Quang Van Son, pemuda etnis minoritas Cham yang mengasyiki instansi arkheologi

(VOVworld) – Desa My Nghiep, kabupaten Ninh Phuoc, provinsi Ninh Thuan dengan usaha menenun kain ikat dan adanya  candi-candi Cham adalah tempat lahirnya saudara Quang Van Son. Motif-motif dari kain ikat tradisional dan ukiran-ukiran di candi-candi etnis minoritas Cham di sini telah memelihara keasyikan dalam menjalankan penelitian arkheologi bagi pemuda ini. 

Quang Van Son, pemuda etnis minoritas Cham yang mengasyiki instansi arkheologi - ảnh 1
Saudara Quang Van Son sedang berbicara di depan lokakarya internasional
(Foto: wovworld.vn)

Karena sangat mencaintai penelitian kebudayaan etnisnya, pemuda etnis minoritas Cham, Quang Van Son telah memilih jurusan arkheologi di Institut Ilmu Sosial dan Humaniora kota Ho Chi Minh. Setelah tamat dari institut ini pada tahun 2008, dia bersama dengan rombongan para petugas instansi arkheologi dan sejarah Institut Ilmu Sosial dan Humaniora kota Ho Chi Minh melakukan ekskavasi banyak situs peninggalan sejarah seperti misalnya situs-situs peninggalan sejarah Go O Chua di provinsi Long An, Go Cay Tung di provinsi An Giang, Go Me di provinsi Dong Nai, Thanh Ho di provinsi Phu Yen dan lain-lain. Tidak hanya berhenti di sini, pada tahun 2010, Quang Van Son  terus menempuh ujian masuk tingkat purna universiter untuk meneruskan jalan pengetahuannya. Quang Van Son memberitahukan: “Sejak masa kecil, saya telah berkontak dengan banyak artefak etnis minoritas Cham dan saya sangat mencintai kebudayaan etnis minoritas Cham. Saya memutuskan tidak masuk Sekolah Menengah Bahan Pangan dan Bahan Makanan kota Ho Chi Minh untuk menempuh ujian masuk jurusan arkheologi Institut Ilmu Sosial dan Humaniora kota Ho Chi Minh agar di kemudian hari mempunyai kesempatan meneliti kebudayaan etnis saya”.

Hal yang patut dikagumi dari Quang Van Son ialah keasyikannya terhadap ilmu pengetahuan dan usaha mengatasi kesulitan untuk menggeliat diri. Lahir dan dibesarkan di tengah-tengah satu keluarga miskin dan beranak banyak, Quang Van Son hamopir-hampir harus meninggalkan keasyikannya terhadap penelitian arkheologi, tapi, dia tetap berusaha mengatasi semua kesulitan untuk melaksanakan impiannya. Profesor Muda, Doktor Thanh Phan, dosen Institut Ilmu Sosial dan Humaniori kota Ho Chi Minh mengatakan: Saudara Quang Van Son adalah orang yang bersemangat dengan penelitian, tapi, karena keluarganya sangat miskin, tidak cukup uang bagi dia untuk meneruskan tingkat purna universiter. Para dosennya telah memberikan semangat kepada dia supaya terus mengikuti tingkat purna universitas”.

Sekarang ini, Quang Van Son menjadi Wakil Direktur Pusat UNESCO Penelitian dan Konservasi Kebudayaan Etnis Minoritas Cham di kota Ho Chi Minh. Bagi Quang Van Son, dapat belajar dan melakukan penelitian situs-situs peninggalan sejarah kebudayaan etnis minoritas Cham merupakan kegembiraan besar. Selama ini, Quang Van Son telah punya banyak hasil penelitian ilmu yang diumumkan di Majalah Arkheologi dan annual Pusat UNESCO tentang Penelitian dan Konservasi Kebudayaan Etnis Minoritas Cham, ikut serta dalam banyak lokakarya di dalam dan luar negeri dan mendapat penilaian tinggi dari kalangan ilmuwan. Doktor Truong Van Mon, dosen Institut Ilmu Pengetahuan dan Humaniora kota Ho Chi Minh, Direktur Pusat UNESCO tentang Penelitian dan Konservasi Kebudayaan Etnis Minoritas Cham memberitahukan: “Saya melihat bahwa saudara Quang Van Son adalah orang yang sangat berkemampuan dalam pekerjaan dan bersamangat dengan pekerjaan sosial. Dari masa  mahasiswa, Quang Van Son telah hangat ikut serta pada pekerjaan Liga Pemuda dan asosiasi. Setelah tamat tingkat universiter, Quang Van Son terus menempuh ujian untuk purna universiter dan mendapat undangan dari Pusat UNESCO tentang Penelitian Kebudayaan Etnis Minoritas Cham untuk bekerja. Quang Van Son telah melaksanakan pekerjaannya secara baik dan mempunyai banyak  hasil penelitian yang dimuat di Majalah Arkheologi dan ikut serta dalam banyak lokakarya. Menurut saya, para pemuda yang punya semangat seperti itu akan mencapai sukses di kemudian hari”.

Tidak hanya asyik pada instansi cabang arkheologi dan situs-situs peninggalan sejarah etnis minoritas Cham, tapi, Quang Van Son juga sangat mencintai desa kerajinan tradisional kampung halamannya, tentang hidup-matinya usaha menenun kain ikat. Justru karena itu, dia telah membuat tema penelitian ilmu pengetahuan dengan tema “Mengkonservasikan dan mengembangkan kejuruan menenun kain ikat etnis minoritas Cham di desa My Nghiep” mencapai penghargaan kedua tentang Penelitian Ilmu Pengetahuan dari Institut Ilmu Pengetahuan dan Humaniora kota Ho Chi Minh dan penghargaan hiburan tentang Penelitian Ilmu Pengetahuan dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Vietnam.

“Tidak ada jalan yang rata”, walaupun mengetahui bahwa jalan ke ilmu pengetahuan masih banyai onak dan duri, tapi dengan tekad dan semangat berani  berpikir, berani berbuat, tidak takut menghadapi semua kesulitan dan tantangan, maka pemuda etnis minoritas Cham yang asyik pada instansi arkheologi Quang Van Son sedang mantap berjalan di atas jalan yang dia pilih./. 

Komentar

Yang lain