Pernyataan ini disampaikan di tengah klaim yang saling bertentangan antara Washington dan Teheran mengenai hak kendali atas Selat Hormuz.
Meurut Menteri Pete Hegseth, AS telah dan terus melakukan rotasi kapal-kapal militernya keluar masuk kawasan tersebut guna mengendalikan jalur pelayaran strategis Hormuz. Pernyataan Hegseth menunjukkan bahwa Pentagon menegaskan kepada Presiden Donald Trump bahwa militer AS dapat terus mempertahankan tekanan terhadap Iran selama diperlukan.
Sehari sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS sedang mengendalikan Selat Hormuz. Namun, hanya sehari kemudian, Iran membantah klaim tersebut. Hossein Taeb, pemimpin pasukan paramiliter Basij yang baru diangkat, menyatakan bahwa Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan dan kendali Republik Islam Iran.
