KTT ASEAN: Membawa visi menjadi kenyataan demi satu Komunitas ASEAN yang dinamis

(VOVworld) – Perdana Menteri (PM) Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, Selasa (6/9), mengepalai delegasi Vietnam untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang ke-28 dan ke-29 serta konferensi-konferensi lain yang bersangkutan yang diadakan di Vientiane, ibu kota Laos dari 6-8/9/2016. Pada konferensi kali ini, Vietnam terus mengembangkan tanggung-jawab, memperkokoh dan memperkuat solidaritas dan kesatuan di kalangan ASEAN, aktif menggelarkan Visi ASEAN 2025. 


KTT ASEAN: Membawa visi menjadi kenyataan demi satu Komunitas ASEAN yang dinamis - ảnh 1
Deputi Menlu Le Hoai Trung dalam Konferensi SOM ASEAN
(Foto: vovworld.vn)

KTT ASEAN ke-28 dan ke-29 serta berbagai KTT yang bersangkutan dihadiri oleh pimpinan 10 negara ASEAN, Tiongkok, Jepang, Republik Korea, Amerika Serikat, Rusia, India, Australia, Selandia Baru dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB). Dengan tema “Membawa visi menjadi kenyataan demi satu Komunitas ASEAN yang dinamis”, semua KTT kali ini merupakan kesempatan tingkat tinggi satu-satunya pada tahun ini bagi pimpinan negara-negara ASEAN dan semua negara mitra  untuk melakukan perbahasan setelah Komunitas ASEAN resmi terbentuk pada 31/12/2015. Pada konferensi kali ini, pimpinan negara-negara berfokus membahas orientasi dan langkah-langkah memperkuat konektivitas ASEAN, memperkokoh solidaritas, kesatuan dan sentralitas ASEAN, memperbehat kerjasama antara ASEAN dengan negara-negara mitra, bersamaan itu berbahas tentang masalah-masalah regional dan internasional.


Perkembangan positif dalam menggelarkan Visi ASEAN

Terbentukanya Komunitas ASEAN pada 31/12/2015 telah memasuki sejarah, menandai satu tonggak penting dalam proses konektivitas kawasan. Hingga kini, ASEAN telah mencapai banyak perkembangan positif dalam menggelarkan Visi ASEAN 2025 dan semua Rencana Induk di atas 3 pilar komunitas. Deputi Menteri Luar Negeri Vietnam, Le Hoai Trung menegaskan: “Prestasi paling menonjol yang dicapai oleh ASEAN sejak Komunitas ASEAN terbentuk ialah menggelarkan berbagai rencana yang telah dikeluarkan, misalnya di bidang perdagangan dan keamanan, dengan kira-kira dari 200 sampai 300 jenis aktivitas dalam rencana telah dilaksanakan. Di bidang ekonomi, ASEAN telah juga mendorong aktivitas-aktivitas, terutama konektivitas dengan mitra-mitra di luar kawasan dan melaksanakan permufakatan dalam kerangka Komunitas Ekonomi ASEAN. Prestasi selanjutnya ialah Komunitas ASEAN terus menyerap perhatian dan dukungan dari komunitas internasional. Sekarang ini, dunia mengenal lahirnya Komunitas ASEAN maupun prestise ASEAN di gelanggang internasional”.

Pada tahun 2016, hubungan kerjasama antara ASEAN dengan negara-negara mitra dialog langsung terus diperhebat dan mencapai hasil-hasil kongkrit melalui penggelaran secara efektif berbagai Program Aksi tahap 2016-2020. Hingga sekarang, ada 86 negara mitra yang mengirim Duta Besar di ASEAN dan lebih dari 50 Komisi ASEAN di negara-negara di dunia. ASEAN baru-baru ini, telah menyutujui  usulan ikut serta dalam Perjanjian Keakraban dan Kerjasama (TAC) antara Cili, Iran, Mesir dan Maroko, menyampaikan status mitra menurut  bidang keapda Swiss, status mitra perkembangan kepada Jerman dan sedang  terus mempelajari banyak usulan lainnya. Keinginan dari banyak mitra sekarang ini dalam memperluas dan memperdalam lebih lanjut lagi kerjasama dengan ASEAN dan banyak negara di luar kawasan untuk menyatakan keinginan menggalang hubungan dengan ASEAN memperlihatkan bahwa ASEAN telah berhasil menegaskan peranan dan posisi yang melampaui kaliber kawasan.


Memperkuat solidaritas di kalangan ASEAN

Dalam proses terbentuk dan berkembangnya, ASEAN mendapat banyak kemudahan karena ada lingkungan yang damai dan stabil di kawasan. Akan tetapi, selama ini, ASEAN juga menghadapi banyak tantangan keamanan, diantaranya ada ketegangan di Laut Timur. Dalam menghadapi kecemasan-kecemasan bahwa ASEAN sedang terpecah-belah oleh tantangan-tantangan ini, Duta Besar Vietnam untuk Amerika Serikat, Pham Quang Vinh mengatakan: “Hal yang paling penting bagi ASEAN ialah mempertahankan satu lingkungan yang damai dan stabil. Selain itu, ASEAN menciptakan kerangka dan forum yang mengaitkan mitra-mitra yang lebih besar. ASEAN menegakkan patokan-patokan perilaku regional. Saya menyatakan bahwa di 3 segi itu, ASEAN sedang mengembangkannya secara sangat baik. Kalau tidak ada ASEAN, maka pergesekan antar negara-negara besar dan interaksi antara negara besar dengan negara kecil tidak sepenuhnya demi kepentingan kawasan ini. Mungkin di atas jalan perkembangannya ASEAN mengalami pasang-surut, tapi kalau melihat pada 3 hal yang besar itu, maka jelaslah bahwa ASEAN sedang memainkan peranan sangat penting bagi kawasan dan berhasil memanifestasikan sentralisasinya”.

Sependapat dengan pandangan ini, Duta Besar Vietnam untuk Malaysia, Nguyen Cao Phong menegaskan: “ASEAN adalah rumah bersama dan semua negara ASEAN harus memberikan sumbangan pada rumah bersama itu. Komunitas ASEAN milik semua negara ASEAN, bukanlah milik negara tersendiai manapun, oleh karena itu, Komunitas ASEAN memerlukan kerjasama bersama, dorongan bersama untuk membangun komunitas ini. Dan ini merupakan kepentingan bersama untuk semua negara di kawasan, tidak mengecualikan siapapun”.


Vietnam
terus mengembangkan peranan sebagai anggota yang aktif dan bertanggung-jawab

Dari sudut nasional, Vietnam selalu berupaya keras memberikan sumbangan pada sukses bersama ASEAN, bersedia menerima semua tugas penting, menciptakan selar sebagai satu negara anggota yang berprestise, berinisiatif, dinamis dan bertanggung-jawab dalam rumah bersama Komunitas ASEAN. Untuk merealisasikan Visi ASEAN 2025, Vietnam sedang terus mengembangkan lebih lanjut lagi tanggung-jawab itu, berusaha bersama dengan semua negara anggota membangun satu Komunitas ASEAN yang kuat, bersolidaritas dan bersatu. Vietnam menghadiri berbagai KTT ASEAN kali ini dengan maksud turut mendorong ASEAN memasuki periode konektivitas yang lebih tinggi dengan satu posisi baru, bertekat dan lebih percaya diri.  

Komentar

Yang lain