Tradisi Hari Haul Cikal Bakal Bangsa Raja Hung dan ciri baru dalam pesta adat Kuil Raja Hung pada tahun 2012.

(VOVworld) - Barang kali tidak ada negara manapun di dunia yang mempunyai hari haul cikal bakal bersama untuk seluruh bangsa dan mempunyai satu situs peninggalan nasional untuk memuja nenek moyang seperti Kuil Raja Hung di provinsi Phu Tho, Vietnam Utara. Hari Haul Cikal Bakal Bangsa Raja Hung yang diputuskan oleh Negara Vietnam menjadi Hari Haul Cikal Bakal Nasional pada tanggal 10 bulan tiga menurut kalender Imlek saban tahun dan menjadi pesta budaya yang besar secara nasional. Dengan ciri budaya pesta adat tradsional khas yang sudah ada sejak ribuan tahun ini, Vietnam sedang terus menyempurnakan dokumen ilmiah “Kepercayaan memuja Raja Hung di provinsi Phu Tho” untuk meminta kepada UNESCO supaya mengakuinya sebagai warisan budaya bukan kebendaan dari umat manusia. 

  Tradisi Hari Haul Cikal Bakal Bangsa Raja Hung dan ciri baru dalam pesta adat Kuil Raja Hung pada tahun 2012. - ảnh 1        
Kuil Raja Hung di provinsi Phu Tho
(Foto: saigontoseco.com)

  Semua orang Vietnam mengetahui legenda tentang bapak Lac Long Quang yang memperistrikan ibu Au Co dan melahirkan 100 telur,  yang kemudian menetas menjadi  100 putra sehingga terbentuklah etnis-etnis dalam komunitas Vietnam. Oleh karena itu, semua orang Vietnam menganggap dirinya punya asal usul nenek moyang bersama. Legenda itu  sudah ada sejak zaman Raja Hung dan dalam hati orang Vietnam, para raja Hung adalah para pendiri negara Van Lang, negara primitif pertama dalam sejarah Vietnam pada abad ke-4 sampai abad ke lima sebelum Masehi dan justru zaman Raja Hung telah menciptakan situs peninggalan  Kuil Raja Hung yang bersejarah itu. Dewasa ini, banyak artefak arkheologi, situs peninggalan sejarah dan banyak adat istiadat, kebiasaan penduduk setempat telah membuktikan bahwa zaman Raja Hung adalah zaman sungguh-sungguh ada dalam sejarah Vietnam. Nguyen Anh Tuan, ahli arkheologi, Direktur Museum Raja Hung provinsi Phu Tho memberitahukan bahwa “Dengan warisan-warisan budaya arkheologi yang sangat indah dan megah dari zaman para Raja Hung, disamping sistim budaya folklor, tapi sistim ini tak bisa terpisahkan dari semua situs peninggalan arkheologi. Wilayah dari para Raja Hung juga terkaitkan dengan ratusan legenda tentang masa menegakkan negara yang dilakukan oleh para Raja Hung. Proyek bangunan yang mencatat kisah para raja Hung, para putri Raja, permaisuri dan lain, semuanya ada jadi bukan kebetulan. Kemudian ialah situs-situs seperti tempat dimana para Raja Hung mengajar penduduk menanam pohon padi atau tempat dimana para raja Hung dan para serdadunya melakukan latihan”.


   Tradisi Hari Haul Cikal Bakal Bangsa Raja Hung dan ciri baru dalam pesta adat Kuil Raja Hung pada tahun 2012. - ảnh 2       
Pertunjukan tarian Naga dalam Pesta Adat Kuil Raja Hung
(Foto: offoadvietnam.com)

