Para penyair etnis minoritas Cham

(VOVWORLD) - Di atas fundasi tradisi dan jati diri sendiri , menerima khazana raksasa dari sastra klasik raksasa etnisnya, beberapa penyair etnis minoritas Cham telah memberikan satu persajakan baru kepada dunia persajakan etnis-etnis minoritas Viet Nam seperti penyair-penyair Inrasara, Ta Vigia, Jalau Anuk, Dong Chuong Tu, Ysa Umo dan lain-lain. Khususnya ialah karya-karya dwi bahasa Cham dan bahasa Viet dari mereka telah turut memperkaya lagi bahasa etnis, bersamaan itu menciptakan ciri-ciri sendiri  bagi sastra etnis-etnis minoritas dan pesajakan Viet Nam.
Para penyair etnis minoritas Cham - ảnh 1Penyair Inrasara  (Foto: vov.vn) 

Penyair Inrasara lahir pada tahun 1957 di desa Cakleng-My Nghiep, Kotamadya Phuoc Dan, Kabupaten Ninh Phuoc, Provinsi Ninh Thuan (Viet Nam Tengah). Dia menciptakan sajak pada usia 15 tahun, tapi sampai usia 40 tahunsajaknya yang pertama baru dimuat di koran yaitusajak: “Menara panas”. Kemudian, dia terus-menerus menerbitkan karya-karyanya baik  dalam bentuk sajak maupun novel. Dengan gaya sajak yang khas dan  filosofis, maka sajaknya menarik perhatian khusus dari massa rakyat, para kritikus sastra dan peneliti.

Arti sajak ciptaan Inrasara menyentuh masalah-masalah utama dari kesenian. Dia telah hidup secara sungguh-sungguh dengan kehidupan sastra modern. Karyanya memberikan sumbangan yang tidak kecil terhadap usaha pembaruan kesusastraan, pembaruan pola pikir dan cara menulis. Inrasara adalah pencipta dari 20 kumpulan sajak dan proyek penelitian tentang kebudayaan etnis minoritas Cham, bersamaan itu adalah pemilik dari banyak hadiah di dalam dan luar negeri. Penyair Inrasara mengatakan: “Sebenarnya, pekerjaan utama saya ialah meneliti, mengoleksi dan menterjemahkan sastra dan bahasa etnis minoritas Cham. Saya menciptakan sajak dwi bahasa Viet dan bahasa Cham. Sekarang ini, saya adalah Kepala redaksi dari pilihan tulisan “Tagalau” yang diterbitkan oleh Asosiasi Seni dan Sastra etnis-etnis minoritas Viet Nam yang menghimpun karya-karya dari para pengarang etnis minoritas Cham dewasa ini”.

Kalau penyair Inrasara dikenal oleh banyak penggemar sajak dengan satu gaya sajak yang unik dan filosofis, maka gaya sajak dari penyair Tra Vigia kaya dengan pikiran dan selalu mencari dan mencoba cara menulis baru. Dia lahir pada tahun 1957, pada usia 15 tahun dia telah punya sajak yang dimuat di Panrang, majalah internal dari komunitas warga etnis minoritas Cham Phan Rang sebelum tahun 1975. Sajak-sajaknya itu telah berhasil meyakinkan para pendahulu. Dia membuat sajak baik dalam bahasa Viet maupun bahasa  Cham. Setiap sajaknya selalu meninggalkan efek dalam hati pembaca.

Terbanding dengan para penyair etnis minoritas Cham yang disebut  di atas, maka Jalau Anek, lahir pada tahun 1975 dianggap sebagai penyair etnis minoritas Cham yang masih sangat muda dan mempunyai banyak karya dengan cara manifestasi yang modern untuk menyatakan perasaan dan pemikiran generasi warga etnis minoritas Cham yang lahir setelah tahun 1975. Saja-sajaknya sangat bersifat keseharian, sehat, nasional tapi tidak kurang internasional.

Juga orang yang asyik membuat sajak, bapak Ysa Umo, berusia 50 tahun di Kota Ho Chi Minh adalah warga etnis minoritas yang menganut agama Islam. Dia membuat sajak pada tahun 2004, tapi sampai tahun 2016 baru membawa sajaknya yang pertama  dengan judul: “Mengunjungi laut dan pulau kampung halaman” dengan kaligrafi etnis minoritas Cham dan Viet Nam untuk ikut serta dalam Hari Sajak Viet Nam dan mencapai hadiah hiburan. Dalam proses mencipta, dia telah  membawa cara pikir, cara hidup yang dikaitkan dengan agama ke dalam sajaknya sehingga membuat irama sajaknya tambah baru.

Ketika berbicara tentang sumbangan-sumbangan yang diberikan oleh bapak Ysa Umo kepada sajak etnis minoritas Cham di Kota Ho Chi Minh, Doktor Phu Van Han, Wakil Ketua Asosiasi Seni dan Sastra etnis-etnis minoritas Viet Nam  di Kota Ho Chi Minh memberitahukan: “Saudara Ysa Umo adalah anggota asosiasi, dia mempunyai banyak karya sajak tentang kampung halaman yang inovatif, kehidupan warga etnis minoritas Cham dan lain-lain dan turut mengkonservasikan bahas etnis minoritas Cham”.

Semua sumbangan yang diberikan oleh para penyair etnis minoritas Cham seperti Inrasara, Tra Vigia, Jalau Anek, Ysa Umo dan lain-laina telah menciptakan wajah sastra modern dari etnis minoritas Cham yang cukup unik, bersamaan itu turut menciptakan ciri sendiri dan eksotis terhadap persajakan etnis-etnis minoritas Viet Nam.  

Komentar

Yang lain