Memperkuat restrukturisasi untuk mengembangkan pertanian yang modern dan berkesinambungan

(VOVWORLD) - Resolusi nomor 26  Komite Sentral Partai Komunis Viet Nam (KS PKV) angkatan X tentang perkembangan pertanian,  kaum tani dan pedesaan telah digelarkan oleh Viet Nam sejak tahun 2008. Target resolusi ini ialah mengembangkan pertanian  modern, berkesinambungan, membangun pedesaan baru yang punya struktur sosial-ekonomi yang modern dan kaum tani mempunyai cukup kapabilitas politik untuk menguasasi pedesaan baru. Setelah 10 tahun melaksanakan resolusi ini, pertanian Viet Nam telah mendapat perhatian untuk berkembang, turut menstabilkan ekonomi makro, mengontrol inflasi, memecahkan masalah lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan posisi Viet Nam di arena internasional. Restrukturisasi pertanian menurut semangat resolusi ini akan terus digelarkan oleh Viet Nam secara kuat pada  waktu mendatang.
Memperkuat restrukturisasi untuk mengembangkan pertanian yang modern dan berkesinambungan - ảnh 1Ilustrasi   (Foto: nhadautu.vn) 

Hingga tahun 2017, ketahanan pangan Viet Nam terjamin secara mantap dengan persentase nilai produksi hasil perikanan meningkat 26,25% dan persentase nilai peternakan meningkat 27,2%. Ekspor hasil pertanian Viet Nam telah maju sampai bisa menegaskan posisi dan daya saing di pasar dunia dengan bermacam komoditas seperti beras, karet, kopi, kacang mete, udang, buah-buahan tropika, turut memberikan sumbangan memperkuat GDP pertanian mencapai 2,66% dan skalanya meningkat 1,25 kali lipat terbanding dengan tahun 2008. Pembangunan pedesaan baru telah menjadi gerakan yang intensif dan ekstensif dengan 3.069 kecamatan yang mencapai patokan pedesaan baru, taraf sains dan teknologi pertanian diperhebat dengan 7,2 juta pekerja di pedesaan yang mendapat pendidikan kejuruan, persentase tenaga kerja di pedesaan yang mendapat pendidikan sebanyak 13,7%, meningkat 5,5% terbanding dengan tahun 2008.

 

Terus mencapai terobosan dalam restrukturisasi pertanian

Perihal restrukturisasi pertanian ketika menggelarkan pelaksanaan Resolusi nomor 26, solusi yang penting yang mengubah panorama ekonomi pertanian bisa mencapai banyak hasil besar, yang pertama-tama dan yang paling penting ialah telah menciptakan perubahan kuat dalam memahami dan menyatukan  pandangan di seluruh masyarakat tentang perlunya harus melakukan restrukturisasi pertanian. Akan tetapi, produksi pertanian dewasa ini harus bergeser menurut arah mengembangkan keunggulan sesuai dengan kebutuhan pasar dan beradaptasi dengan perubahan iklim. Lebih-lebih lagi, tempat pemasaran hasil pertanian Viet Nam telah diperluas, struktur produk ekspor meningkat cepat, hasil pertanian Viet Nam sekarang ini telah hadir di pasar 180 negara dan teritori, maka restrukturisasi pertanian dituntut harus ada visi yang lebih jauh terbanding dengan waktu 10 tahun sebelumnya. Oleh karena itu, perlu ada lagi mekanisme-mekanisme dan kebijakan baru untuk menyerap investasi dari badan usaha di bidang pertanian, memperhebat penelitian ilmu pengetahuan, transfer teknologi, memacu produksi pertanian dengan teknologi tinggi dan modern. Tentang hal ini, Menteri Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Viet Nam, Nguyen Xuan Cuong memberitahukan: “Terus meningkatkan restrukturisasi pertanian dengan cara meninjau kembali setiap cabang barang untuk difokuskan pada kelompok barang unggulan yang dimiliki Viet Nam, kelompok barang yang sangat dibutuhkan  oleh dunia. Di atas dasar itu, menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam semua bagian serta memutakhirkan faktor zaman, khususnya tahap Revolusi Industri 4.0 untuk memproduksi cabang-cabang barang secara efektif dan berkesinambungan. Bersamaan itu, mendorong lebih cepat lagi ekonomi pedesaan agar jumlah pekerja di bidang pertanian bukanlah sebanyak 37%, tapi harus lebih rendah lagi, maka barulah punya cukup syarat untuk menyelenggarakan pertanian menurut arah industri yang berhasil-guna”.

 

Membangun pertanian yang modern dan punya daya saing internasional

Tugas restrukturisasi pertanian akan terus dilaksanakan oleh Viet Nam pada waktu mendatang untuk membangun pertanian yang modern dan bersifat kompetitif tinggi. Menurut itu, Viet Nam akan terus meninjau kembali semua cabang, melakukan restrukturisasi yang dikaitkan dengan keunggulan setiap daerah, dikaitkan dengan pasar untuk menciptakan volume produk yang besar dan berkualitas tinggi, menggunakan pasar dunia untuk bersaing dan mementingkan pasar domestik, dari situ memilih produk yang sesuai untuk mengembangkannya. Deputi Perdana Menteri Viet Nam, Trinh Dinh Dung menunjukkan: “Menetapkan target umum untuk tahap mendatang ialah membangun satu pertanian pintar yang modern dan punya daya saing internasional, kalau ingin berhasil dalam melakukan persaingan harus punya kualitas, produktivitas dan efektivitas dengan jumlah besar dan beradaptasi dengan perubahan iklim. Ini merupakan masalah global  yang harus dihadapi oleh Viet Nam. Bersamaan itu, meningkatkan nilai pertambahan dan perkembangan yang berkesinambungan yang dikaitkan dengan pengembangan ekonomi pedesaan. Menyerap investasi dari badan usaha dan koperasi untuk mengembangkan pertanian dan harus menganggap badan usaha dan koperasi sebagai tenaga pendorong utama bagi perkembangan dan menganggap warga sebagai obyek untuk dilayani dan merupakan faktor yang menentukan keberhasilan proses restrukturisasi dan perkembangan pertanian”.

Dari sekarang sampai tahun 2020, Viet Nam menargetkan akan mencapai nilai pertanian  sedikit-dikitnya 3% per tahun, produktivitas kerja di bidang pertanian meningkat dari 3,5% per tahun, pendapatan kaum tani meningkat sedikitnya 1,8 kali lipat terbanding dengan tahun 2015. Seluruh negeri berupaya agar lebih dari  50% jumlah kecamatan yang mencapai patokan pedesaan baru, 15.000 koperasi dan gabungan koperasi pertanian melakukan aktivitas yang berhasil-guna, persentase peliputan hutan mencapai 42%. Untuk mencapai hasil ini, pertanian Viet Nam membangun 3 poros produk pertanian yang terdiri dari kelompok produk utama nasional, kelompok produk  utama tingkat provinsi dan kelompok produk menurut pola “setiap kecamatan satu produk” agar punya strategi dan solusi perkembangan yang sesuai.  

Komentar

Yang lain