Ini untuk pertama kalinya Konferensi Diplomasi mengadakan sidang khusus mengenai sains-teknologi.

Sidang tersebut berfokus menjelaskan kebutuhan kerja sama internasional mengenai inovasi kreatif dan transformasi digital. Di samping itu, sidang ini juga menetapkan berbagai peluang, mitra prioritas dan solusi untuk mengembangkan peran sektor diplomasi dan berbagai Kantor Perwakilan Tetap Vietnam di luar negeri.

Dalam sidang tersebut, Profesor sekaligus Doktor Tran Hong Thai, Ketua Akademi Sains dan Teknologi Vietnam menuturkan:

Ini adalah salah satu misi utama dari diplomasi ilmu pengetahuan. Untuk mewujudkan misi tersebut, Vietnam harus membuat, menghubungkan dan mengembangkan efisiensi jaringan-jaringan ilmu pengetahuan internasional. Melalui langkah itu, kita menduniakan ilmu pengetahuan Vietnam sekaligus mendekatkan dunia dengan Vietnam untuk bersama-sama mengembangkan sains dan menangani persoalan-persoalan besar dalam pembangunan tanah air”

Saat menyampaikan pidato bimbingan dalam sidang tersebut, Jenderal Luong Tam Quang, Menteri Keamanan Publik Vietnam sekaligus Wakil Harian Kepala Badan Pengarah Pusat urusan pengembangan sains-teknologi, inovasi kreatif dan transformasi digital menekankan:

“Saya meminta pengembangan peran konsultan utama, melakukan transformasi kuat diplomasi sains-teknologi dari “menghubungkan” menjadi menciptakan pembangunan”, dari “menandatangani” menjadi “melaksanaannya”, dan dari “memobilisasi sumber daya eksternal” menjadi membentuk kapasitas internal. Diplomasi sains-teknologi harus menjadi kanal yang menyerap sumber daya pengetahuan, teknologi dan pakar secara efektif. Membawa Vietnam berpartisipasi secara lebih mendalam pada rantai nilai global dengan nilai tambah tinggi”.