Membela hak anak-anak dalam menghadapi pengaruh perubahan iklim

17 Maret 2017 - 17:30:00

(VOVworld) – Perubahan iklim sedang berlangsung dalam skala global. Dalam upaya keras untuk membela hak manusia dalam menghadapi pengaruh yang ditimbulkan oleh perubahan iklim, Vietnam memberikan perhatian  khusus terhadap hak anak-anak dan kelompok yang paling rentan menghadapi pengaruh perubahan iklim, bencana alam dan gejala-gejala iklim yang ekstrimis. Hal ini telah dikemukakan oleh wakil Vietnam sebagai satu pengalaman praktek di depan Persidangan tahunan ke-34 Dewan Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB) yang berlangsung dari 28/2-24/3/2017, di Jenewa, Swiss. 


membela hak anak-anak dalam menghadapi pengaruh perubahan iklim hinh 0
Deputi Menlu Ha Kim Ngoc (kanan)
di depan Persidangan ke-34 Dewan HAM PBB
(Foto: baotintuc.vn)

Menurut skenario-skenario tentang perubahan iklim yang diajukan oleh Pemerintah Vietnam, sampai tahun 2100, suhu rata-rata setiap tahun akan meningkat kira-kira 2 derajat Celsius terbanding dengan suhu pada dekade-dekade akhir abad XX. Sampai tahun 2100, diprakirakan, gelombang-gelombang udara panas akan meningkat dua kali lipat, jumlah total curah hujan saban tahun akan meningkat dan kemungkinan terjadinya hujan-hujan lebat dan bencana banjir juga akan meningkat.


Anak-anak tergolong dalam kelompok obyek yang paling rentan

Vietnam berada pada posisi ke-13 di antara 170 negara yang dianggap mudah terpengaruh oleh perubahan iklim dalam waktu 30 tahun mendatang dan adalah salah satu di antara 16 negara yang “menghadapi bahaya paling tinggi” karena prosentase kemiskinan dan kelaparan yang tinggi, jumlah penduduknya banyak, mudah terpengaruh oleh iklim, tergantung pada lahan pertanian yang mudah mengalami kebanjiran dan kekeringan. Daerah dataran rendah sungai Mekong adalah salah satu di antara tiga pusat yang “menghadapi bahaya tinggi” di dunia tentang jumlah penduduk yang menghadapi bahaya kehilangan tempat tinggal karena kenaikan air laut. Sampai tahun 2050, diprakirakan, di daerah ini ada kira-kira sejuta orang yang menghadapi bahaya kehilangan tempat tinggal.

Seperti halnya dengan negara-negara sedang berkembang lainnya, anak-anak Vietnam tergolong dalam jumlah orang-orang yang menderita pengaruh paling berat karena dampak perubahan iklim yang semakin meningkat, walaupun anak-anak adalah orang-orang yang sedikit bersangkutan dengan sebab-sebab yang menimbulkan perubahan iklim. Jenis-jenis bahaya tentang perubahan iklim yang dijumpai oleh anak-anak sangat beranekaragam, dari pengaruh-pengaruh langsung di segi jasmani seperti angin berpusar, taupan dan suhu udara yang naik dan turun secara mendadak sampai pengaruh-pengaruh tentang pendidikan, ketegangan psikologi dan berbagai kesulitan tentang gizi. Dengan demikian, perubahan iklim bisa berpengaruh terhadap hak anak-anak dari banyak sudut, meliputi juga kesehatan, jiwa, pendekatan pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga dan lain-lain.


Menyusun kebijakan menghadapi perubahan iklim dengan menganggap anak-anak sebagai sentral

Pembuatan kebijakan menghadapi perubahan iklim dengan menganggap anak-anak sebagai sentral telah ditegaskan oleh Deputi Menteri Luar Negeri (Deputi Menlu) Vietnam, Ha Kim Ngoc, Kepala delegasi Vietnam di depan sesi perbahasan tingkat tinggi Dewan HAM PBB tentang pengaruh perubahan iklim terhadap hak anak-anak pada 2/3/2017. Deputi Menlu Ha Kim Ngoc menekankan tiga isi yang diprioritaskan oleh Vietnam dalam menjamin hak anak-anak dalam menghadapi pengaruh perubahan iklim. Yaitu membuat kebijakan-kebijakan menghadapi perubahan iklim dengan menganggap anak-anak sebagai sentral, meningkatkan pemahaman tentang pengaruh perubahan iklim terhadap anak-anak dan memperkuat kerjasama internasional dan regional dalam menghadapi semua pengaruh perubahan iklim terhadap anak-anak.

Dalam kenyatannya, Vietnam telah menyelipkan semua isi tentang hak anak-anak dalam kebijakan nasional tentang perubahan iklim, mementingkan penanganan semua pengaruh perubahan iklim terhadap hak anak-anak dalam proses melaksanakan Permufakatan Paris tentang perubahan iklim dan Agenda 2030 demi perkembangan yang berkesinambungan. Vietnam juga berusaha bekerjasama dengan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) dan para mitra dalam membuat strategi meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh bencana alam yang menganggap anak-anak sebagai sentral. Vietnam juga memperkuat sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang perubahan iklim, memacu anak-anak supaya benar-benar ikut serta dan memberikan sumbangan pada upaya menghadapi perubahan iklim dan bencana alam. Salah satu titik cerah dari masalah ini ialah Vietnam telah berupaya memobilisasi sekolahan, keluarga dan seluruh masyarakat untuk mempersenjatai pengetahuan-pengetahuan dasar kepada anak-anak tentang lingkungan, perubahan iklim  maupun kemampuan-kemampuan penanganan yang perlu untuk meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh bencara alam.

Meminimalkan pengaruh perubahan iklim terhadap hak anak-anak merupakan kelanjutan dari gagasan yang dikeluarkan oleh Vietnam di depan Dewan HAM ketika masih menjadi anggotanya dalam masa bakti 2014-2016. Ini juga merupakan isi prioritas primer yang dijalankan oleh Vietnam dewasa ini, terutama pada latar belakang Vietnam sedang menghadapi tantangan-tantangan berat akibat perubahan iklim dan bencana alam.