Ikhtisar Surat Beberapa Pendengar dan Perkenalan Sepintas tentang Situasi Ekspor Beras Vietnam

(VOVWORLD) - Saudara-saudara pendengar! Saya Thuy Trang, sangat gembira ketika bertemu lagi dengan Anda dalam Acara “Kotak Surat Anda” pekan ini. Departemen Siaran Luar Negeri VOV5 sepekan belakangan ini menerima 390 surat dari 36 negara dan teritori, 29 di antaranya surat dan email untuk Program Siaran Bahasa Indonesia. Kami menerima surat dan email dari Saudara-saudara: M. Sumantri, Fachri, Eddy Setiawan, Rudy Hartono, Hari Santosa, C.R. Nurdin, dan beberapa pendengar lainnya. 

Saudara pendengar, situasi wabah Covid-19 di banyak negara sudah terkendali secara baik, lebih khusus lagi Indonesia, salah satu negara episentrum wabah yang kini telah membebaskan zona merah untuk segera membuka kembali berbagai layanan dan kegiatan ekonomi, termasuk pariwisata. Dalam surat yang dikirimkan kepada program kami pekan ini, Saudara Hari Santosa berbagi: “Pemerintah merencanakan membuka kembali pariwisata di Bali untuk wisatawan mancanegara. Sekarang pemerintah sudah melihat penyebaran virus covid 19 di Bali sudah membaik dan kasus Covid-19 sudah turun. Alasan inilah yang membuat pemerintah berani membuka kembali pariwisata di Bali. Pemerintah telah memutuskan untuk tidak menggunakan aplikasi PeduliLindungi bagi masyarakat yang tidak dapat mengaksesnya. Karena tidak semua masyarakat mempunyai gadget untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan mengakses saat akan melakukan perjalanan udara dan kereta api. Pemerintah hanya berharap agar semua masyarakat sudah melakukan vaksinasi, terutama lansia pelaku perjalanan dengan pesawat udara dan kereta api harus menunjukkan kartu vaksin, minimal vaksinasi dosis pertama.”

Ikhtisar Surat Beberapa Pendengar dan Perkenalan Sepintas tentang Situasi Ekspor Beras Vietnam - ảnh 1Sebuah sudat di Pulau Bali - Ilustrasi (Foto: bestprice.vn)

Saudara Hari Santosa yang budiman, kami sangat gembira menerima informasi tersebut. Dengan demikian, setelah sekian lama membeku, saat ini pariwisata Indonesia sudah memberikan tanda-tanda kembali marak. Hal itu menunjukkan bahwa pencegahan dan penanggulangan wabah di Indonesia telah mencapai keberhasilan yang tidak terduga. Meskipun pariwisata sudah terbuka kembali, tetapi Anda jangan lupa untuk tetap menaati protokol kesehatan secara serius ketika berwisata ke tempat-tempat wisata untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar Anda. Mudah-mudahan wabah cepat terkendali agar kami dapat berwisata ke Pulau Bali yang indah.

Pekan ini kami juga menerima pembagian Saudara C.R. Nurdin, dalam surat yang dikirimkan kepada kami,  ia mengatakan: “Nasi ketan, di daerah saya, Kabupaten Lebak (Provinsi Banten), namanya leumeung. Nasi dibungkus dengan daun pisang, dimasukkan dalam ruas bambu, lalu dibakar, sampai matang, dan jadi hidangan tradisional. Pusat produksi leumeung ada di Kecamatan Malingping. Pertanyaan: Adakah penanaman khusus beras ketan di Vietnam? Secara umum, bagaimana produksi padi di Vietnam dari tahun ke tahun, juga ekspor beras ke negara mana saja? Juga ke Indonesia, ya?”

Saudara pendengar, Vietnam adalah negara dengan peradaban pertanian yang sudah lama berlangsung, mendapat prioritas terbaik dari alam dan mempunyai kondisi alam yang kondusif untuk mengembangkan pertanian, terutama memproduksi pangan dan bahan makanan. Hasil ekspor produksi pangan Vietnam menduduki posisi ke-2 di dunia setelah Thailand. Di antaranya, tanaman padi pada umumnya atau padi ketan pada khususnya juga sangat berkembang di Vietnam. Padi ditanam menyebar di banyak tempat, tetapi sebagian besar ditanam di Daerah Dataran Rendah Sungai Mekong. Bidang pertanian, khususnya padi, telah memberikan sumbangsih yang berarti dalam perkembangan sosial-ekonomi di daerah, seperti meningkatkan pendapatan dan memperbaiki taraf hidup para petani; memberikan sumbangsih kepada APBN dan restrukturisasi ekonomi pertanian, sesuai dengan haluan dan kebijakan Partai dan Negara tentang pengembangan industrialisasi dan modernisasi pertanian dan pedesaan.

Ikhtisar Surat Beberapa Pendengar dan Perkenalan Sepintas tentang Situasi Ekspor Beras Vietnam - ảnh 2Menurut perkiraan dari perusahaan layanan keuangan Fitch Solutions, hasil produksi beras yang diproduksi pada 2021 dapat mencapai lebih dari 27,4 juta ton, sama dengan pertumbuhan 1,1% dibandingkan 2020 (Foto: hanoimoi.com.vn)

Saat ini Vietnam merupakan negara pengekspor beras terbesar kedua setelah India. Pada tahun 2021, bidang pertanian padi Vietnam diperkirakan akan bertumbuh dalam produksi karena cuaca yang kondusif dan beberapa perjanjian perdagangan membuka prioritas dan prospek ekspor beras. Di samping itu, perkembangan kompleks wabah Covid-19 di dunia membuat kebutuhan pemasaran dan cadangan bahan pangan diperkirakan tetap tinggi. Menurut perkiraan dari perusahaan layanan keuangan Fitch Solutions, hasil produksi beras yang diproduksi pada 2021 dapat mencapai lebih dari 27,4 juta ton, sama dengan pertumbuhan 1,1% dibandingkan 2020. Ekspor beras Vietnam pada 2021 diperkirakan akan sedikit meningkat, naik 1,6% dibandingkan 2020. Beberapa pasar ekspor beras besar bagi Vietnam yang dapat disebutkan adalah Filipina, Tiongkok, Amerika Serikat, Malaysia, Indonesia, dan sebagainya.

Saudara pendengar, tanaman padi telah dikaitkan erat dengan kehidupan manusia dan desa-desa Vietnam. Citra padi dan petani telah menjadi warna yang tak tergantikan dalam gambaran tentang desa Vietnam sekarang dan selamanya. Di akhir acara Kotak Surat Anda hari ini, mari kita nikmati lagu “Nyanyian Padi Hari Ini” – lagu pujian bagi padi – keindahan tanah air bangsa Vietnam, memuji citra petani padi yang selalu bekerja keras untuk mendapatkan gabah yang bagaikan emas, ciptaan komponis Hoang Van melalui alunan suara penyanyi Trong Tan.

 

Komentar

Yang lain