Vietnam -Thailand: Memperkuat kerjasama untuk berkembang bersama

20 April 2017 - 17:30:00

(VOVworld) – Pada tanggal 6 Agustus 1976, Vietnam-Thailand untuk pertama kalinya menandatangani penggalangan hubungan diplomatik, menciptakan titik balik dan membuka jalan perkembangan hubungan bilateral. Tonggak itu telah membawa hubungan antara dua bangsa menjadi erat dan dekat. Dalam waktu 40 tahun lebih ini, rakyat dua negeri telah menyaksikan perkembangan hubungan bilateral yang sangat kuat secara intensif dan ekstensif di banyak bidang seperti politik, sosial-ekonomi, perdagangan, investasi, kebudayaan, pertahanan, keamanan, pendidikan dan pelatihan. 


vietnam -thailand: memperkuat kerjasama untuk berkembang bersama hinh 0

Ilustrasi
(Foto: internet)


Vietnam dan Thailand mempunyai banyak kesamaan tentang kebudayaan dan dekat di segi geografi, ini merupakan keuntungan-keuntungan yang menciptakan ancang-ancang bagi pengembangan perdagangan bilateral. Pada kira-kira 20 tahun lalu, nilai perdagangan bilateral hanya mencapai kira-kira 500 juta dolar Amerika Serikat (AS) per tahun, tapi sekarang ini telah mencapai 11 miliar dolar AS per tahun dan berusaha mencapai 20 miliar dolar AS pada tahun 2020. Kenyataan memperlihatkan bahwa sudah sejak lama, orang Vietnam sangat menggemari barang dagangan Thailand seperti alas kaki, buah-buahan, barang konsumsi dan sebaliknya, orang Thailand juga sangat menyukai beberapa jenis komoditas Vietnam seperti kopi, teh dan lain-lain. Menurut Deputi Menteri Luar Negeri (Deputi Menlu) Vietnam, Vu Hong Nam, Kepala Komite Negara urusan orang Vietnam di luar negeri dari  Kementerian Luar Negeri Vietnam bahwa Vietnam sedang menjadi destinasi yang atraktif bagi beberapa badan usaha Thailand dengan proyek-proyek sangat besar. Sekarang ini, Thailand adalah investor yang besarnya nomor 10 di antara total para investor di Vietnam dengan hampir 500 proyek investasi senilai hampir 10 miliar dolar AS. Deputi Menlu Vu Hong Nam mengatakan: “ Vietnam sekarang adalah pelanggan yang besarnya nomor 2 dari Thailand di kalangan ASEAN. Sebaliknya, Thailand dewasa ini adalah pelanggan terbesar bagi Vietnam dalam intern ASEAN. Hal itu menjadi bukti terhadap bergelolranya dalam hubungan perdagangan antara dua negara. Dua negara mempunyai banyak hal yang bisa saling melengkapi  ketika barang dagangan dari negeri ini disukai oleh warga dari negeri yang lain. Selain itu, kebijakan dua negara sangat longgar. Dalam tiga sidang kabinet bersama, Pemerintah dua negara membahas langkah-langkah untuk mengurangi rintangan bagi barang dagangan dua negara”.

Kesamaan tentang sosial-budaya  merupakan dasar yang kondusif bagi dua negara untuk memperkuat pembangunan hubungan temu pergaulan antara rakyat dua negeri. Sekarang ini, Vietnam adalah satu negara yang punya jumlah wisatawan besar yang berwisata di Thailand. Akan tetapi, tentang masalah tenaga kerja Vietnam di Thailand maupun masalah eksploitasi lapangan ikan masih ada masalah-masalah belum terselesaikan. Oleh karena itu, Pemerintah dua negara telah melakukan perbahasan untuk mencarai solusi-solusi koordinasi agar tidak mempengaruhi hubungan kerjasama bilateral.. Deputi Menlu Vu Hong Nam memberitahukan: “Dua negara telah membahas dan menandatangani permufakatan kerjasama bilateral (MoU) tentang kerjasama kerjasama ketenaga- kerjaan. Vietnam telah berusaha agar para pekerja ilegal Vietnam di Thailand mendapat syarat untuk mendaftar sebagai pekerja legal. Masalah kedua ialah masalah nelayan dua negeri yang melanggar wilayah laut satu sama lain. Pihak Vietnam telah berulang kali berbahas dengan pihak Thailand untuk membentuk hubungan hotline  agar ketika kaum nelayan negeri ini melanggar wilayah negeri yang lain, kita bisa melakukan hubungan langsung guna mencari pemecahannya”.

Sedangkan, tentang hubungan dalam kerangka ASEAN dan kawasan, selama bertahun-tahun ini, Vietnam dan Thailand juga melakukan banyak kebijakan dalam menjaga lingkungan damai di Laut Timur maupun di kawasan Asia Tenggara. Menurut penilaian Deputi Menlu Vu Hong Nam, walaupun bukan negara yang bersangkutan langsung dengan masalah Laut Timur, tapi Thailand selalu aktif dan memainkan peranan penting di forum-forum tentang Laut Timur. Dia mengatakan: “Pada tahap 2012-2015, ketika Thailand menjadi koordinator hubungan ASEAN-Tiongkok, Thailand telah menciptakan kemajuan dan pendekatan satu sama lain dalam mengusahakan pengertian bersama antara ASEAN dan Tiongkok dalam membangun COC. Bisa dikatakan bahwa diplomasi  yang dinamis dengan banyak gagasan dan  inisiatif bersama dengan negara-negara ASEAN mencari solusi atas masalah Laut Timur, Thailand terus memainkan peranan penting dalam mengusahakan solusi yang berkesinambungan dan berjangka-panjang atas masalah Laut Timur”.

Bisa dikatakan, semua prestasi yang dicapai dalam waktu 40 tahun ini menciptakan fundasi yang mantap bagi hubungan antara Vietnam dan Thailand untuk semakin berkembang secara baik. Dengan pengertian dan kepercayaan satu sama lain, dengan kebutuhan kerjasama untuk bersama berkembang antara dua negara serta dengan potensi perkembangan  antara dua negara, maka hubungan Vietnam-Thailand akan  mendapat banyak tenaga pendorong baru untuk berkembang secara lebih komprehensif dan mantap pada masa depan, demi kepentingan rakyat dua negeri, memberikan sumbangan pada perdamaian, kestabilan dan perkembangan dan kemakmuran baik di Asia maupun di dunia.