Menciptakan syarat yang kondusif bagi mahasiswa Kamboja yang sedang menempuh kuliah di Vietnam

15 Desember 2016 - 17:14:00

(VOVworld)- Hubungan kerjasama Vietnam - Kamboja  tersebar luas di banyak bidang, diantaranya pendidikan dan pelatihan selalu memainkan peranan penting. Terhitung sampai 2015, ada kira-kira 3.000 orang mahasiswa Kamboja yang menempuh kuliah di berbagai basis pendidikan tinggi di Vietnam. Pemerintah Vietnam pada tahun 2015 telah memberikan 1.045 bea siswa jangka panjang dan jangka pendek kepada mahasiswa Kamboja. Disamping itu, para mahasiswa Kamboja juga selalu mendapat perhatian dan bantuan yang sepenuh hati dari sekolahan, dosen dan mahasiswa-mahasiswa Vietnam untuk bisa tenang menempuh kuliah dan mencapai prestasi setinggi-tingginya. 


menciptakan syarat yang kondusif  bagi mahasiswa kamboja yang sedang menempuh kuliah di vietnam hinh 0
Mahasiswa   Kamboja yang sedang menempuh kuliah di Vietnam.
(Foto:Zing News)

Para mahasiswa Kamboja pada umumnya  belajar di bidang-bidang, misalnya farmasi, kedokteran, pertanian, ekonomi, arsitektur, teknik- teknologi, keamanan, pertahanan dan lain-lain.. di berbagai Perguruan Tinggi di kota Hanoi, propinsi Thai Binh, kota Ho Chi Minh dan di beberapa propinsi perbatasan antara dua negara.

Kalau cuaca  di Vietnam Selatan mempunyai banyak kesamaan dengan Kamboja, maka bagi para mahasiswa Kamboja yang sedang kuliah di Vietnam Utara, kesulitan pertama tetap adalah perbedaan  mengenai iklim. Chhay Seng Hua, mahasiswa  tahun terakhir Institut Politeknik Hanoi, Ketua Asosiasi Mahasiswa Kamboja di Vietnam masa bakti 2015-2016 memberitahukan bahwa salah satu diantara kesulitan-kesulitan besar yalah harus menyesuaikan diri dengan cuaca dingin di Vietnam Utara setiap kami musim dingin tiba. Dia memberitahukan: “Syarat hidup di Vietnam dan Kamboja sangat berbeda, baik masalah makanan maupun aktivitas sehari-hari, khusus-nya syarat cuaca. Kami menjumpai banyak kesulitan ketika musim dingin tiba. Para mahasiswa baru ketika menempuh kuliah di Vietnam menjumpai kesukaran tentang kesehatan”.

menciptakan syarat yang kondusif  bagi mahasiswa kamboja yang sedang menempuh kuliah di vietnam hinh 1
Mahasiswi Kamboja dan Laos  di Vietnam.
(Foto: Zing News).

Menguasai akan semua kesulitan itu, berbagai kementerian dan instansi yang bersangkutan dari Vietnam dan berbagai sekolah tinggi di Vietnam telah berusaha menemukan solusi, mengupgrade infrastruktur untuk menjamin syarat  beraktivitas untuk mahasiswa Kamboja. Doktor Ngo Thi Kum Dung, Wakil Rektor Sekolah Tinggi Arsitektur Hanoi memberitahukan:“Asrama mahasiswa di sekolahan kami hanya diperuntukkan bagi obyek-obyek yang mendapat prioritas, sanak keluarga prioritas, satu kamar untuk 8 orang mahasiswa. Namun, bagi para mahasiswa Laos dan Kanboja, menurut Perjanjian antarPemerintah, kami telah membangun baru satu zona asrama untuk mahasiswa dua negeri ini sendiri, dua orang per kamar. Kementerian Pembangunan Vietnam telah memberikan biaya senilai 100 miliar dong Vietnam untuk mengupgrade sistem pengadaan air hangat di seluruh zona asrama”

