PM Nguyen Xuan Phuc melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin

(VOVworld) – Dalam kerangka Konferensi Tingkat Tinggi memperingati ultah ke-20 penggalangan hubungan dialog ASEAN – Rusia, atas undangan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, Perdana Menteri (PM) Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, Kamis malam (19/5), melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin.

Presiden Vladimir Putin menilai tinggi peranan Vietnam di Asia Tenggara dan menegaskan bahwa Vietnam selalu merupakan salah satu diantara prioritas-prioritas hubungan luar negeri dari Rusia di kawasan Asia – Pasifik. PM Nguyen Xuan Phuc memberitahukan bahwa Vietnam selalu bersedia menjadi jembatan penghubung bagi badan usaha Rusia untuk memperluas aktivitas di pasar negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada umumnya dan ASEAN pada khususnya, terutama pada latar belakang Vietnam telah dan sedang menanda-tangani dan berpartisipasi pada banyak Perjanjian Perdagangan Bebas dengan berbagai negara dan organisasi. PM Nguyen Xuan Phuc mengucapkan selamat kepada Rusia yang menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN – Rusia dan percaya bahwa Konferensi Tingkat Tinggi ini akan berhasil, membawa hubungan ASEAN – Rusia ke satu periode perkembangan baru, menegaskan terus memperhebat kerjasama antara Vietnam dan Rusia dalam kerangka ASEAN – Rusia.


PM Nguyen Xuan Phuc melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin - ảnh 1
Pertemuan antara dua pemimpin Vietnam - Rusia
(Foto: nld.com.vn)


Dua pemimpin sepakat harus terus berkoordinasi erat dan berfokus meningkatkan hasil-guna semua program dan proyek kerjasama titik berat, khususnya dalam pertukaran dagang, migas, listrik tenaga nuklir dan pariwisata sebagai dasar untuk memperhebat kerjasama di bidang-bidang lain. PM Nguyen Xuan Phuc dan Presiden Vladimir Putin berbahas tentang masalah-masalah internasional dan regional yang menjadi minat bersama, sepakat terus berkoordinasi erat di semua forum multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, APEC, ASEM, ASEAN, dll.

Mengenai perkembangan-perkembangan yang rumit di Laut Timur belakangan ini, Presiden Vladimir Putin memberitahukan bahwa Rusia menaruh perhatian dan memantau situasi di Asia Tenggara pada umumnya dan Laut Timur pada khususnya, serta menegaskan bahwa pendirian Rusia ialah harus menangani semua sengketa di Laut Timur dengan langkah damai di atas dasar menghormati hukum internasional, terutama ialah Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut tahun 1982 (UNCLOS 1982), menggelarkan secara penuh dan efektif Deklarasi tentang cara berperilaku dari para pihak yang bersangkutan di Laut Timur (DOC), mendukung ASEAN dan Tiongkok berkoordinasi menyusun Kode Etik di Laut Timur (COC).

Setelah pertemuan, dua pemimpin menyaksikan acara penyampaian Medali Persahabatan Vietnam kepada Presiden Grup Rosneft, Igor Ivanovich Sechin dan Bintang Persahabatan Rusia kepada Presiden Dewan Komisaris Grup Permigasan Vietnam, Nguyen Quoc Khanh. 
Berita Terkait

Komentar

Yang lain