Melakukan restrukturisasi pertanian: memperhatikan peningkatan nilai produk

18 April 2017 - 13:30:43

(VOVworld) – Pada tahun-tahun belakangan ini, pertanian Vietnam telah melakukan restrukturisasi untuk mempertahankan pertumbuhan. Bersama dengan usaha mengatasi kesulitan dan tantangan akibat perubahan iklim dan daya saing pada latar belakang integrasi ekonomi internasional yang intensif dan ekstensif, masalah berfokus menciptakan rantai konektivitas dan meningkatkan nilai produk dianggap sebagai arah perkembangan yang tepat dan berhasil-guna. 



melakukan restrukturisasi pertanian: memperhatikan peningkatan nilai produk hinh 0
Ilustrasi
(Foto: Internet)


Karena adanya perubahan-perubahan dari pasar dunia beserta kesulitan-kesulitan akibat perubahan iklim, pertumbuhan GDP dari pertanian, kehutanan dan perikanan Vietnam selama ini berkecenderungan turun. Pada tahun 2015, GDP cabang-cabang ini mencapai 4%, tapi turun terus menerus pada tahun 2015 dan 2016, sama dengan laju 2,62% dan 1,36%. Untuk mengatasi dampak-dampak itu dan mempertahankan laju pertumbuhan yang berkesinambungan, Perdana Menteri (PM) Vietnam telah mengesahkan Proyek “Melakukan restrukturisasi pertanian menurut arah meningkatkan nilai pertambahan dan melakukan perkembangan yang berkesinambungan”. Di antaranya, Proyek ini menekankan usaha menciptakan rantai konektivitas untuk meningkatkan nilai produk untuk memperhebat ekspor, memperkuat daya saing di pasar dunia. Le Van Binh, Wakil Kepala Direktorat Ekonomi, Kantor Majelis Nasional Vietnam menganggap bahwa Proyek restruktursisasi pertanian tersebut sangat perlu, terutama pada latar belakang sekarang ini.

Selain mengatasi semua problematik tentang kebijakan “batas kepemilikan tanah” (area tanah tanam yang digunakan oleh kepala keluarga atau perseorangan) dan modal kredit prioritas untuk menyerap investasi para investor, hal yang paling penting yang perlu digelarkan oleh pertanian Vietnam pada waktu mendatang ialah menetapkan secara jelas pasar dan pengolahan untuk meningkatkan nilai produk pertanian. Menurut Nguyen Xuan Duong, Wakil Kepala Direktorat Pembudidayaan, Kementerian Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Vietnam, serentetan Perjanjian Perdagangan bilateral dan multilateral resmi menjadi efektif, sehingga membuat kaum tani harus menderita persaingan yang keras dari produk-produk impor, berpengaruh terhadap peningkatan nilai hasil pertanian pada khususnya dan laju pertumbuhan cabang pertanian pada umumnya. Dia mengatakan: “Tidak perlu meningkatkan skala lagi, tapi perlu melakukan investasi untuk pengolahan agar supaya bisa menjual produk dengan harga lebih tinggi serta memberikan sumbangan pada pertumbuhan. Hal ini berarti bahwa kita menuju ke pengolahan dan penjualan produk pasca pengolahan”.


melakukan restrukturisasi pertanian: memperhatikan peningkatan nilai produk hinh 1
Ilustrasi
(Foto: Internet)


Kepala Institut Kebijakan dan Strategi Pengembangan Pertanian dan Pedesaan, Nguyen Do Anh Tuan menganggap bahwa untuk menciptakan terobosan, cabang pertanian pada waktu mendatang perlu berfokus memperbarui pola fikir dalam produksi dan aktif melakukan penggeseran untuk meningkatkan kualitas serta nilai produk-produk pertanian. Khususnya mengupgrade program-program yang digelarkan secara berhasil-guna selama ini seperti setiap desa satu produk, penerapan teknologi tinggi dalam pertanian, pola konektivitas pendidikan kejuruan antara badan usaha dan kaum tani. Bapak Nguyen Do Anh Tuan mengatakan: “Memeriksa kembali semua mekanisme dan kebijakan dalam pertanian dari dulu hingga sekarang seperti: mengganti  tanah tanaman padi, peraturan-peraturan tentang penyerapan investasi di bidang pertanian supaya merapati kenyataan. Tentang perkreditan, ilmu pengetahuan dan teknologi: meningkatkan investasi dan mengaitkan pola kemitraan publik-swasta dengan badan usaha dan sebagainya. Dengan demikian baru bisa mencapai hasil tinggi”.

Proyek “Melakukan restrukturisasi pertanian menurut arah meningkatkan nilai pertambahan dan melakukan perkembangan dan berkesinambungan” dari Pemerintah sampai sekarang telah dan sedang mengembangkan hasil-gunanya. Hal itu menunjukkan bahwa ini merupakan arah yang tepat. Meningkatkan nilai produk, membangun pertanian yang pintar, menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi, menciptakan nilai tinggi dan sebagainya tidak hanya menangani masalah jaring pengaman sosial, turut memperbaiki kehidupan kaum tani, melainkan juga membatasi dampak dari perubahan iklim. Proyek restrukturisasi pertanian yang digelarkan secara intensif dan merapati kenyataan akan turut membawa pertanian Vietnam mengarah ke ekspor dan integrasi ekonomi internasional secara lebih intensif dan ekstensif.