Memperkenalkan sepintas-lintas tentang Kepemilikan Intelektual di Vietnam

(VOVWORLD) - Saudara-saudara pendengar! Kami dengan gembira bertemu kembali dengan saudara-saudara dalam acara kotak surat anda untuk pekan ini. Pada pekan lalu, Program siaran bahasa Indonesia, VOV5 menerima 17 pucuk surat dan Email dari saudara-saudara, di antaranya ada saudara M. Sumantri di Jawa Barat, Siddhartha Bhattacharjee  di India, Minlin di Jabar, Waluyo Disman di Ciamis, Basid Hasibuan di Jakarta dan banyak saudara pendengar yang lain. 

Dalam acara untuk pekan ini, kami akan mengikhtisarkan surat dari beberapa saudara pendengar dan kemudian memperkenalkan sepintas-lintas tentang hak kepemilikan intelektual di Vietnam menurut permintaan saudara Waluyo Disman di Ciamis.

Pada pekan ini, Saudara M. Sumantri di Jawa Barat mengirim laporan hasil pemantauan siaran Radio dari tanggal 26/4-2/5 di frekuensi 12020 Khz dengan penilaian SINPO 44444. Saudara Sddhartha Bhattacharjee di India mengirim laporan hasil pemantauan siaran Radio tanggal 19/4 di frekuensi 9 840 Khz, kualitas siaran buruk. Saudara Minlin di Jabar  mengirim laporan hasil pemantauan Radio dari tanggal 24/4-01/5 di frekuensi 12 020 Khz dan 9840 Khz dengan penilaian SINPO 44444, khususnya pada tanggal 28/4 di frekuensi 9 840 Khz tidak ada sinyal. Kami berterima kasih kepada saudara-saudara pendengar yang telah mengirim surat dan laporan hasil pemantauan siaran Radio. Kami berharap supaya akan menerima lebih banyak surat dan laporan hasil pemantauan siaran Radio dari saudara-saudara pendengar yang lain.

Sedangkan, pada pekan ini, Saudara Basid Hasibuan di Jakarta mengirim surat kepada Kami, di antaranya Anda menulis: “Betapa bahagia rasanya kami sebagai pendengar bisa bertemu dengan penyiar, bagi kami sebagai pendengar radio adalah sesuatu penghargaan besar bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan penyiar radio. Ini adalah sesuatu kesempatan yang jarang dan langka selalu diinginkan pendengar!”. Di samping itu, Anda juga berbagi banyak hal yang interesan dalam pertemuan antara para pendengar radio dengan dua wartawan Tu Thuy dan Huong Tra. Pertemuan tersebut telah berlangsung dalam suasana yang menggembirakan, terbuka dan bersemangat. Dua wartawan Tu Thuy dan Huong Tra juga berbagi kepada para pendengar tentang pekerjaan-nya, kehidupan-nya dan destinasi-destinasi wisata di Vietnam. Saudara Basid Hasibuan yang budiman! Kami sangat senang dan terharu atas perasaan-perasaan bernilai yang Anda berikan pada khususnya dan para pendengar Indonesia pada umumnya kepada  program siaran bahasa Indonesia-VOV5. Kami harharap supaya pada waktu mendatang bisa mengadakan banyak pertemuan dengan para pendengar untuk bertemu dan menerima banyak sumbangan pendapat agar program siaran bahasa Indonesia semakin menjadi baik dan mendapat rasa cinta.

Memperkenalkan sepintas-lintas tentang Kepemilikan Intelektual di Vietnam - ảnh 1Ilustrasi  (Foto: Internet) 

Pada pekan lalu, Saudara Waluyo Disman di Ciamis mengirim surat kepada kami, di antaranya Anda menulis: “Saya ingin bertanya perkembangan hukum hak cipta atau kekayaan intelektual di Vietnam. Di Indonesia sendiri masih banyak kaset CD atau DVD musik ataupun film yang dijual bajakan atai fake”. Saudara Waluyo Disman yang budiman, di Vietnam, Undang-Undang mengenai Kepemilikan Intelektual diesahkan dalam persidangan ke-8 Majelis Nasional (MN), angkatan XI pada tanggal 29/11/2005 dan menjadi efektif pada tanggal 19/6/2009. Itu merupakan Undang-Undang yang menentukan hak cipta, hak yang bersangkutan dengan hak cipta, hak kepemilikan industri, hak terhadap bibit pohon dan proteksi hak-hak tersebut. Sekarang, sistem kepemilikan intelektual Vietnam benar-benar sesuai dengan Hak Kepemilikan intelektual dan kebebasan dalam perdagangan internasional. Kepemilikan intelektual semakin mendapat perhatian seluruh masyarakat, khususnya para pakar sains-teknologi dan badan usaha. Obyek-obyek kepemilikan langsung ikut serta pada aktivitas-aktivitas ekonomi dan sains-teknologi. Tapi, dalam kenyataan, para pemilik produk intelektual Vietnam masih belum benar-benar memahami nilai dari sumber daya benda tidak berwujud, beberapa merek dagang komoditas yang berprestise di dalam negeri  telah disalah-gunakan dan masih ada barang palsu. Oleh karena itu, Partai Komunis dan Pemerintah Vietnam sedang aktif melakukan propaganda dan sosialisasi tentang kepemilikan intelektual supaya bisa selangkah demi selangkah memundurkan masalah barang palsu, barang yang berkualitas buruk.

Saudara Waluyo Disman yang budiman, mudah-mudahan penjelasan tersebut akan memuaskan Anda.

Musik

Saudara pengdengar semoga informasi tersebut memuaskan Anda. Untuk bisa mendengar dan membaca kembali program siaran kami, marilah saudara-saudara mengakses website www.vov.world.vn. Semua pertanyaan masilah dikirim ke alamat E-mail:  Indonesia.vov5@gmail.com  atau alamat surat post: 45, Jalan Ba Trieu, Kota Ha Noi, Vietnam.

Komentar

Yang lain