daerah ini”.

Ketika tinggal di rumah panggung milik warga etnis Tay, menikmati masakan yang dibuat warga etnis Tay, hal itu membuat banyak turis mau mencaritahu tentang adat-istiadat warga etnis Tay. Kalau  mengunjungi desa Pac Ngoi pada musim semi, turis bisa tenggelam dalam warna-warni berbagai pesta, misalnya Pesta memohon panenan raya, Pesta memohon hujan, Upacara Anak berusia genap sebulan, Upacara memohon panjang umur dan lain- lain….

Desa Pac Ngoi saban tahun menyerap kedatangan kira-kira 5.500 wisman  yang  menginap di daerah ini dari 1-3 malam. Dulu, warga di desa Pac Ngoi melakukan usaha tani di huma, tapi sekarang mereka menyediakan  jasa menerima wisatawan di rumah secara dinamis, tidak hanya meningkatkan kehidupan  kultural dan spirituil melalui temu pergaulan dengan wisman saja, melainkan juga bisa memperbaiki kehidupan.