Meneruskan persidangan IPU-132

(VOVworld) – Pada Senin (30 Maret), Persidangan Majelis Umum ke-132 Uni Parlemen Dunia (IPU-132) memasuki hari kerja ke-3. Direncanakan akan mengadakan 5 sidang resmi, diantaranya ada sidang pleno Majelis Umum IPU dengan perbahasan tentang tema mendesak yang sedang diperhatikan dunia.

Tema ini diputuskan pada Minggu (29 Maret), berdasarkan pada usulan dari 9 negara. Diantaranya ada usulan dari Belgia dan Australia tentang menghadapi kelompok terorisme Boko Haram yang diesahkan dengan jumlah suara yang paling tinggi. Menurut ketentuan IPU, semua anggota bisa mengusulkan menambahkan tema mendesak pada program agenda IPU. Juga pada Senin (30 Maret), pada persidangan Komisi Tetap tentang Demokrasi dan Hak manusia, para peserta berbahas tentang Rancangan resolusi “Hukum internasional dalam masalah kedaulatan nasional, tidak melakukan intervensi pada urusan internal satu sama lain dan hak manusia”. Pada dua sesi perbahasan yang lain, para legislator terus berbahas tentang Rancangan resolusi tentang “perang internet” dan tema “mengikuti resolusi tentang pengelolaan air IPU : maju ke depan”.

Meneruskan persidangan IPU-132 - ảnh 1
Malam festival persatuan Parlemen
(Foto :VOV)

Sebelumnya, pada Minggu (29 Maret), semua sesi perbahasan penting dalam kerangka Persidangan IPU-132 berlangsung di kota Hanoi. Ketua Majelis Nasional (MN) Vietnam, Nguyen Sinh Hung dan Ketua IPU Saber Chowdhury, pemimpin Badan Sekretariat IPU mengadakan sidang Badan pengarahan Majelis Umum untuk berbahas tentang program agenda dan aktivitas resmi dari Majelis Umum menurut peraturan IPU. Dewan eksekutif memberikan pendapat tentang mempertahankan total jumlah anggotanya yalah 166 orang dan belum menerima anggota yang baru, memberikan pendapat tentang 8 tema mendesak untuk dipilih oleh Majelis Umum. Ketua MN Vietnam, Nguyen Sinh Hung dipilih sebagai Ketua IPU-132. Pada hari yang sama, berlangsung sidang Komisi tentang hak manusia, Komisi tentang Keuangan, Perdagangan dan Perkembangan yang berkesinambungan, Komisi tentang Perdamaian dan Keamanan Internasional.

Juga dalam kerangka IPU-132 ini, berlangsung Forum Legislator Muda, Konferensi sela tentang “Menuju ke visi Beijing : Pandangan dari kaum laki-laki”, Konferensi Asosiasi para Sekretaris Jenderal (ASGP) yang akan berakhir pada 1 April 2015.

Dalam kerangka aktivitas IPU-132, pada Minggu malam (29 Maret), Wakil Ketua MN Vietnam, Tong Thi Phong memimpin resepsi dengan tema Malam festival persatuan Parlemen di Son Tay, Hanoi. Ketika berbicara di sini, dia menekankan: Semoga Anda Sekalian akan bersama dengan kami merasakan tradisi sejarah, kebudayaan dan kemanusian bangsa Vietnam. Semua bangsa  hidup bersama secara adil, bersatu dan saling menghormati, saling berkembang. Anda Sekalian juga bersama menerima persahabatan, solidaritas dari keluarga etnis-etnis Vietnam dengan rakyat semua negeri di dunia”. 


Bersangkutan dengan peristiwa ini, pada pagi harinya, berlangsung perbahasan-perbahasan Komisi Tetap urusan perdamaian dan keamanan internasional, sidang pleno tentang tema darurat, sidang Komisi Tetap urusan Demokrasi dan Hak Manusia. Ketika memberikan penilaian tentang perbahasan mengenai Rancangan Resolusi “Hukum internasional dalam masalah kedaulatan nasional, tidak saling mengintervensi urusan internal dan hak manusia”, Legislator Jerman, Ibu Dagmar Freitag, Ketua Komisi Olahraga Parlemen Jerman, anggota Komisi Hubungan Luar Negeri Jerman mengatakan: “Masalah demokrasi dan hak manusia dalam tahapan ini sangat perlu. Di banyak kawasan di dunia, warga tidak bisa hidup dalam kedamaian, setiap hari harus menderita serangan dan pelanggaran hak manusia. Partisipasi dari 166 negara di IPU kali ini dan resolusi yang diesahkan-nya akan memainkan peranan penting yang berpengaruh terhadap tidak hanya negara-negara demokrasi saja, melainkan juga negara-negara yang belum bisa menjamin hak rakyatnya”.
 
Dengan pandangan yang sama, Ketua Parlemen Republik De Sao Tome, Jose da Graca Diogo menegaskan bahwa Rancangan Resolusi “Hukum internasional dalam masalah kedaulatan nasional, tidak saling mengintervensi urusan internal dan hak manusia” sangat bermakna, memanifestasikan hubungan antara hukum internasional, kedaulatan nasional dan hak manusia. Pada sore harinya, dalam kerangka IPU-132 juga berlangsung acara peringatan ultah ke-30 pembentukan mekanisme asosiasi legislator wanita IPU dan 20 tahun pelaksanaan Pernyataan dan Program Politik Aksi Beijing. Ini merupakan tonggak-tonggak sejarah penting yang menandai kemajuan gerakan wanita dan aktivitas Uni Parlemen Dunia.

Untuk menegaskan agenda di Majlelis Umum IPU-132, pada Senin pagi (30 Maret), di kota Hanoi, Komisi Tetap urusan perdamaian dan keamanan internasional meneruskan Persidangan ke-3 untuk menyempurnakan Rancangan Resolusi mengenai perang cyber-ancaman yang serius terhadap perdamaian dan keamanan dunia. Pada persidangan ini, para utusan mengalisis dan memperjelas peranan dan sumbangan-sumbangan yang diberikan parlemen dalam membuat definisi dan pengertian kerangka tentang perang cyber. Para utusan mencapai kesepakatan yang tinggi mengenai perlunya menyempurnakan satu konvensi internasional tentang jaringan internet, untuk mencegah semua kekuatan teroris bisa menggunakan jaringan internet untuk melaksanakan kejahatan, khususnya mengumpulkan derma untuk membantu aktivitas-aktivitas teror, merekrut dan meracuni komunitas dengan ide-ide kekerasan. Rancangan Resolusi “Perang cyber: Ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan dunia”akan diesahkan oleh Komisi Tetap urusan perdamaian dan keamanan Internasional pada Selasa (31 Maret).



Komentar

Yang lain