Sehari menjadi petani di desa Tra Que

(VOVworld) – Kalau dulu kaum tani di desa Tra Que, kota Hoi An, provinsi Quang Nam (Vietnam Tengah) hanya memperoleh pendapatan dari usaha menjual sayur organik, tapi sekarang ini, mereka memperoleh satu keuntungan lagi ketika berkoordinasi dengan pemerintahan daerah melakukan usaha wisata. Selama tahun-tahun belakangan ini, paket wisata “Sehari menjadi petani” di desa Tra Que telah menjadi kekhususan sendiri di kota Hoi An dan menyerap kedatangan banyak wisatawan untuk berwisata dan mencari tahu tentang cara menanam sayur di sini. 

Yang ikut serta dalam paket wisata ini ialah wisatawan-wisatawan yang datang dari Perancis. Ada 10 orang laki-laki, wanita, orang lansia dan pemuda yang bekerja di sesama perusahaan sedang beristirahat selama berhari-hari di Vietnam. Informasi tentang paket wisata “Sehari menjadi petani” diberikan oleh hotel Marve, tempat penginapan mereka.



Sehari menjadi petani di desa Tra Que - ảnh 1
Para wisatawan dalam pakaian petani
(Foto : Huong Tra/VOV5)

Tepat pada pukul 8.00 pagi hari, Phuong Thao, pemandu wisata sudah hadir di hotel untuk menyambut wisatawan. Di luar hotel, 10 sepeda bersama dengan 10 caping telah disiapkan untuk wisatawan“Kita akan naik sepeda untuk datang ke desa sayur organik tradisional Tra Que yang jauhnya kira-kira 3 kilometer. Karena jalannya tidak lebar, maka Anda Sekalian supaya bersepeda berderetan. Saya akan memelopori dan berjalan lambat agar Anda Sekalian bisa mengejar. Karena ada teriknya sinar matahari maka Anda Sekalian supaya memakai caping. Marilah kita berangkat”.

10 wisatawan Perancis dengan senang memakai caping dan memulai perjalanan ke desa sayur Tra Que dengan sepeda. Pada pagi harinya walaupun ada sinar matahari, tapi suasananya masih sejuk sangat edak di badan.

Setelah 30 menit naik sepeda, Philippe dan para temannya telah tiba di desa menanam sayur Tra Que. Di depan mata mereka terbentang satu warna hijau. Berbagai jenis  sawi  India, bawang daun dan lain-lain ditanam menjadi alur yang teratur rapi. Warung yang beratap daun dibangun di  ujung desa adalah tempat untuk membeli karcis wisata dan mempersiapkan pakaian untuk wisatawan dan melayani minuman. Masuk warung ini, kelompoknya saudara Philip mengenakan baju yang berwarna coklat nampak seperti petani sesungguhnya dan mulai mengunjungi ladang sayuran.

Mereka suka memotret dan mendengarkan perkenalan tentang cara menanam sayur yang khusus di daerah ini yang disampaikan oleh pemandunya. Ketika datang ke ladang keluarga saudari Le, seorang petani di desa Tra Que, para wisatawan dengan mata kepala sendiri melihat cara mencangkul tanah, menyebar ganggang, biji sayur sawi dan lain-lain. Philippe dengan antusias memegang cangkul dan mencangkul tanah di lahan yang luasnya kira-kira 3 meter persegi dengan bimbingan saudari Le. Tetesan-tetesan keringatnya mengalir di wajahnya, tapi Philip merasa antusias ketika langsung melakukan pekerjaan dari seorang petani. Dia mengatakan: “Saya sangat terkesan dengan teknik menanam sayur dengan biologi yang dilakukan kaum petani di sini, terutama ketika dapat ikut melakukan penanaman bersama dengan mereka. Semua gerak tidak mudah. Dan yang paling mengherankan ialah pupuk di sini diambil dari tumbuhan ganggang di sungai”.


Sehari menjadi petani di desa Tra Que - ảnh 2
Philippe sedang meletakkan tumbuhan ganggang
(Foto : Huong Tra/VOV5)


Saudari Le dengan hangat memberikan bimbingan teknik kepada para wisatawan. Dia merasa bangga ketika turut menyosialisasikan citra daerahnya kepada wisatawan. “Orang asing sangat ingin datang ke sini. Ladang di sini punya jalan beton, maka tidak takut kalau wisatawan akan merusak sayur. Saya juga merasa tidak repot ketika wisatawan datang ke sini. Semakin ada banyak wisatawan berarti sayur Tra Que semakin dikenal oleh banyak orang, tidak hanya di dalam negeri saja, tapi juga di luar negeri”.


Sehari menjadi petani di desa Tra Que - ảnh 3
Saudari Le memberikan bimbingan teknik kepada wisatawan
(Foto : Huong Tra/VOV5)

Setelah mengelilingi ladang sayuran yang luasnya 40 hektar, para wisatawan masuk rumah beratap daun di ujung desa untuk menikmari glas minuman E, satu minuman khas di provinsi Quang Nam yang berguna untuk menawarkan panas. 10 gentong kayu dengan air yang dicampur daun pohon bahan farmasi disiapkan kepada para wisatawan untuk merendam kakinya ke dalam air setelah kunjungan praktek. Semua rasa lelah akan hilang setelah kaki-kaki wisatawan dipijati oleh para gadis Vietnam Tengah. Mereka juga menyanyikan lagu-lagu rakyat Quang Nam yang penuh dengan nuansa daerah pedesaan. Semua wisatawan merasa puas. Nicolas, wisatawan dalam rombongan tersebut mengatakan: “Saya baru saja mencangkul tanah, cuaca sangat panas, tapi setelah diurut dengan daun pohon farmasi dan menikmati lagu-lagu rakyat, maka saya tidak lagi merasa lelah, Rasanya sangat senang. Warga di sini ramah. Pada umumnya, ini merupakan satu pengalaman yang sangat menyenangkan  saya”.

Berpisah dengan warga-warga desa Tra Qua yang tulus dan prasaja, para wisatawan terus naik sepeda untuk kembali ke pusat sektor kota kuno Hoi An, mengakhiri paket wisata yang sulit dilupakan di kawasan Vietnam Tengah yang kaya dengan sinar matahari dan angin ini./. 


Berita Terkait

Komentar

Yang lain