Tiongkok tengah memobilisasi banyak pasukan dan melaksanakan pencarian dan pertolongan dengan skala besar.
Data kerugian tersebut diumumkan oleh pihak Tiongkok hingga pukul 20.00 tanggal 26 Agustus. Informasi akurat mengenai jumlah korban tewas dan luka-luka masih terus diverifikasi, sementara upaya pertolongan telah dikerahkan dengan cepat di berbagai tingkatan.
Sementara itu, di Nepal, Pasukan Pertolongan Nepal berupaya mencari ratusan orang yang hilang dalam banjir bandang yang dashyat tersebut. Hingga Rabu malam (26 Agustus), kepolisian Nepal mengonfirmasi bahwa sedikitnya 157 orang tewas dan 403 orang masih hilang, termasuk 341 warga negara asing.
Menurut data terkini dari Kepolisian Nepal, dari total warga negara asing yang hilang terdapat 133 warga India, 47 warga AS, 34 warga Australia, 33 warga Inggris dan 24 warga Kanada.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memberitahukan bahwa lembaga-lembaga di bawah PBB beserta para mitra sedang memobilisasi bantuan logistik dan personel untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang sangat besar di Nepal. Banyak negara, termasuk AS, Kanada, Korea Selatan, serta negara-negara Eropa, telah menyatakan kesiapannya untuk membantu Nepal dan sedang berkoordinasi untuk memverifikasi kondisi warga negara mereka masing-masing.
