Pembicaraan tingkat tinggi menegakkan hubungan Kemitraan komprehensif Vietnam-Amerika Serikat

(VOVworld) – Dalam kunjungan resmi Presiden Vietnam, Truong Tấn Sang di Amerika Serikat (AS), pada Kamis (25 Juli), di Gedung Putih, di Washington D.C, Presiden Truong Tan Sang dan Presiden AS, Barack Obama telah melakukan pembicaraan untuk membahas masalah-masalah penting dalam kerjasama antara Vietnam-AS serta masalah-masalah regional dan internasional yang menjadi minat bersama.

Pada pembicaraan ini, Presiden Barack Obama dan Presiden Truong Tan Sang memutuskan menegakkan hubungan kemitraan komprehensif Vietnam-AS berdasarkan prinsip menghormati Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hukum internasional, menghormati institusi politik, kemerdekaan, kedaulatan dan keutuhan wilayah di masing-masing negara.

Hubungan Kemitraan komprehensif Vietnam-AS akan menciptakan kerangka baru bagi hubungan kerjasama antara dua negara di semua segi. Dua pemimpin Vietnam dan AS menekankan bahwa kerjasama ekonomi , perdagangan dan investasi merupakan fundasi dan tenaga pendorong bagi Kemitraan komprehensif Vietnam-AS, menegaskan komitmen menyelesaikan perundingan Perjanjian kerjasama kemitraan lintas Asia-Pasifik (TPP) pada saat yang paling cepat, mungkin pada tahun 2013 ini, dengan memperhitungkan keaneka-ragaman tingkat perkembangan di masing-masing negara dalam kerangka satu perjanjian seimbang dan komprehensif.

Pembicaraan tingkat tinggi menegakkan hubungan Kemitraan komprehensif Vietnam-Amerika Serikat - ảnh 1
Presiden Vietnam, Truong Tan Sang melakukan pembicaraan
 denganPresiden AS, Barack Obama
(Foto: truongtansang.net)

Presiden Barack Obama memuji prestasi-prestasi pembaruan ekonomi yang telah dicapai Vietnam, mencatat perhatian Vietnam tentang pengakuan AS terhadap Vietnam sebagai perekonomian pasar. Dua pemimpin setuju memperkuat koordinasi di forum-forum internasional dan regional seperti: Forum kerjasama Asia-Eropa (APEC), Forum keamanan regional (ARF), Forum tingkat tinggi  Asia Timur (EAS), Forum Menteri Pertahanan ASEAN yang diperluas (ADMM+) …Dua pemimpin menegaskan kembali dukungan terhadap sengkata di Laut Timur dengan langkah-langkah damai dan sesuai dengan hukum internasional, di antaranya ada Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1992 (UNCLOS); bersamaan itu menegaskan kembali mendukung prinsip tidak menggunakan kekerasan atau ancaman menggunakan kekerasan untuk menangani sengketa di laut dan kedaulatan.

Presiden Barack Obama dan Presiden Truong Tan Sang menekankan nilai penaatan secara sepenuhnya Deklarasi tentang perilaku dari semua fihak di Laut Timur (DOC) antara ASEAN dan Tiongkok, serta peranan penyelenggaraan kembali perundingan untuk mencapai Kode Etik tentang perilaku dari semua fihak di Laut Timur (COC) yang berhasil-guna di Laut Timur.

Dua fihak juga membahas beberapa masalah yang masih ada perbedaan, di antaranya ada masalah hak asasi manusia, sepakat terus dengan melewati dialog yang bersifat konstruktif dan saling menghormati memperkuat pengertian, mengurangi perbedaan, jangan membiarkan masalah ini mempengaruhi hubungan yang sedang berkembang secara baik antara dua negara. Yang patut diperhatikan yalah, pada pembicaraan ini, Presiden Truong Tan Sang telah memperkenalkan Presiden Barack Obama surat yang dikirim Presiden Ho Chi Minh kepada Presiden AS, Truman pada 16 Februari 1947, isinya menunjukkan bahwa Vietnam berharap supaya “bisa merdeka seratus persen” dan hasrat menegakkan “kerjasama sepenuhnya” dengan AS. Sekarang ini, surat autentiknya sedang disimpan di Direktorat Arsif Nasional AS.

