Sesi tersebut bertujuan menilai ancaman yang ditimbulkan Negara Islam (IS) terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
Dalam sesi tersebut, perwakilan beberapa negara anggota PBB sepakat menyatakan bahwa IS telah kehilangan sebagian besar wilayah kontrolnya. Kelompok ini dan cabang-cabangnya terus beroperasi di berbagai titik panas konflik. Mereka memanfaatkan destabilitas dan kekosongan tata kelola serta kesulitan ekonomi-sosial untuk merekrut anggota dan melancarkan serangan-serangan. Pemanfaatan platform digital dan media sosial, alat enkripsi serta dan teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan oleh anasir-anasir ekstremis menjadi tantangan dalam mendeteksi, mencegah dan membongkar jaringan teroris.
Di tengah kondisi tersebut DK PBB menyerukan untuk terus memperkuat kerja sama internasional, berbagi informasi intelijen, mengontrol arus keuangan ilegal serta mencegah bahaya para teroris yang memanfaatkan teknologi tinggi.
