Media /
Ini untuk pertama kalinya BDF tidak berlangsung di Bali karena aktivitas gunung berapi untuk menjamin keselamatan para peserta.
BDF diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia untuk menciptakan syarat bagi negara-negara di Asia-Pasifik berbagi pengalaman tentang perkembangan demokrasi keluarga di setiap negara, melihat tantangan-tantangan dari perkembangan demokrasi di kawasan dan mengusahakan solusi untuk semua tantangan ini.
Yang menghadiri forum ini, ada Wakil Presiden (Wapres) Indonesia, Yusuf Kalla, Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi dan 100 wakil asal 96 negara dan organisasi internasional, seperti ASEAN, Uni Eropa, PBB dan lain- lain....
Acara tarian dipertunjukkan oleh para penari muda Indonesia, orang-orang yang menjadi obyek forum ini.
Ketika berbicara di depan upacara pembukaan, Menlu Indonesia, Retno Marsudi mengumumkan tema forum ini yalah "Apakah demokrasi bisa tersampaikan" yang memanifestasikan harapan tentang penyebarluasan dan hasil-guna demokrasi di dunia.
Wapres Indonesia, Yusuf Kalla menganggap bahwa demokrasi perlu ada di semua negara di dunia.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mengucapkan selamat kepada forum ini
Acara protokol pembukaan forum ini
Pada tahun ini, untuk pertama kalinya Forum BDF mengadakan dua sesi perbahasan dan satu sesi perdebatan umum di tingkat Menteri.
Para Menteri negara-negara peserta telah menunjukkan kenyataan dan masalah-masalah yang dihadapi negara-negara mereka serta solusi melaksanakan demokrasi.
Deputi Menteri Luar Negeri Indonesia A.M Fachir (kiri) menutup forum ini dengan simpulan: "Demokrasi harus bekembang di internal setiap negara dan mengakui keanekaragaman demokrasi di internal setiap negara”.
Hal yang baru dari forum tersebut pada tahun ini yalah selain sesi-sesi perbahasan antara para pemimpin, juga diadakan "Konferensi demokrasi mahasiswa Bali" (BDSC) yang diadakan dengan tema "Dari bangku ke demokrasi"
150 orang mahasiswa asal 60 negara yang untuk pertama kalinya menghadiri konferensi telah menyampaikan suara mereka.
Dua sesi perbahasan dengan tema: "Peranan dan sumbangan yang diberikan mahasiswa dalam proses politik dan demokrasi" dan "Harapan tentang perkembangan demokrasi. Pandangan mahasiswa dan kalangan muda" berlangsung secara bergelora.
Hak kebebasan beragama, hak kebebasan berbicara tentang pandangan dan lain-lain merupakan tema-tema yang paling banyak dibahas di forum ini.
Media masa dengan demokrasi juga merupakan tema yang didiskusikan
Rombongan Vietnam pada BDSC kali ini.
Dubes Vietnam untuk Indonesia, Hoang Anh Tuan yang mewakili Vietnam ikut BDF-X berpotret bersama-sama dengan rombongan BDSC Vietnam.

Panorama Forum Demokrasi Bali yang ke-10 di Banten, Indonesia

(VOVWORLD) - Forum Demokrasi Bali  (BDF) yang ke-10 dibuka, Kamis pagi (7/12) di Banten, Indonesia (BDF) di Pusat Internasional (ICE), Serprong, Banten, Indonesia.

Huong Tra