Datang ke desa Tra Que untuk mengunjungi desa sayur-sayuran organik tradisional

(VOVworld) – Siapa saja yang pernah mencicipi masakan-masakan khas di kota Hoi An misalnya “Cao lau”, nasi ayam, udang, dll, maka pasti akan merasa sangat terkesan dengan bermacam-macam sayuran yang dimakan bersama dengan masakan-masakan khas ini. Tapi tidak banyak orang yang tahu bahwa hal yang menciptakan keunikan dan rasa tersendiri dari masakan-masakan ini ialah bermacam-macam jenis sayur-sayuran yang ditanam dengan proses yang khas dari desa sayuran penghasil Tra Que. Desa yang sudah berusia 500 tahun ini terkenal dengan kejuruan menanam sayur-sayuran organik, bermutu tinggi dan segar sepanjang tahun. Produk sayuran desa Tra Que telah mendapat sertifikat brand sayuran organik yang diberikan Direktorat Kepemilikan Intelektual. 


Datang ke desa Tra Que untuk mengunjungi desa sayur-sayuran organik tradisional - ảnh 1
Petani desa Tra Que menyirami barisan sayurannya
(Foto: baomoi.com)



Jauhnya kira-kira 3 Km dari kota kuno Hoi An, desa sayuran Tra Que terletak di tengah-tengah sungai De Vong dan danau ganggang Tra Que. Di desa ini ada 220 kepala keluarga petani, tapi ada sampai 130 kepala keluarga yang khusus menjadi petani sayur-sayuran. Bermacam jenis sayuran yang hijau terletak di satu lahan seluas 40 Ha, di sekelilingnya ialah rumah-rumah genteng merah yang kecil mungil. Di lahan ini ditanam 20 jenis sayuran, khususnya ada juga bermacam-macam jenis sayur-sayuran yang enak dan tak ada bandingan seperti: selasih, daun bawang, perilla, bijanggut, dll. Ketika mencampur semua jenis sayuran ini akan terhimpun lengkap 5 rasa yaitu pedas, asam, manis, pahit dan sepat.

Setiap kepala keluarga desa ini memiliki kira-kira 500 m2 lahan tanaman. Saudari Minh Chau, seorang warga desa Tra Que yang sedang menimba air dari sumur di tengah-tengah lahannya untuk menyirami barisan-barisan sawi hijau memberitahukan bahwa keluarganya sudah 4 generasi menanam sayur-sayuran di desa ini.

Saudari Minh Chau memberitahukan: “Sepanjang tahun saya menanam sayur-sayuran dan setiap musim ada jenis sayuran sendiri. Baik pada musim taufan atau masa terjadi kekeringan sehingga di tempat-tempat lain tidak bisa menanam sayur-sayuran, tapi di desa kami tetap bisa menanam sayur-sayuran. Karena tanah di sini ialah tanah endapan lumpur sungai dan ditambah ada sumur di tengah-tengah sawah sendiri. Khususnya kami hanya menggunakan jenis pupuk organik, tidak menggunakan obat anti hama atau bahan kimia apapun. Rata-rata setiap hari kami mendapat 200.000 dong Vietnam dengan menjual sayur-sayuran”.

Jenis pupuk organik khusus yang disebutkan saudari Minh Chau ialah sumber gangang yang kaya-raya di sungai Co Co atau danau ganggang Tra Que. Sungai Co Co selama bertahun-tahun ini tidak hanya memberikan kepada daerah ini lapisan endapan lumpur yang subur saja, tapi juga sumber ganggang yang tak ada habis-habisnya sebagai pupuk tanaman. Karena itu, maka sayur-sayuran di daerah ini selalu tumbuh segar, organik dan rasanya tidak berubah dari tahun ke tahun. Ho Van Hua yang baru saja memaneni 3 barisan daun bawang kemudian mengikatnya menjadi ikatan-ikatan kecil menunggu datangnya pedagang, memberitahukan tentang prosedur penanaman sayur-sayuran di desa ini.


Datang ke desa Tra Que untuk mengunjungi desa sayur-sayuran organik tradisional - ảnh 2
Sayur-sayuran di desa ini menggunakan air dari pengeboran
(Foto: laodong.com.vn)



Di tempat ini kami menggunakan daun pohon dan ganggang yang diambil dari sungai Co Co dan danau-danau di sekitarnya. Perlu beberapa kereta sapi baru cukup. Setelah itu kita mencangkul kira-kira 10 cm dalamnya, lalu memberikan satu lapisan ganggang atau dedaunan di atasnya. Ganggang mengandung banyak gizi dan membantu mempertahankan kelembaban dalam proses pertumbuhan sayur-sayuran. Oleh karena itu, sayur-sayuran di sini selalu organik. Pada musim panas kami menanam daun bawang, selain itu kami juga menanam daun selasih atau sawi, dll”. Kata Hua.

Dengan demikian, setiap musim ada jenisnya sendiri, maka sepanjang tahun sayur-sayuran di desa ini selalu tampak hijau. Dari sini, sayur-sayuran organik tersebar-sebar ke seluruh penjuru kota dan daerah-daerah di sekitarnya. Gembira karena mendapat satu pikulan sayur-sayuran organik yang bagus, saudari Ut Minh dengan gembira memberitahukan: “Saya sudah menjual sayur-sayuran di kota Da Nang selama 10 tahun ini. Biasanya saya membeli sayur-sayuran organik di desa Tra Que. Sayur-sayuran di desa ini hanya dikasih pupuk biologi saja, bukan pupuk kimia biasa dan tidak menggunakan obat sehingga saya menjadi pelanggan permanen di desa ini. Pelanggan-pelanggan saya sendiri juga kenal sayur-sayuran ini jadi mereka sangat senang karena ia adalah sayur-sayuran organik 100%”.

Sambil berbicara, saudari Ut Minh dengan cekatan mengikat bermacam-macam jenis sayurannya menjadi satu bungkus besar dan mengikatnya di belakang sepedanya. Membiarkan air keringat yang membasahi bajunya, dia mengenakan caping dan tergesa-gesa naik sepeda untuk pulang agar tidak telat dengan waktu pasaran sore di kota Da Nang./.
Pada tahun-tahun belakangan ini, desa sayur-sayuran Tra Que menjadi populer bukan hanya karena kualitas sayur-sayuran organik saja, tapi juga karena para petani sudah mulai melakukan wisata. Marilah Anda sekalian bersama-sama mencaritahu tentang paket wisata ini melalui reportase yang berjudul: “Sehari menjadi petani di desa penghasil sayuran Tra Que” dalam rubrik ini pekan depan.
Berita Terkait

Komentar

Yang lain