Ibu Nguyen Thi Lien- wanita yang melestarikan kerajinan membuat kolom di Pasar Ben Thanh

(VOVWORLD) - Di Pasar Ben Thanh yang terletak di jantungnya Kota Ho Chi Minh ada satu toko kelom yang luasnya kira-kira 1,5 meter per segi yang telah ada selama 50 tahun ini  Pemiliknya adalah  ibu Nguyen Thi Lien yang sudah  72 tahun. Dia melestarikan kerajinan membuat kelom sebagai cara untuk menjaga ciri-ciri lama dari Kota Sai Gon (yang sekarang adalah Kota Ho Chi Minh). 
Ibu Nguyen Thi Lien- wanita yang melestarikan kerajinan membuat kolom di Pasar Ben Thanh - ảnh 1Ibu Nguyen Thi Lien di toko kelomnya   (Foto: vovworld.vn) 

Pada suatu sore, seorang gadis asal Jepang sedang menunggu ibu Lien memasang aku-paku terakhir di kelom yang dipilih gadis Jepang itu. Karena sibuk, maka ketika pulang, dia hanya berbicara beberapa kata singkat setelah dia meninggalkan toko ini dengan sepasang kelom yang sudah dibungkus dengan cermat oleh ibu Lien. “Kelom di toko ini sangat baik. Harganya lebih murah terbanding dengan harga di Jepang”.

Setelah melepas tamu, ibu Lien cepat mengatur barang-barangnnya pada tempatnya di toko. Dia mengatakan: “Gadis tadi telah berulang kali membeli kelom dari toko saya. Dia menyukai warna ini. Dua kali setiap pekan atau beberapa bulan, dia datang ke Vietnam dan membeli kelom  di toko saya. Pernah, dia membeli banyak kelom di toko saya. Sekarang ini, dia telah berkenalan dengan toko saya”.

Gadis asal Jepang adalah pelanggan terakhir pada hari itu. Sebelumnya, ibu Lien telah berhasil menjual beberapa sepasang kelom. Pelanggannya tidak banyak sampai dia harus sibuk sepanjang hari. “Bergantung pada setiap hari, ada hari yang berhasil menjual banyak kelom dan ada hari tidak begitu banyak. Pasar ini adalah pasar wisata kalau ada wisatawan akan berhasil menjual barang, kalau tidak ada wisatawan akan tidak bisa menjual barang. Pada umumnya, kelom ini  dijual kepada orang asing saja. Sekarang ini, orang Vietnam sedikit menggunakan kelom ini”.

Pelanggan orang Vietnam atau orang asing berkenalan dengan toko yang kecil di tengah-tengah keramaian pasar Ben Thanh, karena dia telah menjual kelom dari beberapa puluh tahun ini. Ibu Lien mengatakan: “Dulu, di pasar ini ada satu barisan toko penjualan kelom. Sekarang mereka ganti menjual barang-barang lain, atau menyewakan toko, jadi tidak menjual kelom lagi. Tapi, sejak dulu hingga sekarang, saya hanya menjual kelom saja”.

Dulu, kelomnya lebih bersahaja. Sekarang ini, desainnya lebih beranekaragam dan warnanya lebih bersemarak. Ada jenis kelom yang tinggi dan atau yang rendah. Pelanggan akan memilih geta yang mereka sukai, lalu mencoba. Mereka terus memilih tali, lalu mencoba. Ketika mereka setuju, ibu Lien akan membuatnya. Sejak dulu hingga sekarang, kejuruan ini hanya seperti itu saja.

Di Pasar Ben Thanh tidak ada orang yang melakukan pekerjaan membuat kelom ini lagi. Saudara Pham Manh Trung, personil Badan Pengelolaan Pasar Ben Thanh memberitahukan: “Hanya tinggal ibu Lien saja. Mungkin anak-cucunya tidak menyukai hal ini, maka mereka mau menjual toko atau menyewakan toko. Tapi, ibu Lien tetap ingin seperti itu walaupun sangat lelah dari pagi sampai sore hari”.

Pasar Ben Thanh juga memperhatikan pelestarian kejuruan membuat kelom. Pasar memacu gerai-gerai membeli barang buatan ibu Lien dan dipajang di toko-toko lain di pasar guna menyosialisasikan barang kerajinan tangan artistik Vietnam. Bagi ibu Lien, dia pikir secara sederhana saja. “Harus melestarikan kejuruan ini. Harus ada barang-barang kerajinan tangan artistik Vietnam. Dan barang-barang ini harus dipajang di pasar. Jadi kalau membiarkan barang-barang ini tidak ada lagi, maka tidak ada orang yang mengenal kelom”.

Komentar

Yang lain