Mohamad Yousof-Orang yang sepenuh hati demi anak-anak miskin dan anak-anak yang bernasib malang di kota Ho Chi Minh

(VOVworld) – Memberikan bantuan, berbagi kesulitan dan selalu menyemangati banyak keluarga miskin, orang-orang yang bernasib malang,  penyandang disabilitas, terutama anak-anak etnis minoritas Cham adalah pekerjaan yang penuh berkemanusiaan yang dilakukan oleh Mohamad Yousof warga etnis minoritas Cham di kecamatan Cau Kho, kabupaten kota nomor 1, kota Ho Chi Minh. Selama 15 tahun ini, dia telah mengumpulkan derma puluhan miliar dong Vietnam dan banyak benda yang bernilai lain untuk anak-anak yang haus belajar di daerah-daerah yang menjumpai kesulitan. 


Mohamad Yousof-Orang yang sepenuh hati demi anak-anak miskin dan anak-anak yang bernasib malang di kota Ho Chi Minh - ảnh 1
Bapak Mohamad Yousof
(Foto: htv.com)


Sebagai Wakil Kepala Badan Perwakilan Komunitas Muslim kota Ho Chi Minh urusan aktivitas sosial dan amal, bapak Mohamad Yousof senantiasa melakukan kontak dengan para keluarga yang menjumpai kesulitan, diantaranya ada banyak warga etnis minoritas Cham. Mendengarkan dan mengerti akan kesulitan-kesulitan bersama dengan hati dari seorang kakek dan ayah yang selalu banyak berpikir tentang masalah belajar dari anak-anak dari para keluarga miskin yang  tidak punya syarat untuk belajar, dia telah menggerakkan para dermawan supaya memberikan urun sebanyak miliaran dong Vietnam untuk menyalakan impian dari ribuan anak-anak di kota Ho Chi Minh dan anak-anak etnis minoritas Cham yang haus belajar untuk dapat pergi ke sekolah. Pada setiap tahun ajar baru, dia berkoordinasi dengan semua sekolahan memberikan bantuan berupa sepeda kepada pelajar etnis Cham miskin  tidak hanya di kota Ho Chi Minh saja, tapi juga di provinsi-provinsi seperti An Giang, Tay Ninh dan Ninh Thuan. Dari tahun 2010 hingga sekarang, dia telah memberikan lebih dari 600 buah sepeda, setiap sedepa seharga sejuta dong Vietnam. Pada tahun 2008, dia berhasil memobilisasi dana sebanyak kira-kira 200 juta dong Vietnam untuk membangun sekolah kanak-kanak etnis Cham di dukuh Phum Xoai, kecamatan Chau Phong, kota madya Tan Chau, provinsi An Giang untuk membantu anak-anak mendapat tempat belajar dan berhibur. Dari semua sumber bantuan yang digerakkan, hingga sekarang, dia telah memberikan lebih dari 2.000 bea siswa kepada anak-anak yang haus belajar di daerah-daerah yang menjumpai kesulitan untuk mendapat kesempatan terus pergi ke sekolah.

Tidak hanya memperhatikan masalah belajar dari anak-anak yang menjumpai kesulitan, Mohamad Yousof telah berhasil menggerakkan dana sebanyak lebih dari 6 miliar dong Vietnam untuk membangun 200 rumah kasih sayang untuk kaum miskin. Ly Du So, Kepala Badan Perwakilan Komunitas Muslim kota Ho Chi Minh memberitahukan: “Bapak Mohamad Yousof selalu mendapat kepercayaan dari komunitas Cham. Dia mempunyai rasa kasih terhadap manusia, bersemangat dalam pekerjaan amal dan selalu berbagi kesulitan dan membantu warga etnis Cham miskin di semua daerah”.

Mohamad Yousof menyatakan bahwa  orang yang paling berbahagia adalah orang yang memberikan banyak kebahagiaan kepada orang lain. Saya paling mencintai anak-anak miskin yang haus belajar tapi tidak mempunyai syarat. Hal ini mendesak saya harus melakukan segala pekerjaan untuk membantu mereka dapat pergi ke sekolah. “Saya mengharapkan mencapai kesehatan yang baik untuk terus melakukan pekerjaan amal dalam membantu kaum miskin. Ketika melakukan pekerjaan amal, saya tidak membedakan anak-anak etnis Cham, Kinh, Khmer dan lain-lain, kalau ada syarat, saya bersedia membantu mereka. Hasrat saya ialah memberikan rasa kasih sayang dan keberbagian dari komunitas terhadap anak-anak miskin”.

Dengan sumbangan-sumbangannya, Mohamad Yousof telah mendapat lencana “Demi usaha persatuan besar nasional” yang diberikan oleh Pengurus Besar Front Tanah Air Vietnam dan gelar “Orang yang baik, pekerjaan yang baik” dan piagam pujian yang diberikan oleh kota Ho Chi Minh. Hati yang berkemanusiaan dari Mohamad Yousof sedang menyalakan harapan kepada para keluarga miskin, pelajar miskin, anak-anak disabilitas dan anak-anak yang bernasib malang di banyak provinsi dan kota-tempat pemukiman banyak warga etnis minoritas.  

Komentar

Yang lain