Masakan ikan asam tradisional di kalangan warga etnis minoritas Gie Trieng

28 Maret 2017 - 17:30:00

(VOVworld) -  Masakan ikan asam merupakan satu jenis masakan tradisional yang sudah ada sejak lama di kalangan warga etnis minoritas Gie Trieng di daerah Tay Nguyen pada umumnya. Bagi warga etnis Gie Trieng, cabang di propinsi Quang Nam, Vietnam Tengah, masakan ikan asam merupakan satu jenis masakan utama, khususnya tidak bisa kurang ada pada hari-hari raya dan pesta. 


masakan ikan asam  tradisional di kalangan warga etnis minoritas gie trieng hinh 0
Ilustrasi.
(Foto: Koran Gia Lai).

Masakan ikan asam warga di kalangan etnis minoritas Gie Trieng diolah  secara cukup teliti dan hati-hati, karena masakan tradisional ini tidak hanya merupakan jenis  masakan utama saja, melainkan juga digunakan dalam waktu panjang, dihidangkan kepada tamu atau dihadiahkan. Ini juga merupakan jenis masakan yang tidak bisa kurang ada  dalam semua peristiwa  yang penting di desa. Oleh karena itu, cara mengolah dan memilih ikan juga cukup teliti. Ikan yang dipilih adalah ikan yang bernama Nien, tulang-nya lunak. Saudara An Ghin, di desa Lao Du, kecamatan Phuoc Xuan, kabupaten Phuoc Son, propinsi Quang Nam memberitahukan:“Untuk bisa mengolah ikan supaya enak, orang harus memilih ikan-ikan Nien yang besar dan segar.  Dalam proses pengolahan, ikan harus segar. Kalau mengolah ikan seperti itu, masakan akan harum baunya dan enak rasanya”.

Setelah mengeluarkan usus-nya, ikan akan dibersihkan sekali lagi, setelah itu diiris tulangnya sepanjang tulang belakang, dikeringkan kemudian direndam dengan bumbu. Ikan yang besar diperjakan dulu untuk diletakkan di bawah guci, sedangkan ikan yang  kecil diletakkan di atas.

Cara mengolah ikan asam juga mempunyai ciri-ciri sendiri. Untuk bisa mengolah ikan asam yang enak, harus mematuhi proses dan kiat dalam merendam bumbu. Satu ciri khas dalam pengolahan ikan asam yalah tidak menggunakan minyak makan dan sangat memperhatikan dalam mengatur rasa, seperti rasa asam, rasa pedas dan rasa asin. Semua bumbu ini direndam sendiri untuk setiap ikan. Saudara An Ghin, warga desa Lao Du, kecamatan Phuoc Xuan, kabupaten Phuoc Son, propinsi Quang Nam memberitahukan:“Pada hari-hari raya besar atau menyambut kedatangan teman-teman, kami menghidangkan masakan ikan asam, ini merupakan satu jenis masakan tradisional kami. Ini merupakan satu jenis masakan tradisional warisan nenek moyang kami ”.

Metode mengolah ikan asam sepenuhnya bersandarkan pada pengalaman yang ditinggalkan dan diwariskan oleh warga etnis Gie Trieng dari generasi ke generasi.

     Justru hal ini telah membuat masakan ikan asam di kalangan warga etnis Gie Trieng tidak bisa dikelirukan  dengan sebarang etnis manapun. Masakan rakyat ini telah berkaitan dengan kehidupan warga etnis Gie Trieng. Ketika pergi ke huma, mereka membawa ikan asam untuk dimakan bersama dengan nasi. Untuk bisa ada satu guci ikan asam yang enak, ikan selalu diasinkan dalam guci yang dibuat dari tanah, jumlah ikan rata-rata dari 1-1,5 Kg setiap guci. Masalah menutup guci setelah selesai juga harus diperhitungkan. Setelah selesai, guci ikan asam akan disimpan di satu sudut di dekat dapur. Maka guci ikan asam akan cepat digunakan dan serangga tidak bisa masuk.

Setiap etnis di Vietnam  mempunyai cara makan dan masakan-masakan yang berbeda-beda. Hal itu memanifestasikan praktek secara hidu-hidup dan adat kebiasaan beraktivitas dari etnis itu. Ikan asam dari warga etnis Gie Trieng dikombinasikan secara harmonis dari produk hutan dan sungai yang dianggap sebagai satu jenis masakan tradisional yang selalu dikaitkan dengan makan-makan  dan hari-hari naik huma atau dalam pesta- pesta desa.

 Semua orang yang pernah berkunjung di daerah Lao Du, ketika masuk ke rumah warga etnis Gie Trieng, mudah melihat di semua keluarga ada beberapa guci ikan asam yang dimakan secara berangsur-angsur. Desa Lao Đu juga merupakan daerah di mana ada brand ikan asam yang paling enak di kabupaten, tetapi mereka tidak pernah menjual masakan khas ini. Kalau jumlah-nya banyak, mereka juga  memberikan-nya kepada para warga sama desa dan sebagian dihidangkan kepada tamu agung sehubungan dengan peristiwa-peristiwa  penting dalam keluarga saja.