Rakyat etnis Khmer propinsi Tra Vinh dengan gerakan menyumbangkan lahan untuk membangun pedesaan baru

 (VOVworld) – Di propinsi Tra Vinh sekarang, ada kira-kira 30 persen jumlah penduduk yang adalah rakyat etnis minoritas Khmer, hidup secara terpusat di daerah pedesaan. Melalui 4 tahun melaksanakan Program target nasional pembangunan pedesaan baru, propinsi Tra Vinh telah mendapat 13/85 kecamatan yang diakui sudah menyelesaikan semua kriterium pembangunan pedesaan baru. Hasil ini dicapai karena ada gagasan Pemerintah dan kebulatan pendapat tinggi dari rakyat, diantaranya ada rakyat etnis Khmer.



Rakyat etnis Khmer propinsi Tra Vinh dengan gerakan menyumbangkan lahan untuk membangun pedesaan baru - ảnh 1
Rakyat etnis Khmer propinsi Tra Vinh dengan gerakan menyumbangkan lahan
 untuk membangun jalan-jalan
(Foto : travinhtv.vn)


         Ngoc Bien merupakan kecamatan pedalaman di kabupaten Tra Cu yang berprosentase rakyat etnis minoritas Khmer sebanyak 81 persen jumlah penduduk di sini terutama hidup dari usaha bertani, dengan kehidupan yang mengalami kesulitan, diantaranya jumlah kepala keluarga miskin cukup tinggi. Dengan melakukan secara baik pekerjaan sosialisasi dan penggerakan rakyat, maka rakyat di kecamatan Ngoc Bien bersedia menyumbangkan lahan palawija,  pohon buah-buahan secara sukarela untuk membangun proyek kesejahteraan sosial. Kim Ray, pelopor gerakan memberikan tanah secara sukarela untuk membangun jalan mengatakan: Dengan berpadu tenaga, tidak peduli jalannya panjang atau pendek, jalan aspal atau beton, semuanya bisa selesai dan mobilitasnya yang kondusif. Sebelumnya, tidak ada jalan yang menyambung dengan jalan propinsi, maka transportasi palawija dan perberasan sangat sulit, sekarang setelah jalan selesai, maka transportasi  ini menjadi lebih kondusif”.

Seperti halnya dengan kecamatan Ngoc Bien, di kecamatan Hieu Tu, kabupaten Tieu Can yang merupakan kecamatan pedalaman populasinya 67 persen yang adalah rakyat etnis Khmer. Setelah 4 tahun mengggelarkan program pembangunan pedesaan baru, wajah daerah telah berubah secara jelas, khususnya jaringan jalan-jalan. Yang tipikal, kepala keluarga bapak Son Om, di dukuh O Trom, meskipun bukanlah keluarga yang kaya, tetapi dia tetap menyumbangkan lahan 300 m2 secara sukarela untuk membangun jalan. Dia mengatakan: Dengan penggerakan dari pemerintah di daerah dalam membangun jalan bagi dukuh O Trom, saya sangat gembira dan bersedia menyumbangkan lahan kepada Negara untuk membangun jalan, menciptakan syarat yang kondusif kepada rakyat untuk mengembangkan ekonomi dan pergi secara kondusif, diantaranya juga ada keluarga saya”.

Bapak Son On juga dengan aktif memberikan penjelasan kepada umat Buddhis supaya berpadu tenaga melaksanakan proyek-proyek menurut pedoman: "Negara dan rakyat bergotong-royong". Dia telah menggerakkan 33 kepala keluarga menyumbangkan lahan sebanyak 5000 m2 bersama dengan biaya lebih dari 40 juta dong Vietnam  bersama dengan biaya Negara guna menyelesaikan jalan antar-dukuh. Lam Van Hieu, Ketua Komite Rakyat kecamatan Hieu Tu, kabupaten Tieu Can mengatakan:Setelah 3 tahun mencanangkan gerakan pembangunan pedesaan baru, mayoritas rakyat telah menyetujui, mendukung dan bersedia menyumbangkan lahan, palawija untuk membangun jalan-jalan. Sekarang masih ada dua jalan di dua dukuh O Tron dan O Trao yang sampai sekarang ini telah membebaskan lapangan. Organisasi Partai dan Komite Rakyat kecamatan ini juga telah memberikan usulan kepada kabupaten dan propinsi supaya membangun dua jalan ini”.

Karena kesepakatan tinggi, sumbangan tenaga dari rakyat dan investasi dari Pusat, meskipun adalah daerah yang paling miskin di kawasan, tapi sampai sekarang, propinsi Tra Vinh telah mendapat 13 diantara 85 kecamatan yang mencapai keseluruhan 19 kriterium pembangunan pedesaan baru. Propinsi Tra Vinh mengajukan target sampai akhir tahun ini, ada 7 kecamatan lagi yang menyelesaikan kriterium pembangunan 

Komentar

Yang lain