Resolusi tersebut disahkan pada Konferensi Majelis Umum (MU) IAEA yang sedang berlangsung di Wina (Austria), dengan 103 negara memberikan suara setuju, 6 negara menolak (termasuk Rusia dan Tiongkok), dan 14 negara memilih abstain.
Menurut resolusi tersebut, aktivitas di sejumlah fasilitas nuklir RDRK sedang meningkat, sementara program nuklir negara tersebut terus dikembangkan. IAEA menilai bahwa aktivitas-aktivitas ini masih menjadi masalah keprihatinan yang serius dan mendesak Pyong Yang untuk mematuhi resolusi-resolusi terkait dari Dewan Keamanan PBB.
Konferensi MU tahunan IAEA biasanya mengesahkan resolusi-resolusi yang berkaitan dengan program nuklir RDRK. Pyong Yang sendiri tidak lagi berpartisipasi dalam mekanisme inspeksi IAEA sejak tahun 2009.
