Menurut Dubes Tran Hai Hau, hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif Vietnam-Selandia Baru mendapat perhatian khusus di berbagai bidang, seperti perdagangan dan investasi, pendidikan dan pelatihan, pertanian berteknologi tinggi, sains dan teknologi, pertukaran antarmasyarakat serta pertahanan dan keamanan.
Kedua negara bersama-sama menjadi anggota sejumlah perjanjian perdagangan bebas, seperti Perjanjian Progresif dan Komprehensif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Australia-Selandia Baru (AANZFTA).
Menurut Duta Besar Tran Hai Hau, ruang kerja sama perdagangan antara Vietnam dan Selandia Baru masih besar dan target nilai perdagangan bilateral sebesar 3 miliar dolar AS dalam beberapa tahun mendatang memiliki dasar yang kuat.
"Saya yakin bahwa melalui kunjungan bersejarah Sekjen sekaligus Presiden To Lam ke Selandia Baru, kedua pihak pasti akan mencapai banyak kesepakatan kerja sama baru di berbagai bidang guna mengimplementasikan isi-isi dari hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif, khususnya Program Aksi periode 2025-2030. Saya berharap agar Selandia Baru akan memenuhi berbagai bidang yang menjadi perhatian Vietnam, seperti kerja sama sains dan teknologi, pertanian, inovasi kreatif, transformasi digital, transformasi hijau, energi terbarukan, pendidikan dan pelatihan, pariwisata dan pertukaran antarmasyarakat, serta pertahanan dan keamanan; sekaligus saling mendukung dan berkoordinasi di berbagai forum regional dan internasional."
Sementara itu, menilai kunjungan Sekjen sekaligus Presiden To Lam, Profesor Kehormatan Roberto Rabel, Peneliti Senior di Pusat Studi Strategis dari Universitas Victoria Wellington (Selandia Baru), menekankan bahwa kunjungan tersebut merupakan kesempatan penting bagi kedua negara untuk mendorong implementasi hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif secara substansial sekaligus memperluas kerja sama di berbagai bidang yang saling menguntungkan.
