Al-Shabaab mengancam akan terus menyerang Kenya

(VOVworld) – Pada Jumat (3 April), kelompok milisi ekstrimis al-Shabaab telah mengancam akan terus melakukan serangan terhadap daerah-daerah lain di Kenya setelah serangan teror yang berlumuran darah terhadap universitas Moi di kota madya Garissa, Kenya Timur Laut. Sekarang Kenya sedang menggelarkan kira-kira 20.000 serdadu di Somalia untuk membantu negara ini menghadapi al-Shabaab.

Ancaman al-Shabbab dikeluarkan pada latar belakang rakyat Kenya sedang mengadakan pemakaman para korban yang bernasib malam dalam serangan teror Garissa pada 2 April.

Al-Shabaab mengancam akan terus menyerang Kenya - ảnh 1
Al-Shabaab terus mengancam melakukan serangan teror di Kenya
(Foto: VNA)

Juga pada Jumat (3 April), komunitas internasional terus mengutuk pembantaian di Garissa. Presiden Somalia, Hassan Sheikh Mohamud menyebutnya sebagai “tindakan biadab, tidak punya tempat dalam kebudayaan dan agama”, bersamaan itu mengirim ucapan dukacita kepada keluarga para korban. Ketua Uni Afrika, Nkosazana Dlamini-Zuma juga mengutuk keras “sernagan teror yang hina-dina” di universitas Moi, bersamaan itu mengatakan bahwa Uni Afrika akan membantu rakyat dan Pemerintah Kenya dengan sekuat tenaga untuk memberantas terorisme. Pada saat itu, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama telah menelepon Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta untuk menyampaikan dukacita yang mendalam terhadap keluarga para korban yang tewas dalam pembantaian ini, bersamaan itu tetap akan melakukan kunjungan pertama ke Kenya, dengan martabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada Juli mendatang sesuai dengan rencana. Dia menegaskan bahwa Washington akan bahu-membahu dengan Pemerintah dan rakyat Kenya untuk memberantas terorisme./.
Berita Terkait

Komentar

Yang lain