Setelah pembicaran tersebut, Presiden Truong Tan Sang dan Presiden Barack Obama mengadakan jumpa pers untuk mengumumkan beberapa hasil pembicaraan ini. Presiden Truong Tan Sang menilai: “Kami telah bersama-sama membahas secara erat, intensif dan ekstensif tentang hubungan politik luar negeri, masalah ilmu pengetahuan teknologi, keamanan nasional, pengatasan akibat yang perang ketinggalan, masalah orang Vietnam tinggal di AS serta tentang hak asasi manusia… Setiap masalah dibahas secara sangat terus-terang dan bersifat konstruktif. Kami telah mencapai kesepakatan tinggi. Pada waktu mendatang, akan memperkuat lebih lanjut lagi kontak-kontak tingkat tinggi antara dua negara, bersamaan itu memperkuat peningkatan secara rasional semua mekanisme hubungan dialog di berbagai tingkat. Saya percaya bahwa ini merupakan fundasi yang sangat penting dan menciptakan kepercayaan politik yang sangat tinggi, menciptakan syarat yang kondusif untuk perkembangan di semua masalah yang menjadi minat bersama”.

Presiden Barack Obama juga menekankan keinginan kerjasama antara dua negara serta prospek kerjasama baru di atas dasar penetapan kemitraan komprehensif antara dua negara melalui kunjungan Presiden Truong Tan Sang di AS kali ini. Dia mengatakan “Sekali lagi, saya mengucapkan terimakasih kepada Presiden tentang kunjungannya di AS kali ini. Ini merupakan kesempatan bagi kita untuk menuju ke kerjasama yang lebih mendewasa dalam langkah-langkah selanjutnya terhadap dua negara. Sesungguh-sunguhnya, kita perlu memperkuat lebih lanjut lagi kerjasama tentang perdagangan, ilmu pengetahuan teknologi serta bidang-bidang lain. Hal ini akan mendatangkan kepentingan dan kesejahteraan yang baik bagi kedua negara”.

Juga pada hari yang sama, Presiden Truong Tan Sang telah melakukan pertemuan dengan Senator Patrick Leahy, Ketua Harian Senat AS. Presiden Truong Tan Sang mengapresiasi peranan Senator Leahy dan Senat AS dalam mendorong hubungan dua negara, mengucapkan terimakasih kepada Senator yang telah mendukung proses normalisasi dan perkembangan hubungan antara dua negara. Presiden Truong Tan Sang berharap supaya Senator Leahy terus memberikan sumbangan pada pendorongan hubungan dua negara pada waktu mendatang, serta mendukung pembentukan mekanisme dialog tahunan antar Parlemen, membentuk kembali kelompok legislator demi hubungan Vietnam-AS, mendukung Vietnam dalam perundingan Perjanjian TPP, mengakui status ekonomi pasar Vietnam, menghapuskan langkah-langkah yang menghalangi perdagangan antara dua negara, di antaranya ada program pengawasan ikan tak bersisik baru menurut Undang-Undang Usaha Pertanian 2013, menghapuskan sama sekali embargo senjata terhadap Vietnam, memperkuat bantuan untuk menangani akibat perang, Senat jangan mengesahkan rancangan Undang-Undang dan Resolusi yang tidak menguntungkan bagi perkembangan hubungan dua negara. Pada malam harinya, Presiden Truong tan Sang dan delegasi tingkat tinggi Vietnam telah meninggalkan Washington D.C untuk berkunjung di kota New York./.

Komentar

Berita Terkait
Yang lain