Pameran arkeologi menambah tenaga terhadap nilai global yang menonjol dari situs peninggalan sejarah Benteng Kerajaan Thang Long

(VOVworld) – Zona pameran “Penemuan-penemuan arkeologi di bawah Gedung Majelis Nasional” resmi beraktivitas pada 5/2016. Ini dianggap sebagai Museum Arkeologi pertama di Vietnam yang dilaksanakan oleh Akademi Ilmu Sosial Vietnam. 



Pameran arkeologi menambah tenaga terhadap nilai global yang menonjol dari situs peninggalan sejarah Benteng Kerajaan Thang Long - ảnh 1
Benda-benda yang dipajang di bawah Gedung Majelis Nasional
(Foto: hanoimoi.com.vn)


Pameran “Penemuan-penemuan arkeologi di bawah Gedung Majelis Nasional” dengan 140 benda beserta puluhan ribu artefak arkeologi dari banyak periode terletak secara bertumpuk-tumpuk. Untuk menciptakan konektivitas yang harmonis antara yang tradisional dan yang modern, Negara Vietnam berhaluan menyediakan sebidang tanah luas di  bawah Gedung Majelis Nasional untuk memajang penemuan-penemuan arkeologi tentang situs peninggalan sejarah Benteng Kerajaan Thang Long dengan maksud menciptakan citra yang khas, turut menyosialisasikan nilai situs peninggalan sejarah Benteng Kerajaan Thang Long kepada para wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Isi pokok zona pameran ini ialah memperkenalkan beberapa ragam benda dan artefak yang paling tipikal dan khas yang diekskavasi di tempat pembangunan Gedung Majelis Nasional  pada tahap 2008-2009 di dua lantai di bawah gedung ini. Pameran ini dimanifestasikan sesuai dengan waktu penanggalan. Metode pameran ialah menyelipkan situs peninggalan dan artefak, diantaranya situs peninggalan dianggap sebagai titik berat dan artefak dianggap sebagai  inti sari yang dipajang di tengah-tengah semua situs peninggalan. Cara memajang ini bermaksud memberikan  emosi dan kesan yang kuat melalui setiap ruang pameran. Profesor Muda, Doktor Bui Minh Tri, Kepala Pusat Penelitian Benteng Kerajaan dari Akademi Ilmu Sosial Vietnam memberitahukan: “Kami memelihara ide agar bagaimana merekonstruksikan situs peninggalan sejarah ini secara paling hidup-hidup dan paling mudah dimengerti, memberikan satu perasaan yang paling mendalam kepada massa rakyat dan berhasil membayangkan nilai-nilai penemuan arkeologi, mengerti tentang skala berbagai proyek arsitektur, teknik pembangunan dan berbagai material mentah yang ditemukan di situs peninggalan sejarah ini”.

Dalam ruang pameran di setiap lantai mempunyai aksentuasi yang menciptakan keunikan, kekhususan beserta kisah-kisah tentang sejarah penemuan di bawah tanah tentang Ibu Kota Kuno Thang Long dulu. Ide pameran di sini ialah dibagi menurut stratigrafi arkeologi, menurut perkembangan waktu dari dulu sampai kemudian, oleh karena itu, di lantai 2 dipajang benda-benda dari masa pra Thang Long, periode sebelum Raja Ly Cong Uan memerintahkan memindah ibu kota ke Thang Long. Lantai  1 memamerkan benda periode Thang Long yaitu setelah tahun 1010, setelah Raja Ly Cong Uan memindahkan ibu kota. Di setiap lantai, dalam setiap ruang mempunyai aksentuasi-aksentuasi dengan maksud memberikan perasaan dan kesan kepada para pengunjung dan memanifestasikan nilai paling poros dari situs peninggalan sejarah kepada massa rakyat secara ilmiah. Profesor Muda, Doktor Bui Minh Tri menekankan: “Ini adalah citra-citra pertama agar kita merasakan secara lebih mendalam arsitektur istana dinasti feodal Ly. Kita sepenuhnya merasa bangga bahwa dinasti feodal Ly telah menciptakan satu arsitektur dengan identitas sendiri, dengan taraf pembangunan sangat mutakhir dan khas. Hal ini termanifestasikan secara jelas melalui benda-benda hiasan di  atap arsitektur, teknik pembangunan fundasi semua proyek arsitektur”.

Zona pameran ini juga punya dua lukisan dinding yang berukuran besar, dirakit dari kepingan-kepingan berbagai jenis batu bata dan genting yang diekskavasi di situs peninggalan sejarah ini untuk melukiskan sejarah proses pembangunan Ibu Kota Kuno Thang Long. Yaitu lukisan “Naga terbang” dan “Waktu fajar di Thang Long” yang dicipta oleh pelukis perempuan Bui Thu Trang. Lukisan “Naga terbang” berasal dari citra naga pada dinasti feodal Ly dan catatan sejarah tentang peristiwa tahun 1010. Lukisan “Waktu fajar di Thang Long” mengambil ilham dari citra daun sendok dan ujung genting bulat yang dihiasi dengan bunga teratai di atap arsitektur istana dinasti feodal Ly untuk menunjukkan imajinasi tentang sejarah pembukaan Ibu Kota Kuno Thang Long pada musim gugur tahun 1010 beserta kecerahan kebudayaan Dai Viet sejak dinasti feodal Ly.

Zona pameran “Penemuan-penemuan arkeologi di bawah Gedung Majelis Nasional” adalah hasil kerja selama hampir 4 tahun yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Pusat Penelitian Benteng Kerajaan” dari Akademi Ilmu Sosial Vietnam. Semua situs peninggalan sejarah dan benda disimpan menurut asli, menciptakan satu ruang pameran yang bersifat ilmu arkeologi dan yang berkaliber internasional. Zona pameran ini memanifestasikan  kelanjutan tradisi, satu citra tentang pusat kekuasaan politik Tanah Air yang berintegrasi bersama dengan arus sejarah bangsa.  

Komentar

Yang lain