Internal NATO berselisih tentang hak tender kontrak-kontrak pertahanan pasca Brexit

(VOVWORLD) - Koran “The Telegraph” memberitahukan bahwa Presiden Perancis, Emmanuel Macron telah membuat para sekutu dalam Organisasi NATO marah ketika Perancis berusaha mencegah perusahaan-perusahaan pertahanan Inggris berpartisipasi mênnderkan kontrak-kontrak pertahanan yang menguntungkan di Uni Eropa setelah keluarnya Inggris dari Uni Eropa – Brexit. 
Internal NATO berselisih tentang hak tender kontrak-kontrak pertahanan pasca Brexit - ảnh 1 Presiden Perancis, Emmanuel Macron (Foto: AFP)

Para pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) dan para diplomat Uni Eropa telah memperingatkan bahwa pendirikan yang keras Perancis menghadapi bahaya menimbulkan perpecahan dalam internal negara-negara anggota NATO, tanpa memperdulikan beberapa pendapat protes dari  Brussels yang mengatakan bahwa ini merupakan program militer Uni Eropa dan hal ini tidak mempengaruhi NATO.

Dalam surat yang dikirimkan kepada Wakil senior urusan keamanan dan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini, para pejabat pertahanan AS menuduh Uni Eropa mencegah negara-negara sekutu NATO yang tidak adalah anggota Uni Eropa ikut serta pada tender dan mengatakan bahwa hal ini akan merusak hubungan dengan semangat konstruktif antara NATO dan Uni Eropa.

Komentar

Yang lain