Presiden Indonesia Joko Widodo mengadakan upacara penyambutan resmi untuk Sekjen Nguyen Phu Trong

(VOVWORLD) -  Upacara penyambutan resmi untuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV), Nguyen Phu Trong yang melakukan kunjungan resmi di Republik Indonesia dari 22-24 Agustus 2017 diadakan secara khidmat di Istana Presiden di Jakarta, Ibu Kota Republik Indonesia, pada Rabu pagi (23 Agustus). Segera setelah upacara penyambutan ini, Sekjen Nguyen Phu Trong dan Presiden Joko Widodo melakukan pembicaraan tingkat tinggi.
Presiden Indonesia Joko Widodo mengadakan upacara penyambutan resmi untuk Sekjen Nguyen Phu Trong - ảnh 1Pnorama pembicaraan   (Foto: VNA) 

Pada pembicaraan ini, dua pemimpin sepakat menyatakan bahwa kunjungan ini adalah peristiwa yang punya arti sejarah, menciptakan tonggak penting, memperkuat kepercayaan politik, memperkokoh hubungan persahabatan, mendorong kerjasama yang substantif, menciptakan langkah perkembangan baru dan memperdalam lebih lanjut lagi hubungan kemitraan strategis antara dua negara. Dua pemimpin telah berbahas dan menyetujui orientasi-orientasi dan langkah untuk mendorong lebih lanjut lagi hubungan strategis antara dua negara secara lebih menyeluruh dan memperdalam lebih lanjut lagi hubungan kemitraan strategis antara dua negara pada waktu mendatang, demi kepentingan rakyat dua neger,m memberikan sumbangan positif terhadap perdamaian, kestabilan, kerjasama dan perkembangan di kawasan dan dunia,  turut memperkokoh dan memperkuat solidaritas, kesatuan dan kekuatan ASEAN. Dua pemimpin sepakat terus mempertahankan secara permanen kunjungan, memperkuat kontak di semua tingkat dan semua kanal untuk memperluas pengertian, memperkuat kepercayaan politik, mendorong kerjasama yang substantif dan saling menguntungkan, mengembangkan secara efektif semua mekanisme kerjasama yang sudah ada, di antaranya ada Komite kerjasama bilateral dan Komite Gabungan tentang kerjasama ekonomi, ilmu pengetahuan, teknik dan mendorong kerjasama antara daerah dua negara. Dua pemimpin menilai tinggi dan menyatakan bahwa kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan adalah satu titik cerah dalam hubungan antara dua negara selama ini dan adalah pilar kerjasama sangat penting dewasa ini yang perlu diperkuat.  Di atas dasar itu, dua pihak berkomitmen melakukan  koordinasi erat satu sama lain dalam masalah anti-terorisme, kriminalitas siber, teknologi tinggi, perdagangan manusia, narkotika, kriminalitas lintas negara, aktif mempercepat dan cepat mengakhiri perundingan tentang delimitasi zona eksklusif ekonomi, menuju ke solusi menyeluruh yang meliputi masalah menangani masalah-masalah yang bersangkutan dengan kapal penangkap ikan dan kaum nelayan di atas semangat kemanusiaan, persahabatan dan solidaritas di kalangan ASEAN dan sesuai dengan hubungan kemitraan stratragis, menghormati kemerdekaan dan kedaulatan masing-masing negara.

Dua pemimpin juga berbahas tentang masalah-masalah internasional dan regional yang menjadi minat bersama. Dua pemimpin menegaskan kembali arti penting masalah menjaga perdamaian dan kestabilan di kawasan, menjamin keamana, keselamatan dan kebebasan maritim dan penerbangan di Laut  Timur. Dua pihak berkomitmen tersus berkoordinasi memecahkan secara baik masalah-masalah bersama, di antaranya ada masalah anti-terorisme, pajam laut, perlombaan senjata, dan proliferasi senjata nuklir dan lain-lain, bekerjasama secara erat tentang pendirian dan aksi di semua forum internasional dan regional, terutama AEAN, ASEM, APEC, Forum Kerjasama Asia Timur-Amerika Latin dan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lain-lain.

Segera setelah  mengakhiri pembicaraan tingkat tinggi Sekjen Nguyen Phu Trong dan Presiden Indonesia, Joko Widodo menyaksikan penandatanganan berbagai naskah kerjasama antara dua negara. Kedua pemimpin ini juga mengadakan jumpa pers segera setelah penandatanganan tersebut.

Komentar

Berita Terkait
Yang lain