AS mempertimbangkan kerjasama militer dengan Rusia dalam perang anti IS

(VOVworld) - Setelah berpekan- pekan mencela Rusia melakukan serangan-serangan udara  yang tidak hanya terhadap organisasi yang menamakan diri: “Negara Islam” (IS) di Suriah saja, Rabu (18/11), Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama telah mengubah pendiriannya ketika menilai bahwa timpalan-nya dari Rusia, Vladimir Putin adalah “satu mitra yang konstruktif”, bersamaan itu membuka  kemungkinan AS akan melakukan kerjasama militer dengan Moskwa.

AS mempertimbangkan kerjasama militer dengan Rusia dalam perang anti IS - ảnh 1
Presiden Rusia, Vladimir Putin (kiri) dan
Presiden Barack Obama.
(Foto:home.bt.com).


Pernyataan Presiden Barack Obama dinilai sebagai indikasi positif pada latar belakang hubungan antara Rusia dengan AS pada khususnya dan antara Rusia dengan Barat pada umumnya sedang berada di tingkat yang paling rendah pasca Perang Dingin bersangkutan dengan krisis di Ukraina. Akan tetapi, dalam satu perkembangan yang bersangkutan, Pentagon pada hari yang sama menyatakan bahwa Washington masih belum membuat rencana mengenai koordinasi dengan Moskwa dalam operasi-operasi serangan udara terhadap pasukan IS.

Komentar

Yang lain