Thai Binh adalah satu satu propinsi  dimana ada paling banyak mahasiswa Kamboja yang menempuh kuliah di seluruh negeri dengan kira-kira 200 orang mahasiswa. Pada tahun 2014, Sekolah Tinggi Ilmu Kedokteran dan Farmasi Thai Binh telah memobilisasi jumlah uang senilai 10.000 dolar Amerika Serikat untuk memasang sistem pesawat pemanas bagi para mahasiswa Kamboja yang sedang menuntut kuliah di sekolahan. Nguyen Quoc Tien, Wakil Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Kedokteran dan Farmasi Thai Binh memberitahukan: “Propinsi Thai Binh pada tahun 2015 telah membentuk Asosiasi Persahabatan Vietnam-Kamboja. Beberapa anggota asosiasi ini telah menerima menjadi orang tua asuh dari para mahasiswa Kamboja, sebagai sandaran mengenai materiil dan spituil untuk mereka. Pada Hari Raya Tahun Baru Tradisional (atau Hari Raya Tet), tahun 2015, Komite Rakyat propinsi Thai Binh mengadakan pertemuan dengan para mahasiswa Kamboja, memberikan bingkisan dan menyapa mereka. Sehubungan dengan kesempatan ini, meskipun tidak bisa datang ke rumah, tapi mereka bisa tenang tinggal di sekolahan untuk menyongsong Hari Raya Tet dengan warga Vietnam”.

Sementara itu, bagi Kao Rottana, mahasiswa tahun kedua Sekolah Tinggi Ilmu Kedokteran Farmasi Hanoi, semua sumbangan dan keperbagian yang paling praksis diberikan oleh teman-teman sesama kelas. Dia memberitahukan: “Saya sungguh-sungguh berterimakasih kepada teman-teman Vietnam. Pada tahun pertama di sekolahan, saya belum fasih berbahasa Vietnam. Saya tidak bisa memahami banyak pelajaran di kelas. Para mahasiswa Vietnam dengan antusias membantu kami. Kami juga mengadakan jamuan-jamuan dan temu pertukaran pada kesempatan istimewa.. Khususnya, pada Hari Raya Chol Chnam Thmay dari warga Kamboja, kami merayakan event ini di asrama dan mengundang banyak mahasiswa Vietnam”.

Kira-kira 2.000 pejabat Kamboja yang pernah mendapat pendidikan tinggi universiter di Vietnam sedang bekerja dengan jabnatan-jabatan di yang berbeda-beda dalam aparat Negara merupakan bukti yang hidup-hidup tentang bantuan praksis yang diberikan Vietnam kepada Kamboja. Bapak Prak Nguon Hong, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh  Kerajaan Kamboja di Vietnam berharap supaya dua negara akan terus mengembangkan semangat tersebut pada waktu mendatang. Duta Besar Prak Nguon Hong mengatakan: “Saya percaya bahwa pemimpin semua kementerian, instansi, semua perguruan tinggi, para guru dan donor akan terus memberikan bantuan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi para mahasiswa dengan perhatian, bantuan material dan spirituil. Semua tindakan yang baik ini menyimpan perasaan danpertukaran  solidaritas antardua bangsa kita yang sudah ada sejak lama, turut menjaga hubungan  bilateal antara Kamboja dan Vietnam, menuju perinagatan ultah ke-50 penggalangan hubungan diplomatik Vietnam-Kamboja pada tahun 2017”.

Vietnam pada waktu mendatang akan berfokus menatar bahasa Vietnam, bahasa Vietnam pada bidang khusus untuk kaum mahasiswa Kamboja sepanjang proses  pendidikan tinggi. Hal ini tidak hanya membantu memperkuat hasil-guna pendidikan saja, melainkan juga turut meningkatkan pengetahuan dari para mahasiswa Kamboja tentang kebudayaan dan manusia Vietnam.