Tim CIRAC dari Thailand dengan Teknologi Mendaur Ulang Sampah Plastik demi Satu Perekonomian Sirkular

(VOVWORLD) - Selaku salah satu di antara 4 tim pemenang dalam kontes “Tantangan Inovasi untuk Mengurangi Polusi Plastik” (Ending Plastic Pollution Innovation Challenge-EPPIC) yang diadakan oleh UNDP berkoordinasi (thêm) dengan negara-negara ASEAN pada tahun 2020, tim CIRAC dari Thailand memperkenalkan teknologi yang bersifat terobosan. Yaitu: teknologi mengubah kemasan camilan menjadi aluminium dan minyak solar. Meskipun proyek ini sedang dalam tahap uji coba, tetapi hasilnya sangat menggembirakan dengan kapasitas menangani 1.000 ton kemasan camilan menjadi 200 Kg aluminium per hari, turut mengurangi sampah plastik dan mendorong perekonomian sirkular di Thailand dan di kawasan. 
Tim CIRAC dari Thailand dengan Teknologi Mendaur Ulang Sampah Plastik demi Satu Perekonomian Sirkular - ảnh 1Tim CIRAC merupakan salah satu di antara 4 tim pemenang dalam kontes EPPIC 

“Sekitar 20 persen sampah plastik yang kita lihat sekarang ini berupa kemasan seperti kemasan kue, kemasan camilan, kemasan kopi instan, dan sebagainya. Di antaranya terdiri dari sangat banyak lapisan seperti lapisan aluminium dan lapisan plastik. Bermacam jenis kemasan tersebut sangat banyak digunakan dalam kehidupan masa kini dan di masa depan, tetapi kekhasan banyak lapis dari jenis sampah ini sangat sulit untuk didaur ulang. Kalau kita tidak bisa menemukan metode untuk mendaur ulangnya, maka  jenis kemasan ini mungkin dibuang ke laut. Oleh karena itu, kami meneliti dan mengembangkan teknologi mendaur ulang kemasan camilan menjadi aluminium dan minyak solar”.

Dengan pengetahuan yang dipelajari di Fakultas Permigasan PPC, Universitas Chulalongkorn, Thailand, dan pengalaman kerja di Perusahaan Kimia SCG, Doktor Sikarin Tamiyakul, berusia 30 tahun, beserta seorang temannya membentuk tim CIRAC untuk meneliti dan mengembangkan teknologi mendaur ulang kemasan camilan menjadi aluminium dan minyak solar pada 2 tahun yang lalu. Sekarang, teknologi mengubah kemasan camilan menjadi aluminium sudah selesai dan sedang diuji. Sedangkan, proses mengubah kemasan camilan menjadi minyak solar sedang dalam proses penelitian dan pengembangan.

“Hal yang menonjol dari teknologi tersebut ialah perancangan reaktor. Reaktor ini harganya tidak tinggi dan dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di Thailand. Sedangkan bahan yang kami gunakan untuk didaur ulang ialah kemasan kopi instan yang tidak memenuhi standar dari berbagai pabrik.  Kami mengubahnya menjadi aluminium dan minyak solar, tidak melepaskan limbah apa pun ke lingkungan”.

Keunggulan yang dimiliki tim CIRAC mendapat apresiasi tinggi dari Panitia dan Dewan Juri Kontes EPPIC 2020. CIRAC resmi menjadi salah satu di antara 4 tim yang meraih hadiah yang sama pada kontes diberikan 18.000 USD dan berpartisipasi dalam program pelatihan akselerasi dalam waktu 9 bulan untuk mengembangkan ide tersebut menjadi proyek praktis. Hoang Thanh Vinh, pejabat program UNDP Vietnam – Penyelenggara kontes EPPIC, menilai:Hoan

 “CIRAC sangat sukses ketika mengusulkan teknologi mendaur ulang sampah plastik demi satu perekonomian sirkular. Hal yang baru dari proyek ini ialah selain mengumpulkan dan mendaur ulang plastik, serta mengubah sampah menjadi aluminium dan minyak solar, proyek tersebut juga menciptakan nilai pertambahan dan keunggulan yang lebih besar dari pada daur ulang plastik yang biasa”.

Bagi CIRAC, partisipasi pada kontes EPPIC tidak hanya merupakan peluang bagi mereka untuk mengusulkan ide kreatif dan berkonektivitas dengan para inovator di kawasan ASEAN saja, melainkan juga membantu mereka menyempurnakan ide bisnis dari proyeknya.

Setelah keberhasilan di kontes EPPIC, CIRAC berencana menyempurnakan reaktor dan terus memperhebat penelitian teknologi pengubahan kemasan camilan menjadi minyak solar. Di samping itu, mereka akan membina citra, brand, dan website untuk mendirikan perusahaan. Selain itu, CIRAC juga mencari para investor, pemasok bahan baku serta pembeli produk dan teknologi pada tahun 2021 untuk menuju ke perluasan ke pasar Asia Tenggara pada tahun 2022.

Komentar

Yang lain