Tonggak baru dalam hubungan antara Vietnam dengan Etiopia dan Mesir

(VOVWORLD) - Presiden Vietnam, Tran Dai Quang melakukan kunjungan Kenegaraan ke Republik Demokrasi Federal Etiopia dan Republik Mesir dari 23-29/8. Kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan persahabatan tradisional dengan negara-negara Afrika pada umumnya, dengan Etiopia dan Mesir pada khususnya. Melalui itu, mendorong hubungan antara Vietnam dengan dua negara ini semakin berkembang.
Tonggak baru dalam hubungan antara Vietnam dengan Etiopia dan Mesir - ảnh 1 Presiden Vietnam, Tran Dai Quang (Foto :VNA)

Bagi Etiopia, ini merupakan kunjungan pertama dari seorang kepala negara Vietnam ke negara besar dan paling banyak penduduknya di kawasan Afrika Timur dan Tanduk Afrika. Sedangkan, bagi Mesir, ini juga merupakan kunjungan pertama dari kepala negara Vietnam yang berlangsung tepat pada kesempatan dua negara memperingati ultah ke-55 penggalangan hubungan diplomatik (1963-2018). Kunjungan Presiden Tran Dai Quang merupakan tonggak sejarah, membuka prospek kerjasama investasi dan perdagangan antara Vietnam dengan Etiopia dan Mesir pada waktu mendatang.

Membawa hubungan kerjasama Vietnam-Etiopia semakin berkembang

Menurut Duta Besar Vietnam di Etiopia, Nguyen Kim Doanh, kunjungan Presiden Tran Dai Quang ke Etiopia kali ini mempunyai arti penting terhadap kedua negara tentang politik, diplomatik dan ekonomi. Selain menciptakan kerangka kerjasama bersama antara dua negara, menciptakan dasar yang tepercaya tentang politik dan terus saling mendukung dan berkoordinasi secara lebih berhasil-guna di semua forum internasional, kunjungan ini juga membuka prospek kerjasama ekonomi kepada kedua negara. Dia memberitahukan: “Vietnam mendapat lagi pasar bagi perekonomian yang mengarah ke ekspor; Etiopia akan mendapatkan lagi banyak mitra berkembang, menyerap modal investasi, menciptakan banyak lapangan kerja kepada warga. Saya berpendapat bahwa setelah kunjungan ini, dua fihak akan melakukan perundingan dan menandatangani banyak nasakah, permufakatan kerjasama lainnya, khususnya Perjanjian memacu dan memproteksi investasi dan Perjanjian menghindari pajak dobel; untuk mendorong hubungan kerjasama antara dua negara pada waktu mendatang.”

Secara keseluruhan, Vietnam dan Etiopia mempunyai banyak kesamaan tentang berbagai segi seperti kependudukan, pertanian, industri dan pariwisata. Etiopia juga merupakan sebuah negara yang mempunyai perekonomian yang berkembang cukup kuat di Afrika pada tahun tahun lalu. Oleh karena itu dalam kerjasama ekonomi, dua fihak juga memanfaatkan dan melengkapi kepentingan satu sama lain untuk berkembang bersama-sama. Dubes Nguyen Kim Doanh mengatakan: “Luas negeri Etiopia 3 kali lebih besar terbanding dengan Vietnam, dengan populasi lebih dari 100 juta jiwa, tanahnya subur, sumber daya alamnya beraneka-ragam, syarat alamnya kondusif, sangat potensial untuk mengembangkan Tanah Air, tetapi yang kurang dari Etiopia yalah pengalaman manajemen dan modal. Di segi ini, Vietnam sepenuhnya bisa berbagi pengalaman dengan Etiopia, membantu Etiopia memanfaatkan secara berhasil guna semua syarat alam yang kondusif, sumber daya alam yang beraneka-ragam, SDM-nya berlimpah-limpah untuk mengembangkan ekonomi, guna mencapai target menjadi negara yang berpendapatan menengah pada tahun 2025.”

Mendorong hubungan kerjasama Vietnam-Mesir semakin berhasil guna

Meninggalkan Etiopia, Presiden Veitnam, Tran Dai Quang akan melakukan kunjungan ke Mesir dari 26-29/8. Berlokasi di kawasan Afrika Utara, Mesir merupakan negara yang menduduki posisi ke-2 tentang skala ekonomi, kependudukan dan merupakan salah satu di antara negara-negara yang menyerap modal investasi asing langsung (FDI) papan atas di Afrika. Cabang-cabang perekonomian utama dari Mesir yalah pariwisata, minyak tambang, tekstil dan produk tekstil, pengolahan hasil pertanian, zat kimia, pembangunan dan lain-lain.

Mesir merupakan salah satu di antara negara-negara Arab pertama yang menggalang hubungan dengan Vietnam. Dua negara telah menandatangani banyak permufakatan kerjasaam di bidang-bidang ekonomi, perdagangan, investasi, kebudayaan, pariwisata dan lain-lain dan selama ini, hubungan antara dua negara sedang berkembang secara baik. Mesir merupakan mitra dagang   yang besarnya nomor ke-5 bagi Vietnam di Afrika. Nilai perdagangan bilateral Mesir-Vietnam mencapai 350 juta USD pada tahun 2017. Mesir merupakan negara Afrika Utara pertama yang mengakui Vietnam sebagai negara yang mempunyai perekonomian pasar penuh. Saban tahun, Pemerintah Mesir memberikan kepada Vietnam 12 beasiswa untuk pendidikan bahasa Arab. Dua negara juga senantiasa bertukar informasi, kerjasama melalui kanal Partai, saluran daerah dan di bidang inspektorat dan kebudayaan. Mesir menilai tinggi pendirian Vietnam terhadap masalah-masalah dari negara-negara Arab. Dua negara senantiasa berkoordinasi, saling mendukung di semua forum internasional.

Di atas fundasi hubungan yang baik tersebut, kunjungan Kenegaraan yang dilakukan Presiden Vietnam, Tran Dai Quang ke Mesir kali ini, mempunyai arti sejarah, menegaskan penghargaan dan keinginan Vietnam dalam memperkuat kerjasama dengan Mesir. Kunjungan ke dua negara Afrika yaitu Etiopia dan Mesir tersebut merupakan kesempatan bagi kedua fihak untuk berbahas tentang langkah mendorong lebih lanjut lagi hubungan kerjasama di banyak bidang seperti ekonomi, perdagangan dan investasi, menciptakan kerjasama di bidang-bidang unggulan yang dimiliki masing-masing negara. Hasil kunjungan ini akan turut membawa hubungan antara Vietnam dengan Etiopia dan Mesir memasukki halaman baru, dengan kerjasama di banyak bidang yang berhasil-guna, lebih ektensif dan intensif, memberikan sumbangan pada perdamaian, stabilitas, kerjasama dan perkembangan di dunia.

Komentar

Yang lain