Sumur desa memanifestasikan kehidupan kejiwaan dari masyarakat

  (VOVworld) - Sudah sejak lama, pohon beringin, sumur desa dan balai desa telah menjadi simbol di daerah pedesaan Vietnam. Pohon beringin memberikan bayangan sejuk dan udara segar, sumur desa memberikan air untuk kebutuhan warga desa. Balai desa merupakan tempat warga desa melakukan aktivitas budaya, ritual dan keyakinan. Menurut konsep fikiran orang Vietnam dulu, air merupakan simbol dari Ying, dan merupakan sumber hidup, oleh karena itu sumur desa merupakan jembatan penghubung antara langit, bumi dan manusia. 


Sumur desa memanifestasikan kehidupan kejiwaan dari masyarakat - ảnh 1
Sumur Desa Diem
(Foto :VOV)


Dalam keseluruhan struktur dari semua proyek budaya kejiwaan di pedesaan, kalau di pohon beringin ada Dewa, di pagoda ada Buddha, maka di sumur ada Dewa Air atau Ibunda Air. Bapak Tran Minh Nhuong, seorang Peneliti Kebudayaan Rakyat memberitahukan: “Di semua desa di daerah dataran rendah Tonkin sekarang ini masih ada bekas-bekas dari sumur-sumur kuno dan warga desa masih  menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Ada tempat yang hanya punya sumur tanah, ada yang dibuat dari laterit atau dari batu dengan bermacam-macam bentuk. Khusus-nya di berbagai situs peninggalan sejarah, seperti pagoda, kuil, tempat ibadah dan makam, di depan semua tempat seperti ini ada sumur desa kuno yang dianggap sebagai ruang depan yang cerah dari cagar peninggalan sejarah itu, oleh karena itu semua sumur desa itu menjadi yang suci”.

Seperti asal-usul kebudayaan rakyat, warga juga mengaitkan semua sumur desa itu dengan kisah-kisah dan legenda atau mitos yang bersifat kemanusiaan, memanifestasikan identitas-identitas budaya kejiwaan dari seluruh masyarakat.

Misal-nya, di kompleks Kuil Pemujaan Raja Hung (propinsi Phu Tho) ada Kuil Sumur. Konon, itu merupakan cermin untuk Putri Raja  Ngoc Hoa dan Putri Raja Tien Dung, para putri dari Raja Hung ke-18. Di situs peninggalan sejarah Kuil Co Loa, kabupaten Dong Anh, kota Hanoi ada sumur Ngoc (atau sumur mutiara) yang berkaitan dengan kisah romantis dari Putri My Chau dan lain-lain....

Ruang arsitektur desa dengan sumur-sumur desa juga membawa ciri yang kental dengan kebudayaan padi sawah. Sumur desa juga merupakan tempat beraktivitas dan berkumpul dari warga desa. Desa Mong Phu, kecamatan Duong Lam, daerah peluaran dari kota Hanoi juga sangat terkenal dengan sumur-sumur desa yang dibuat dari laterit. Air di sumur-sumur ini selalu jernih dan bersih. Kakek Phung Van Truyen, seorang warga desa Mong Phu memberitahukan: “Di desa Mong Phu kami ada 6 buah sumur, di antaranya ada 5 buah yang masih sedang digunakan warga desa. Setiap hari, semua warga di desa kami mengambil air dari semua sumur itu. Ini juga merupakan tempat berhimpunnya semua orang. Ada kisah-kisah dari desa dan ada orang-orang yang menjadi suami-istri juga dimulai dari sumur desa ini”.



Sumur desa memanifestasikan kehidupan kejiwaan dari masyarakat - ảnh 2
Sumur desa Diem
(Foto :VOV)


 Khususnya, di desa  Mong Phu sekarang ada satu sumur khusus yang disebut warga daerah ini sebagai “Sumur minta air susu”. Meskipun sumur ini kecil, tetapi airnya selama ribuan tahun ini selalu penuh dan jernih. Para ibu di desa Duong Lam selalu datang menjalankan upacara meminta air susu, minum air sumur, kemudian cukup susu untuk anaknya.

Di desa Mai Dong dan desa Hoang Mai di sebelah Selatan dari kota Hanoi, ada masakan dari tahu yang namanya Tahu Mo yang sangat terkenal. Konon, kalau tidak ada air sumur, tahu Mo tidak bisa harum dan enak seperti itu. Bapak Nguyen Van Loi, seorang warga desa Hoang Mai memberitahukan: “Dulu, warga di desa ini tidak banyak, warga desa selalu menggunakan air sumur dalam kehidupan sehari-hari. Tahu Mo sudah sejak lama terkenal dengan rasanya yang enak karena pembuatannya menggunakan air di sumur desa. Justru air sumur dan kadar tanah di daerah ini juga menghasilkan produk- produk terkemuka, seperti buah terong  dan sayur kubis. Dalam sejarah, desa Hoang Mai mempunyai miras yang dipersembahkan kepada Raja yang juga dibuat dari sumber air sumur desa”.

Selama berabad-abad, warga desa Hoang Mai dan banyak desa yang lain di Vietnam selalu mempunyai semangat menjaga semua cagar peninggalan sejarah, di antaranya ada sumur-sumur desa kuno. Dalam konsep fikiran warga Vietnam, semua sumur desa laksana sebuah cermin yang menyimpan banyak memori. Dalam kehidupan kontemporer, sumur desa masih tetap merupakan proyek yang membawa nilai budaya kejiwaan yang mencerminkan kehidupan masyarakat di daerah pedesaan Vietnam.

Komentar

Yang lain