Sementara itu, tim SAR masih terus menyisir wilayah-wilayah terdampak, dan puluhan ribu warga masih belum dapat kembali ke rumah karena khawatir akan terjadinya gempa susulan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB) menyatakan bahwa sebagian besar korban meninggal dunia tercatat di wilayah Flores bagian tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hingga Senin (17 Agustus), pihak berwenang belum menerima laporan tambahan mengenai warga yang hilang. Namun, tim SAR masih terus melakukan pencarian di berbagai wilayah terdampak untuk menemukan kemungkinan korban yang masih terjebak.

Sementara upaya pencarian tetap terus dilakukan, Indonesia juga meningkatkan kegiatan bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah yang terisolasi. Angkatan Udara Indonesia menyatakan telah mengangkut 13 ton bantuan dan mengerahkan helikopter untuk menyalurkan kebutuhan pokok secara langsung kepada masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.

Kementerian Kesehatan Indonesia telah mengerahkan dua rumah sakit lapangan beserta tim medis darurat ke wilayah terdampak. Lebih dari 1.400 personel kepolisian, TNI dan unsur lainnya juga dikerahkan untuk membantu operasi pencarian, penyelamatan dan pemberian bantuan.