Penjelasan VOV mengenai pesta adu kerbau di Vietnam

(VOVworld) - Saudara-saudara yang budiman! Kami gembira bertemu kembali dengan para pendengar pada acara kita hari ini. Pada pekan ini, seluruh VOV5 menerima 222 surat dan email asal 39 negara dan teritori, diantaranya Program siaran bahasa Indonesia telah menerima 15  Email dan laporan pemantauan terinci siaran Radio , khususnya dari saudara-saudara: M. Sumantri  dan Minlin di Jawa Barat dan Smertri di Banten dan Handy Forten di Bandung, Eddy Setiawan di Jakarta Timur dan Sumetri di Banten di dan pendengar yang lain. Pada acara kita hari ini, kami mau berbincang-bincang dengan saudara Minlin dan Handy Forten dan akhirnya kami akan memberikan penjelasan mengenai Pesta adu kerbau di Vietnam menurut permintaan dari saudara Karaca Patulak.

Penjelasan VOV mengenai  pesta adu kerbau di Vietnam - ảnh 1
Adu kerbau di kota Hai Phong (Vietnam Utara).
(Foto: dulichhanoi.vn)

Pada pekan ini, kami menerima surat dari saudara Minlin dengan laporan hasil pemantauan siaran Radio terinci kepada VOV pada 20/1, program siaran pada pukul 17.30-18.00, frekuensi 12020 Khz, dengan penilaian SINPO 45444. Dalam surat, Anda juga berbagi informasi mengenai serangan bom teror di Ibukota Jakarta pada 14/1 lalu. Dalam surat, Anda menulis: “Peristiwa teroris beraksi di Jakarta menjadi pusat perhatian seluruh masyarakat Indonesia dan dunia. Sungguh semua mengecam kejadian tersebut dan mengharap untuk tidak terjadi lagi, apalagi dengan adanya korban dari masyaraiat sipil. Saya memuji para fihak kepolisian yang berhasil mengatasinya dalam waktu singkat. Waktu kejadian tersebut terjadi, saya tak bisa beranjak dari layar TV, seluruh stasiun TV menyiarkan berita itubahkan ada yang menayangkan siaran langsung berupa breaking news. Semoga, tidak terjadi lagi hal ini di manapun  juga”. Saudara yang budiman! Kami pada saat itu juga memantau dan memutakhirkan situasi mengenai serangan bom tersebut. Kami  menyampaikan duka cita kepada Ibukota Jakarta dan berharap supaya saudara-saudara akan selalu bersatu, menjunjung tinggi kewaspadaan dan tidak pernah lagi menderita tindakan-tindakan teror serupa. Dalam surat, saudara Minlin juga  minta QSL, poscard dan suvenir VOV..

Sama dengan permintaan dari saudara Minlin, saudara Handy Forten juga ingin mendapat QSL dan Program siaran bahasa Indonesia. Kami akan mengirimkan semua-nya benda-benda itu kepada saudara-saudara pada waktu mendatang. Selamat menunggu. Dalam surat kepada VOV pada pekan ini, saudara Handy Forten jugha  bertanya tentang “Kerajaan-Kerajaan di Vietnam”. Kami akan memberikan penjelasan mengenai masalah ini pada acara kita minggu depan. Marilah saudara-saudara bersama-sama mengikutinya.

                                   

Saudara-saudara pendengar! Berikut ini, kami sampaikan penjelasan mengenai pesta adu kerbau menurut permintaan saudara Karaca Patulak pada alamat Email: Karaca_patulak@tahoo.co.id

Pesta adu kerbau dianggap sebagai satu pesta yang telah berkaitan dengan warga Vietnam sejak masa mendirikan Negara. Ini merupakan satu pesta yang memohon kesejahteraan dan kebahagiaan untuk warga daerah. Banyak daerah di Vietnam mengadakan pesta ini, misalnya Do Son, Yen Ninh- Phu Tho, Nghia Lo- Yen Bai dan lain- lain….

Kerbau aduan adalah jenis jantan kuat, kulitnya warna  perungu, bulunya bengkok, satu rongga ada 4 pusat bulu, mulut-nya hitam, bulu kepalanya keras, rongga dadanya besar,  punggung-nya berdaging tebal dan merata. Kerbau yang dipilih untuk berpartisipasi pada adu kerbau akan mendapat perawatan istimewa. Saudara Ban Phuc Lam,  di Van Chan,  propinsi Yen Bai memberitahukan: “Sejak mendaftarkan nama untuk berpartisipasi pada pesta aduan, kerbau akan mendapat perawatan, diberi pakan banyak dan mendapat cukup suntikan vaksin. 4 hari sebelum berlangsung pesta adu kerbau ini, saya membawa kerbau ke lapangan untuk melihat dulu arena aduan. Saya berharap  agar berkau adu saya akan bisa masuk babak berikutnya”.

Adu kerbau selalu berlangsung di satu lapangan yang  luas, ada pagar di sekitarnya. Dua kerbau akan diberi nomor di atas badannya dengan cat putih dan dikendalikan ke lapangan dari dua belah. Ketika dua kerbau berdiri jauhnya kira-kira 20 meter, pengandalinya akan melepaskan tali kendali dan menarik diri dari lapangan agar dua kerbau mulai beradu. Dua kerbau mulai saling menabrak dengan kecepatan tinggi, menggunakan tanduk untuk saling menyerang. Secara berturut-turut, dua kerbau beradu dalam gemuruhnya sorak-sorai dari penonton dan suara genderang di sekitar-nya. Kerbau-kerbau itu akan beradu sampai salah satu diantara dua-nya  melarikan diri. Adu kerbau tersebut bisa berlangsung dalam beberapa menit saja, akan tetapi ada aduan yang bisa memakan puluhan menit.

Kerbau-kerbau itu baik yang menang maupun yang kalah, semuanya dimatikan  untuk dibagi kepada semua orang dengan tujuan memohon kemujuran. Menurut konsep orang dulu, kerbau  dari desa mana yang menang dalam pesta ini, maka pada tahun itu, desa akan memperoleh  kemujuran, cuaca baik dan kehidupan warga daerah aman tenteram. Akan tetapi, yang lebih tinggi dari pada semuanya yalah  pesta adu kerbau  membawa identitas budaya spiritualitas dari warga  Vietnam, menjunjung tinggi nilai agraris dan nilai- nilai keksateriaan yang sudah berdampingan dengan negeri Vietnam sepanjang  sejarahnya dalam selama ribuan tahun ini.

Saudara-saudara yang budiman! Mudah-mudahan, informasi di atas memuaskan Anda Sekalian. Bagaimana di Indonesia? Pesta aduan berlangsung kapan? Marilah berbagi informasi kepada kami.

Selamat berjumpa kembali pada acara ini minggu depan.


Komentar

Yang lain