Kelompok pemberontak bertanggung jawab atas pembunuhan yang gagal terhadap Presiden Venezuela

(VOVWORLD) - Satu kelompok pemberontak rahasia yang meliputi unsur sipil dan militer Venezuela, pada Minggu (05 Agustus), telah mengakui berdiri di belakang rencana melakukan pembunuhan terhadap Presiden negara ini, Nicolas Maduro.

Menurut itu, dalam pernyataan kepada satu tokoh oposisi yang bermakas di AS dan dimuat di Website Youtube-nya, kelompok yang bernama “Gerakan serdadu kaus oblong nasional” telah bertanggung jawab atas intrik melakukan pembunuhan terhadap Presiden Nicolas Maduro ketika pemimpin tersebut sedang berpidato dalam ucapara peringatan ultah ke-81 pembentukan Pasukan Bela Diri Nasional Venezuela pada Sabtu sore (04 Agustus).

Juga pada hari yang sama, Koran “El Nacional” mengutip kata-kata Maksa Agung Tarek Saab yang mengumumkan telah melakukan investigasi terhadap kasus pembunuhan tersebut. Dia menilai bahwa berdasarkan pada perkembangan kasus ini, pembunuhan yang gagal tersebut mungkin direncanakan dari luar negeri Venezuela.

Yang bersangkutan dengan kasus ini, pada Minggu (05 Agustus), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia dengan keras mencela intrik melakukan pembunuhan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan menekankan bahwa aktivitas ini bertujuan menimbulkan destabilitas di negara Amerika Latin ini. Kemlu Rusia juga menyatakan solidaritas dengan rakyat Venezuela. Sementara itu, Kemlu Suriah juga mencela intrik itu dan berseru supaya menghormati kedaulatan dan memperingatkan jangan melakukan intervensi pada urusan internal negara lain.

Komentar

Yang lain