Memperkuat kerjasama Parlementer antara Viet Nam dan Jepang

(VOVWORLD) - Di sela-sela Konferensi tahunan  ke-27 Forum Parlemen Asia-Pasifik (APPF-27), Kepala  Komoisi Hubungan Luar Negeri Majelis Nasional (MN) Viet Nam, Nguyen Van Giau, pada Rabu (16 Januari), di Kota Siem Reap, Kamboja, telah menerima   delegasi legislator  Jepang yang dikepalai oleh Kepala Komisi Konstitusi  dari Majelis Tinggi Jepang, Takuji Yanagimoto.
Memperkuat kerjasama Parlementer antara Viet Nam dan Jepang - ảnh 1Panorama pertemuan tersebut. (Foto:  qdnd.vn)

Pada pertemuan ini, dua pihak berbahas tentang hubungan kerjasama antara Parlemen  dua negara, tentang peluang dan tantangan serta persiapan Viet Nam dalam melaksanakan semua komitmen Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CP TPP) dan juga berbahas tentang  beberapa masalah yang menjadi minat bersama.

Kepala Komisi Hubungan Luar Negeri MN Viet Nam, Nguyen Van Giau menekankan bahwa hubungan kerjasama antara Parlemen dua negara  telah dan sedang menjadi faktor penting dalam mendorong hubungan kerjasama  komprehensif antara dua negara. Dia berharap agar dua negara terus memperkuat kerjasama dan melakukan koordinasi erat di semua forum internasional dan regional serta dalam masalah-masalah yang menjadi minat bersama; mempertahankan kunjungan-kunjungan dan pertemuan-pertemuan  tingkat tinggi, bekerjasama mengadakan temu pergaulan antar-legislator muda; memperkuat peranan jembatan penghubung dari  para legislator, daerah, temu pergaulan rakyat  pada tahun 2019.

Ketika menekankan kepercayaan antara para pemimpin dua negara sebagai sangat penting untuk mendorong hubungan kerjasama antara Viet Nam dan Jepang, Kepala Komite Konstitusi juga percaya  bahwa untuk  lebih memperdalam  hubungan dua negara, kerjasama dalam rangka APPF adalah sangat penting. Selain pertemuan tingkat tinggi antara dua negara, maka melalui saluran diplomasi  parlementer untuk bisa mengembangkan dan memperkokoh hubungan kemitraan strategis  demi perdamaian dan kesejahteraan di Asia  antara Viet Nam dan Jepang.

Komentar

Yang lain