PM Vietnam, Nguyen Xuan Phuc: Mekanisme ASEAN+3 perlu mengarahkan kerjasama pada pertumbuhan ekonomi regional

(VOVWORLD) - Dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang ke-31 (ASEAN 31) dam semua Konferensi yang bersangkutan lainnya, pada Selasa pagi (14 November), Perdana Menteri (PM) Vietnam, Nguyen Xuan Phuc menghadiri KTT ASEAN+3 (yaitu Tiongkok, Jepang dan Republik Korea).
PM Vietnam, Nguyen Xuan Phuc: Mekanisme ASEAN+3 perlu mengarahkan kerjasama pada pertumbuhan ekonomi regional - ảnh 1 PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc dalam KTT ASEAN+3 (Foto: vov.vn)

Pada konferensi ini, para pemimpin mengesahkan “Deklarasi Manila tentang peringatan ultah ke-20 kerjasama ASEAN+3” untuk mengikhtisarkan prestasi-prestasi yang telah dicapai; menegaskan komitmen terus memperkuat kerjasama di semua bidang politik, ekonomi, keuangan, sosial-budaya; memperhebat temu pergaulan rakyat, mengkonektivitaskan badan-badan usaha, mengarah ke tujuan pembangunan komunitas Asia Timur.

Para pemimpin Tiongkok, Jepang dan Republik Korea menegaskan komitmen dengan kerjasama regional, perdagangan bebas, perkembangan ekonomi digital, konektivitas infrastruktur dan mengharapkan agar cepat mengakhiri perundingan tentang Perjanjian Kemitraan Regional yang komprehensif (RCEP); mendukung peranan sentralitas ASEAN dan terus membantu ASEAN menggelarkan secara efektif Visi Komunitas ASEAN 2025.

Sehubungan dengan ini, para pemimpin juga telah mengesahkan satu naskah lain yaitu “Deklarasi para pemimpin ASEAN+3 tentang ketahanan pangan” dan mencatat 2 naskah yaitu Laporan tentang proses penggalaran “Rencana Aksi Kerjasama ASEAN+3” dan “Rencana Aksi Kerjasama Ekonomi ASEAN+3” telah diesahkan oleh para Menteri Luar Negeri ASEAN+3 pada Agustus 2017.

Pada konferensi ini, PM Nguyen Xuan Phuc meminta supaya mekanisme ASEAN+3 perlu mengarahkan kerjasama pada pertumbuhan regional, khususnya perdagangan, keuangan, infrastruktur, mempersempit kesenjangan dalam perkembangan, meningkatkan kemampuan badan-badan usaha mikro, kecil dan menengah. PM Nguyen Xuan Phuc berseru kepada semua negara anggota ASEAN+3 supaya memperhebat kerjasama dalam menghadapi tantangan-tantangan keamanan yang baru muncul, yaitu kriminalitas lintas nasional, perubahan iklim, pengelolaan bencana alam dan wabah penyakit.

PM Nguyen Xuan Phuc berbagi pandangan Vietnam tentang masalah-masalah regional dan internasional yang menjadi minat bersama, menekankan pendirian konsisten Vietnam tentang masalah denuklirisasi semenanjung Korea dan menegaskan lagi pendirian yang telah disepakati oleh ASEAN tentang Laut Timur, khususnya prinsip-prinsip yang tercamtum dalam Komunike Bersama Konferensi Menteri Luar Negeri ASEAN yang ke-50 pada Agustus 2017. PM Nguyen Xuan Phuc juga menegaskan: Vietnam bersedia bersama-sama dengan negara-negara ASEAN lainnya memberikan sumbangan aktif pada upaya-upaya bersama demi perdamaian, stabilitas dan perkembangan di kawasan.

Dalam rangka KTT ASEAN 31 dan semua KTT yang berangkutan lainnya, pada Selasa sore (14 November), para pemimpin ASEAN mengadakan KTT Asia Timur yang ke-12 dengan 8 negara mitra yaitu Tiongkok, Jepang, Republik Korea, India, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Rusia, KTT ASEAN-India yang ke-15, menghadiri acara penandatanganan Kesepakatan ASEAN tentang pembelaan dan pendorongan hak dari kaum pekerja migran, acara penutupan dan serahterima keketuaan ASEAN kepada Singapura.

Komentar

Berita Terkait
Yang lain