Desa kerajinan menenun kain ikat Can Ty

(VOVWORLD) - Desa Can Ty, Kecamatan Can Ty, Kabupaten Quan Ba, Provinsi Ha Giang, Vietnam Utara mempunyai kerajinan menanam pohon Lanh (nama ilmiah ialah Linum usitatissimum) dan menenun kain tradisional. Warga di desa ini memberitahukan bahwa kerajinan ini sudah ada sejak lama. Dengan tangan yang prigel dari kaum perempuan di daerah pegunungan, baik busana kain ikat, maupun banyak produk dari kain ikat buatan warga di desa ini  juga melayani kebutuhan konsumsi di daerah dan menjadi cindera mata untuk para wisatawan. 
Desa kerajinan menenun kain ikat Can Ty - ảnh 1Kain ikat Can Ty  (Foto :VOV5)

Desa Can Ty tidak hanya mempunyai kerajinan menenun kain trasisional saja, melainkan juga merupakan tempat wisata yang atraktif bagi wisatawan ketika setiap kali berkunjung di Kabupaten Quan Ba, Provinsi Ha Giang. Can Ty adalah satu desa kecil dengan 270 kepala keluarga, 100% warga di sini adalah warga etnis minoritas Mong. Selain berhuma, menanam padi, jagung, ubi, singkong dan lain-lain… hampir semua warga di desa ini menenun kain ikat pada waktu senggang. Bahan utama yang mereka gunakan untuk menenun kain ikat ialah benang pohon Lanh yang ditanam di daerah ini. Bermacam-macam jenis kain yang dibuat dari pohon ini ditenun secara manual oleh kaum perempuan dengan alat tenun.

Menurut adat istiadat, perempuan etnis Mong sebelum menikah harus tahu menjahit dan menenun kain untuk upacara pernikahan untuk diri sendiri. Ketika masih kecil, mereka telah diajar oleh ibu-nya cara menyulam, menjahit dan menenun kain. Oleh karena itu, mayoritas perempuan etnis minoritas Mong ketika naik dewasa harus fasih menenun kain ikat untuk diwariskan kepada generasi di kemudian hari. Saudari  Cu Thị My, seorang tukang kerajinan di Desa Can Ty memberitahukan:  “Sejak dulu, para pendahulu telah mewariskan kerajinan tradisional kepada anak-cucu agar tidak kehilangan ciri budaya dari etnis Mong. Ketika anak-cucu menikah, keluarga harus menydiakan dua stel pakaian untuk diberikan kepada mereka. Terhadap etnis Mong, orang yang meninggal juga harus ada tiga stel pakaian, itu dianggap dapat bertemu dengan nenek moyang setelah meninggal dunia”.

Pemerintahan Kecamatan Can Ty menaruh perhatian pada pendidikan kerajinan untuk turut menciptakan lapangan kerja, mengembangkan ekonomi untuk kalangan warga di desa. Pada tahun 2011, Koperasi Menenun Kain Ikat Can Ty telah dibentuk. Saudari Sung Thị Mỵ, seorang warga di Desa Can Ty memberitahukan: “Koperasi sekarang ini mempunyai 12 kepala keluarga anggota dan melakukan usaha sejak lama. Koperasi telah mewariskan kerajinan dan melakukan pendidikan untuk kalangan anak dan perempuan. Produk-nya berupa kain, baju, tas, selimut, selendang dan lain-lain. Kerajinan ini sulit, maka harus ada orang – orang yang mempunyai ketrampilan baru bisa melakukan-nya”.

Kerajinan menenun kain ikat di Desa Can Ty sama sekali dilakukan secara manual. Untuk menenun satu helai kain yang indah haruslah para tukang profesional. Dengan tangan yang prigel, mereka telah menenun  kain yang halus, benang-nya rata, sejuk, ringan dan tahan lama, sangat disukai oleh para pembeli.

Dengan potensi perkembangan pariwisata di Kabupaten Quan Ba, kerajinan menenun kain ikat dari warga etnis Mong di Desa Can Ty mempunyai peluang untuk mengembangkan dan memperluas pasar, menuju membangun brand, turut meningkatkan pendapatan rakyat. Melalui itu, juga turut mengkonservasikan, menjaga dan mengembangkan jati diri budaya dari warga etnis Mong di daerah ini.

 

Komentar

Yang lain