Dialog merupakan cara sebaik-baiknya untuk meningkatkan pengertian tentang HAM

15 Maret 2017 - 17:30:00

(VOVworld) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengumumkan Laporan  tahunan tentang Hak Asasi Manusia (HAM) Vietnam. Tapi sayang sekali laporan ini tetap mengeluarkan beberapa penilaian yang kurang obyektif, tidak mencerminkan secara benar situasi nyata di Vietnam. Hal ini menunjukkan perlunya  meningkatkan dialog  untuk mempersempitkan perselisihan-perselisihan di dunia tentang nilai HAM di masing-masing negara.  



dialog merupakan cara sebaik-baiknya untuk meningkatkan pengertian tentang ham hinh 0
Juru bicara  KemluVietnam, Le Hai Binh menjawab pernyataan para wartawan terhadap Laporan   tahunan tentang HAM Vietnam yang diumumkan oleh Kemlu Amerika Serikat.
(Foto: vov.vn)


Kebijakan konsekuen Vietnam ialah membela dan mendorong hak-hak fundamental warga. Semua upaya keras dan prestasi yang dicapai oleh Vietnam  dalam menjamin dan memperbaiki  secara terus menerus hak-hak fundamental warga pada waktu lalu telah mendapatkan pengakuan dan penilaian tinggi dari opini umum  internasional.



Kebijakan yang unggul tentang  hak manusia
.

Salah satu diantara  solusi-solusi yang diprioritaskan oleh Vietnam untuk mendorong, membela dan menjamin hak manusia ialah membangun dan menyempurnakan sistim perundang-undangan tentang hak manusia. Pada tarap  tertinggi, Undang-Undang Dasar (UDD) -2013 Vietnam  telah menyediakan 36 pasal yang menentukan hak manusia, hak dan kewajiban mendasar dari warga negara. Untuk pertama kalinya dalam sejarah konstitusional,  Vietnam menentukan: “Negara Vietnam menjamin dan mengembangkan hak kedaulatan rakyat, mengakui, menghargai pembelaan dan penjaminan hak manusia dan hak warga negara”. Soal menentukan prinsip ini  sesuai dengan patokan  undang-undang tentang HAM internasional, bertolak dari watak manusia dan watak sistim  sosialisme di Vietnam. Dalam UUD-2013 dan dalam banyak undang-undang  dan naskah peraturan lain, Vietnam juga menjunjung tinggi mekanisme pengawasan dan pengontrolan terhadap  kekuasaan Negara dan membuka kemungkinan menyempurnakan sistim perundang-undangan, menyempurnakan institusi-institusi  dan  lembaga-lembaga  untuk mendorong dan menjamin hak manusia secara nyata.

Di aspek lain, Vietnam telah memperkuat kerjasama internasional tentang pembelaan dan pendorongan HAM. Sampai sekarang, Vietnam telah berpartisipasi pada hampir semua konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang hak manusia seperti Konvensi  Sipil dan Politik; Konvensi tentang Hak Ekonomi, Kebudayaan dan Sosial; Konvensi tentang penghapusan semua bentuk diskriminasi terhadap kaum wanita; Konvensi tentang Penghapusan semua bentuk diskriminasi ras; Konvensi tentang Hak Anak-Anak; Konvensi tentang tidak menerapkan keterbatasan hukum terhadap kriminalitas terorganisasi lintas negara dan Protokol tentang mencegah, menumpas  dan memberikan hukuman terhadap perdagangan manusia, khususnya terhadap kaum wanita dan anak-anak;  Konvensi nomor 122 dari Organisasi  Perburuhan Internasional (ILO) tentang  kebijakan lapangan kerja dan lain-lain…



Prestasi-prestasi HAM  tidak bisa diingkari.

Dalam hampir semua kerangka  dialog dan kerjasama tentang hak manusia baik tingkat bilateral maupun tingkat multilateral, semua negara dan mitra internasional memberikan apresiasi tinggi tentang prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh Vietnam di semua bidang politik, sosial-ekonomi, kebudayaan, pendidikan, agama dan keyakinan…Vietnam memperhatikan dan memperkuat mekanisme  dialog dan kerjasama tentang masalah hak manusia saban tahun  dengan banyak negara lain, di antaranya ada Amerika Serikat, Uni Eropa, Australia, Norwegia, Swiss dan lain-lain …. Vietnam juga memberikan sumbangan positif dan efektif  kepada pembentukan dan aktivitas  Komite AntarPemerintah ASEAN tentang HAM ( atau AICHR), membangun Deklarasi  HAM ASEAN yang telah diesahkan pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Phnom Penh, ibukota Kamboja pada bulan November 2012.

Sampai sekarang, Vietnam adalah salah satu diantara 6 negara anggota PBB yang telah menyelesaikan  sebagian besar Target-Target Perkembangan Milenium (MDGs) secara lebih  awal  pada tahun 2015;  telah mendapat penghargaan yang diberikan oleh Organisasi Pertanian dan Pangan Dunia (FAO) tentang prestasi-prestasi  cemerlang  dalam mengentas dari kelaparan dan kemiskinan.  Dewan HAM PBB  angkatan XXVI, pada  tanggal 20 Juni 2014 telah memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan  HAM Vietnam dalam Laporan  Pemeriksaan Priodik Universal  (UPR) siklus 2 dari Vietnam. Sumbangan-sumbangan positif dan efektif  pada target  bersama  ialah  mendorong dan membela hak manusia, mempertahankan secara mantap prinsip-prinsip dasar dari hukum internasional  tentang HAM, dan  pengakuan bahwa  Vietnam selalu menghargai, menjamin hak-hak  fundamental warga, tidak hanya menyempurnakan sistim perundang-undangan, kebijakan yang bersangkutan dengan hak manusia, melainkan juga dilaksanakan di semua segi seperti kebebasan berbicara, kebebasan pers dan informasi, kebebasan berkeyakinan dan beragama, menjamin jaring pengaman sosial, mengentas dari kelaparan dan kemiskinan dan pendidikan.

  Dalam dunia kontemporer,  juga ada bermacam perbedaan pandangan tentang HAM,  namun prestasi-prestasi tentang HAM  yang telah dicapai oleh Vietnam merupakan bukti yang tidak bisa diingkari. Hal ini menunjukkan upaya-upaya keras yang dijalankan oleh Vietnam  di bidang ini. Soal menjaga dialog  HAM  antara Vietnam dan AS merupakan langkah sebaik-baiknya bagi kalangan politikus dan warga AS untuk bisa lebih mengerti tentang kenyataan HAM di Vietnam, mempersempit  perselisihan-perselisihan  tetnang nilai HAM di masing-masing negara. Hal ini telah memberikan sumbangan positif dalam melaksanakan target bersama dunia ialah membela dan mendorong hak manusia  yang semakin lebih baik.