Bukti yang hidup-hidup untuk menegaskan sistim kepercayaan memuja Raja Hung sekarang ini ialah lebih dari 86 juta penduduk Vietnam yang hidup di bumi berbentuk huruf S ini telah medirikan lebih dari 1.400 tempat ibadah untuk memuja para raja Hung di seluruh negeri, lalu menyelenggarakan pesta  setiap tahun untuk  membalas budi terhadap nenek moyang. Pada Hari Haul Cikal Bakal Bangsa Raja Hung, semua penduduk Vietnam yang berada di dalam atau di luar negeri, walaupun menganut bermacam-macam agama tetapi juga ingin kembali ke daerah cikal bakal di Viet Tri, provinsi Phu Tho untuk membakar hio mengenangkan jasa nenek moyang. Itu adalah kesedaran tentang asal-usul bangsa, moral orang Vietnam "Orang setanahair supaya saling mencintai”. Provinsi Phu Tho adalah daerah cikal bakal, tetapi juga adalah daerah yang menyimpan banyak ragam budaya pesta adat yang khas, diantaranya, yang paling tipikal ialah Seni Lagu Xoan yang baru saja mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai arisan budaya bukan kebendaan dari umat manusia yang perlu dilestarikan secara darurat. Berasal dari bentuk pemujaan dewa yang ada sejak zaman Raja Hung, Seni Lagu Xoan yaitu satu nyanyian di pintu kuil telah diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, menjadi satu ragam lagu rakyat yang bersifat acara ritual kebudayaan komunitas. Daya hidup yang luar biasa dari ragam kebudayaan rakyat ini mencerminkan kristalisasi yang mendalam dalam kehidupan kerja rakyat melalui banyak generasi sehingga terbentuklah arus dalam kebudayaan bangsa. Nguyen Huu Nhan, peneliti kebudayaan rakyat provinsi Phu Tho memberitahukan bahwa “Kebudayaan rakyat di provinsi Phu Tho membawa banyak selar kebudayaan zaman Raja Hung, yaitu kebudayaan dari penduduk pertanian padi sawah, yang asalnya termanifestasikan secara paling jelas dalam pesta adat atau kepercayaan reproduksi. Selama ini, provinsi Phu Tho telah berusaha memulihkan khazanah-khazanah pesta adat tradisional, misalnya Seni Lagu Xoan, Seni Lagu Geo. Provinsi kami telah memulihkan dan membentuk kelub-kelub Seni Lagu Xoan dan Seni Lagu Geo dan sekarang ini, kelub-kelub tersebut telah berkembang sangat baik”.

 Tradisi Hari Haul Cikal Bakal Bangsa Raja Hung dan ciri baru dalam pesta adat Kuil Raja Hung pada tahun 2012. - ảnh 3         
Kuil Raja Hung di provinsi Phu Tho
(Foto: travelmate.vn)
Kepercayaan memuja Raja Hung dalam proses sejarah selalu merupakan faktor dalam dari kebudayaan bangsa, turut menciptakan kebanggaan, persatuan  dan rasa cinta Tanah Air dari orang Vietnam, oleh karena itu, mengalami banyak zaman, kepercayaan memuja Raja Hung beserta banyak ragam budaya rakyat terus bereksis dan berkembang di kalangan komunitas Vietnam. Pesta Hari Haul Cikal Bakal Bangsa Raja Hung  telah diadakan saban tahun dan menjadi satu pesta adat yang terbesar di Vietnam. Pada tahun ini, Hari Haul Cikal Bakal Bangsa Raja Hung-Pesta Adat Kuil Raja Hung di provinsi Phu Tho akan berlangsung dari tanggal 5 sampai tanggal 10 bulan Tiga menurut kalender Imlek yaitu jatuh  dari 26 sampai 31 Maret Kalender Masehi. Ciri yang baru pada Pesta Adat Kuil Raja Hung tahun ini ialah upacara arak-arakan yang dilakukan oleh kecamatan-kecamatan di sekitar Situs Peninggalan Kuil Raja Hung dengan partisipasi para anggota korps diplomatik, wakil UNESCO di Vietnam dan Komite Nasional UNESCO Vietnam.  Dalam pesta adat tahun ini juga diadakan banyak tempat pertunjukan Seni Lagu Xoan di Situs Peninggalan Kuil Raja Hung dan grup-grup Seni Lagu Xoan asli. Sebelum Pesta Adat Kuil Raja Hung tahun ini, Komite Nasional UNESCO Vietnam, Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam telah menyampaikan dokumen kepada UNESCO supaya mengakui Kepercayaan Memuja Raja Hung dari Vietnam sebagai warisan budaya bukan kebendaan dari umat manusia. Dokumen “Kepercayaan Memuja Raja Hung dengan koordinasi erat dari dokumen Seni Lagu Xoan akan menegaskan hubungan yang akrab yang membuktikan eksistensinya zaman Raja Hung dan adanya saling membantu". Dengan ciri-ciri budaya pesta adat khas yang diwariskan dari generasi ke generasi, maka warisan Kepercayaan Memuja Raja Hung telah dan sedang dijaga dan dikembangkan oleh generasi dewasa ini agar warisan yang bernilai ini terus hidup abadi selama-lamanya./.

Komentar

Yang lain