Kalangan muda Viet Nam dengan bahasa Indonesia

(VOVWORLD) - Indonesia merupakan satu negara yang luas dan polusinya paling besar di ASEAN dengan kebudayaan yang sangat kaya raya dan beranekaragam. Sekarang ini, ketika ASEAN telah menjadi terkait, kebutuhan mencari tahu tentang kebudayaan dan manusia negara-negara anggota, di antaranya ada Indonesia semakin besar. Dan barangkali bahasa merupakan instrumen yang paling efektif dan cepat untuk mencari tahu kebudayaan suatu negeri.
Kalangan muda Viet Nam dengan bahasa Indonesia - ảnh 1Para mahasiswa  Jurusan Bahasa Indonesia memfoto bersama dengan para dosen 

Suasana di satu klas pengajaran bahasa Indonesia yang diadakan oleh Kedutaan Besar Indonesia  untuk Viet Nam baru-baru ini sangat gembira.  Tujuannya ialah membawa bahasa dan kebudayaan Indonesia lebih dekat dengan anak-anak Viet Nam. Dalam kenyataannya, pengajaran dan pembelajaran bahasa Indonesia telah pernah diajarkan secara resmi oleh beberapa perguruan tinggi di Viet Nam yaitu Institut Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora dari Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh, Universitas Hong Bang dari Kota Ho Chi Minh dan Universitas Terbuka Kota Ho Chi Minh. Akan tetapi, karena beberapa alasan, sekarang ini, hanya ada Institut Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora dari Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh yang mempertahankan pengajaran bahasa Indonesia. Terbentuk pada tahun 1992, Jurusan Bahasa Indonesia dari Fakultas Ketimuran dari Institut tersebut merupakan alamat yang tepercaya bagi para pemuda yang menggemari bahasa dan kebudayaan Indonesia. Saban tahun, Jurusan Bahasa Indonesia mendidik kira-kira 15-20 mahasiswa. Setelah tamat, para mahasiswa bisa bekerja di perusahaan dan kantor negara yang bersangkutan dengan Indonesia, menjadi penterjemah, pemandu wisata dan lain-lain. Sekarang ini, jurusan Bahasa Indonesia mempunyai 6 dosen bertaraf sarjana dan magister bahasa Indonesia dan dua dosen  orang Indonesia. Bu guru Van Kim Hoang Ha, Wakil Kepala Jurusan Bahasa Indonesia mengatakan: “Para mahasiswa dapat belajar secara lengkap kemampuan-kemampuan mendengar, berbicara, membaca mengerti dan tata bahasa. Tarafnya akan dari taraf permulaan, taraf menengah dan taraf tingkat tinggi. Seiring dengan itu, mereka akan mendapat pendidikan tentang kemampuan sebagai penterjemah bahasa Indonesia di cabang pariwisata, perkantoran, diplomatik dan lain-lain. Selain itu, para mahasiswa juga senantiasa dapat melakukan temu pergaulan dengan rombongan-rombongan mahasiswa Indonesia. Rata-rata setiap tahun, mereka berpeluang mendapat beasiswa Darmasiswa untuk menempuh kuliah di Indonesia selama setahun atau beasiswa KNB untuk taraf magister”.

Sebagai seorang mantan mahasiswai yang pernah menempuh kuliah di Fakultas Ketimuran, Jurusan Bahasa Indonesia, saudari Nguyen Thi Duoc selalu merasa mujur  karena punya suratan nasib bisa menggeluti bahasa Indonesia. Setelah empat tahun menempuh kuliah di Viet Nam dan satu tahun menempuh kuliah di Indonesia, dengan bahasa Indonesia yang fasih, dia telah berhasil mencari satu pekerjaan sesuai dengan gaji yang lumayan di satu perusahaan Indonesia di Viet Nam.

Kalangan muda Viet Nam dengan bahasa Indonesia - ảnh 2Para mahasiswa Jurusan Bahasa Indonesia dalam satu Festival Budaya Ketimuran yang diadakan oleh Institut Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora dari Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh setiap tahun

Juga pernah menamatkan jurusan bahasa Indonesia, saudari Dao Thi Ngoc Trang walaupun sekarang ini tidak resmi bekerja di perusahaan manapun, tapi dia menyatakan bahwa dapat “hidup” dengan bahasa Indonesia. Sekarang ini, dia adalah satu”freelancer” yang khusus menterjemahkan dokumen dalam bahasa Indonesia, menjadi pemandu wisata dan lain-lain. Pada malam hari atau pada akhir pekan, dia  mengajar bahasa Indonesia di rumahnya. Dia memberitahukan: “Saya mengajar bahasa Indonesia pengajaran sudah empat tahun ini. Obyek saya pada pokoknya adalah orang-orang yang sudah bekerja di lingkungan yang menggunakan bahasa Indonesia. Ada juga ada orang yang ingin belajar bahasa Indonesia untuk menempuh kuliah di Indonesia”.

Selama beberapa tahun ini, kebutuhan belajar bahasa Indonesia di Viet Nam semakin meningkat. Akan tetapi, perihal bahasa Indonesia hanya resmi diajarkan di Institut Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora dari Universitas Nasional Kota Ho Chi Minh belum bisa memenuhi kebutuhan para pemuda, khususnya orang-orang yang sudah mendapat lapangan kerja. Oleh karena itu, mereka harus datang ke pusat-pusat bahasa asing untuk menempuh kuliah di sini. Saudara Tuan, seorang pemandu wisata yang sedang menempuh kuliah bahasa Indonesia di satu pusat bahasa asing di Kota Ha Noi mengatakan: “Setelah belajar saya melihat bahwa bahasa Indonesia sangat menyenangkan, karena itu cukup dekat dengan bahasa Viet Nam dan juga tidak terlalu sulit untuk belajar. Belajar bahasa Indonesia memberikan banyak kepentingan kepada saya. Pertama-tama ialah mengabdi pekerjaan, kedua ialah membantu saya  mengetahui lagi satu bahasa asing selain bahasa Inggris, melalui itu, saya juga  berhasil mencari tahu tentang kebudayaan, negeri dan manusia Indonesia”.

Menurut saudari Ngo Thu Ha, Direktur Perusahaan Persero Pendidikan Viet Nam (Viet Nam Education JSC), walaupun sekarang ini di Kota Ha Noi, bahasa Indonesia belum populer seperti bahasa-bahasa asing lain seperti Inggris, Jepang, Korea, Tiongkok dan lain-lain, tetapi selama beberapa tahun belakangan ini, perusahaannya tetap membuka dari 1-2 kursus bahasa Indonesia per tahun.

Melanjutkan keberhasilan dari pembelajaran bahasa Indonesia yang diadakan selama ini ketika mendapat sambutan dan partisipasi hangat dari para pemuda, pada waktu mendatang, Kedutaan Besar Indonesia untuk Viet Nam terus menggelarkan kursus bahasa Indonesia tanpa dipungut biaya untuk semua orang dengan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Diharapkan, bahasa dan kebudayaan Indonesia akan semakin banyak dikenal oleh para pemuda Viet Nam.  

Komentar

Yang lain